Polisi dan Densus 88 Selidiki Dugaan Bom di SDN Srengseng Sawah

Jakarta Selatan, 15 Juli 2024 – Aparat Kepolisian Resor Metro (Polres) Jakarta Selatan bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Tim Gegana Polda Metro Jaya langsung melakukan penyisiran in...

Jul 13, 2026 - 14:44
0 0

Jakarta Selatan, 15 Juli 2024 – Aparat Kepolisian Resor Metro (Polres) Jakarta Selatan bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Tim Gegana Polda Metro Jaya langsung melakukan penyisiran intensif di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, pada Senin pagi, menyusul dugaan ancaman bom yang menargetkan sekolah tersebut di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Operasi pengamanan darurat ini dipicu oleh informasi yang diterima pihak kepolisian sekitar pukul 06.30 WIB, saat para siswa mulai memasuki area sekolah.

Komandan Polsek Jagakarsa, Kompol Slamet Riyadi, membenarkan bahwa laporan diterima melalui telepon dari petugas keamanan sekolah yang menerima pesan mencurigakan. “Kami langsung berkoordinasi dengan Polres Jakarta Selatan dan menerjunkan tim ke lokasi. Prinsip kami adalah mengedepankan tindakan pencegahan dan tidak menoleransi ancaman sekecil apa pun terhadap keselamatan anak-anak,” tegasnya di sela-sela proses penyisiran.

Penyisiran Ketat dan Pengerahan Peralatan Canggih

Tim Gegana yang dipersenjatai dengan perangkat deteksi bahan peledak portabel dan unit robot penjinak bom melakukan pemindaian di setiap sudut bangunan berlantai dua tersebut. Seluruh ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, kantor guru, hingga area toilet dipindai dengan teliti. Densus 88 turut serta dengan fokus pada identifikasi sumber komunikasi ancaman dan potensi jejaring teror yang mungkin terlibat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangan resminya menyatakan, “Penyisiran masih berlangsung hingga pukul 10.00 WIB. Hingga saat ini tidak ditemukan satu pun benda yang mencurigakan, baik berupa bahan peledak maupun komponen lainnya. Namun demikian, kami tetap melakukan pendalaman atas psikologis dan modus ancaman ini.”

“Setiap ancaman, sekecil apa pun, akan kami perlakukan sebagai situasi serius. Kami tidak akan mengambil risiko terhadap keamanan anak-anak. Langkah tegas akan diambil terhadap pelaku setelah teridentifikasi,” ujar Trunoyudo.

Evakuasi dan Pengamanan Ratusan Siswa

Sekitar 250 siswa yang sebelumnya telah bersiap mengikuti upacara pembukaan MPLS langsung dievakuasi oleh para guru ke lapangan terbuka di belakang sekolah, kemudian dipindahkan ke Gedung Serbaguna Kelurahan Srengseng Sawah yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi. Proses evakuasi berlangsung tertib dalam waktu lima menit setelah instruksi diberikan oleh Kepala Sekolah, Siti Maimunah, S.Pd.

Siti Maimunah menyampaikan, “Kami sudah memiliki protokol darurat sesuai arahan Dinas Pendidikan. Begitu informasi kami terima dari polisi, seluruh siswa langsung kami bawa ke titik kumpul. Alhamdulillah, semua selamat dan tidak ada yang panik berlebihan.”

Para orang tua yang mengantar anaknya terlihat khawatir, namun petugas kepolisian dan tim psikologi dari Polda Metro Jaya segera memberikan penjelasan dan pendampingan. Sebagian orang tua memilih untuk membawa pulang anak mereka, sementara lainnya menunggu hingga situasi dinyatakan aman.

Penelusuran Sumber Ancaman dan Keterlibatan Densus 88

Densus 88 Antiteror mengambil alih sebagian besar jalur penyelidikan intelijen. Menurut sumber internal kepolisian yang enggan disebutkan identitasnya, ancaman diduga disampaikan melalui pesan singkat kepada nomor telepon petugas keamanan sekolah. Pesan tersebut berisi kalimat ancaman akan meledakkan sekolah pada saat upacara bendera. Analisis forensik digital kini tengah dilakukan untuk melacak pemilik nomor dan titik lokasi pengirim.

“Kami tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah aksi teror psikologis, tetapi kewaspadaan tinggi tetap kami lakukan. Prosedur standar penanganan ancaman bom telah dijalankan sepenuhnya, dan akan ada evaluasi menyeluruh,” ujar seorang perwira menengah Densus 88 yang memimpin tim di lapangan.

Respons Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Munjirin, S.Sos., M.Si., turun langsung ke lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian dan meminta Dinas Pendidikan untuk meningkatkan sistem keamanan sekolah. “Pemerintah Kota berkomitmen memastikan seluruh satuan pendidikan di Jakarta Selatan aman dari ancaman. Kami akan melakukan audit keamanan di sekolah-sekolah lainnya,” ucap Munjirin.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, M.Pd., mengeluarkan instruksi agar seluruh sekolah di wilayah Jakarta membersihkan lingkungan dari benda mencurigakan sebelum memulai MPLS. Ia juga mengimbau agar kepala sekolah melaporkan setiap potensi ancaman kepada pihak berwajib tanpa penundaan.

Kronologi Kejadian Menurut Kepolisian

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, kronologi kejadian adalah sebagai berikut:

Pukul 06.30 WIB: Petugas keamanan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menerima pesan ancaman melalui telepon selulernya.

Pukul 06.35 WIB: Petugas menghubungi Polsek Jagakarsa. Kompol Slamet Riyadi segera meneruskan laporan ke Polres Jakarta Selatan dan meminta bantuan teknis Gegana.

Pukul 06.50 WIB: Tim pertama dari Polsek tiba di lokasi dan mulai mensterilkan area. Siswa yang sudah berada di dalam kelas mulai dievakuasi.

Pukul 07.15 WIB: Tim Gegana dan Densus 88 tiba, langsung menggelar peralatan deteksi dan melakukan penyisiran sistematis.

Pukul 08.30 WIB: Wali Kota Jakarta Selatan dan Kepala Dinas Pendidikan tiba di lokasi untuk memberikan dukungan dan koordinasi.

Pukul 10.00 WIB: Hingga berita ini dilaporkan, penyisiran masih berjalan dengan hasil negatif, dan situasi dinyatakan terkendali.

Polres Jakarta Selatan memastikan akan terus melakukan patroli di sekitar sekolah selama masa MPLS. Sementara itu, Densus 88 menegaskan bahwa identitas pengirim ancaman masih terus diupayakan dan kasus ini ditangani secara serius sebagai tindak pidana terorisme, mengingat dampak psikologisnya yang mendalam terhadap masyarakat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User