Oct 10, 2026
Politik

Hari Pertama Sekolah di Jakarta Timur Berlangsung Antusias

JAKARTA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta resmi memulai Tahun Ajaran Baru 2022/2023 pada Senin, 11 Juli 2022, dengan menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seratus persen di s...

Hari Pertama Sekolah di Jakarta Timur Berlangsung Antusias

JAKARTA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta resmi memulai Tahun Ajaran Baru 2022/2023 pada Senin, 11 Juli 2022, dengan menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seratus persen di seluruh satuan pendidikan dasar dan menengah di wilayah ibu kota. Salah satu titik pelaksanaan hari pertama sekolah yang menyita perhatian publik adalah SD Negeri Jati 06 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, tempat murid kelas 1 menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan tingkat antusiasme yang tinggi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para murid kelas 1 tiba bersama orang tua masing-masing sejak pagi buta. Sebagian di antaranya tampak mengenakan seragam baru lengkap dengan tas dan perlengkapan tulis, sembari sesekali menggenggam erat tangan orang tua di depan gerbang sekolah. Suasana tersebut mencerminkan dimulainya babak baru bagi generasi yang selama dua tahun terakhir lebih banyak menjalani pembelajaran dari rumah akibat pandemi Covid-19.

Kebijakan PTM Seratus Persen di DKI Jakarta

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa keputusan penyelenggaraan PTM seratus persen diambil dengan mempertimbangkan penurunan kasus Covid-19 di wilayah DKI Jakarta serta meningkatnya cakupan vaksinasi di kalangan peserta didik dan tenaga pendidik. Kebijakan itu ditetapkan sebagai tindak lanjut atas instruksi pemerintah pusat mengenai penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru.

"Pembelajaran tatap muka dilaksanakan seratus persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat di setiap satuan pendidikan," demikian bunyi pernyataan resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Dalam rapat koordinasi bersama para kepala sekolah sebelum tahun ajaran dimulai, dinas menetapkan sejumlah ketentuan teknis, antara lain kewajiban memakai masker, penyediaan fasilitas cuci tangan, pengaturan jarak tempat duduk, serta pemantauan kesehatan harian peserta didik. Setiap sekolah juga diminta membentuk satuan tugas internal guna mengawasi penerapan protokol kesehatan selama kegiatan belajar berlangsung.

MPLS bagi Murid Kelas 1

Bagi murid kelas 1, hari pertama sekolah diisi dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru dan teman sekelas, serta memahami tata tertib yang berlaku. Kegiatan MPLS di SD Negeri Jati 06 Pagi meliputi pengenalan ruang kelas, perpustakaan, kantin, toilet, dan ruang guru, yang dipandu langsung oleh wali kelas masing-masing.

Para guru menyatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam MPLS kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain pengenalan fisik bangunan sekolah, guru juga memberikan penekanan pada pembiasaan karakter, seperti kedisiplinan, sopan santun, dan kemandirian, mengingat sebagian murid baru belum pernah merasakan pengalaman bersekolah secara langsung.

"Anak-anak kelas satu sangat bersemangat. Mereka datang lebih awal dan langsung ingin masuk kelas. Tugas kami mendampingi mereka agar merasa aman dan nyaman di lingkungan baru," ujar salah satu wali kelas di SD Negeri Jati 06 Pagi.

Antusiasme Orang Tua dan Tantangan Adaptasi

Antusiasme tidak hanya ditunjukkan oleh para murid, tetapi juga orang tua. Sejumlah orang tua yang mengantar anaknya menyatakan rasa lega karena pembelajaran kembali dilaksanakan secara tatap muka. Mereka berharap kualitas pendidikan dapat kembali meningkat setelah hampir dua tahun bergantung pada pembelajaran daring yang dinilai kurang optimal, terutama bagi anak usia dini.

Meski demikian, sejumlah tantangan tetap mengemuka pada hari pertama. Beberapa murid kelas 1 dilaporkan menangis dan enggan berpisah dari orang tua, kondisi yang lazim terjadi pada masa transisi menuju sekolah formal. Pihak sekolah mengatasi hal tersebut dengan pendekatan persuasif, mendampingi murid secara bertahap, serta melibatkan guru bimbingan konseling untuk memastikan proses adaptasi berjalan lancar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan PTM seratus persen. Evaluasi mencakup aspek kehadiran peserta didik, kesiapan sarana dan prasarana, serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan apabila terjadi perubahan situasi di kemudian hari.

Dengan dimulainya tahun ajaran baru ini, seluruh satuan pendidikan di DKI Jakarta, termasuk SD Negeri Jati 06 Pagi, dituntut memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan aman, tertib, dan bermutu. Hari pertama sekolah bagi murid kelas 1 menjadi penanda awal perjalanan panjang mereka di jenjang pendidikan dasar, sekaligus penanda pulihnya aktivitas pendidikan secara menyeluruh di ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User