Zverev Rebut Peringkat 2 Dunia ATP Pasca Final Wimbledon 2026
London, Senin (13/7/2026) – Alexander Zverev resmi menempati posisi kedua peringkat dunia ATP, meskipun gagal mengangkat trofi Wimbledon 2026. Petenis Jerman berusia 29 tahun itu menggeser Carlos Al...
London, Senin (13/7/2026) – Alexander Zverev resmi menempati posisi kedua peringkat dunia ATP, meskipun gagal mengangkat trofi Wimbledon 2026. Petenis Jerman berusia 29 tahun itu menggeser Carlos Alcaraz yang kehilangan banyak poin setelah tersingkir lebih awal, sementara Jannik Sinner tetap tak tergoyahkan di puncak. Kenaikan ini menandai kembalinya Zverev ke peringkat tertinggi kariernya sejak akhir 2022.
Dalam rilis terbaru ATP, Zverev kini mengoleksi 8.450 poin, unggul 330 poin dari Alcaraz yang melorot ke peringkat tiga dengan 8.120 poin. Sinner memimpin dengan 11.250 poin, mempertegas dominasinya di musim ini. Pergeseran terjadi setelah final Wimbledon 2026 di All England Club, Minggu (12/7), di mana Zverev tak mampu membendung permainan agresif Sinner dan kalah 3-6, 5-7, 6-7(4).
Laga Final yang Tak Berpihak
Pertandingan puncak berlangsung dalam tempo tinggi. Sinner melepaskan 43 pukulan winner berbanding 27 winner dari Zverev, serta mencatatkan 85 persen kemenangan poin servis pertama. Zverev sebenarnya menciptakan empat peluang break point di set kedua, namun gagal mengkonversi satu pun. Sinner menutup duel tiebreak set ketiga dengan skor 7-4, memastikan gelar grand slam keduanya tahun ini.
“Saya sangat bangga dengan perjalanan saya di sini. Kekalahan di final memang menyakitkan, tetapi mencapai peringkat dua dunia adalah pencapaian luar biasa yang tidak bisa diremehkan,” ujar Zverev dalam konferensi pers.
Kunci Kenaikan: Akumulasi Poin Musim 2026
Zverev membangun fondasi peringkatnya melalui performa konsisten sepanjang paruh pertama 2026. Sebelum Wimbledon, ia telah menjuarai Indian Wells Masters (mengalahkan Alcaraz di final), Barcelona Open, dan Halle Open. Ia juga menjadi runner-up Australian Open 2026 dan semifinalis Roma Masters. Rekor kemenangannya mencapai 45-7, dengan persentase kemenangan di permukaan rumput sebesar 89 persen—terbaik sepanjang kariernya.
Poin yang terkumpul dari hasil-hasil tersebut memungkinkannya memangkas jarak dengan Alcaraz secara bertahap. Tambahan 1.200 poin dari final Wimbledon menjadi dorongan akhir yang diperlukan untuk merebut posisi runner-up klasemen dunia.
Alcaraz Kehilangan Mahkota Wimbledon
Di sisi lain, Carlos Alcaraz yang memasuki turnamen sebagai juara bertahan 2025, harus kehilangan 1.600 poin dari total poinnya karena tersingkir di perempat final oleh Holger Rune. Dengan demikian, jumlah poin Alcaraz merosot dari 9.720 menjadi 8.120. Peringkat ATP yang baru menempatkan petenis Spanyol itu di posisi ketiga, situasi yang terakhir kali dialaminya pada awal 2024.
Sistem akumulasi poin ATP yang mengharuskan pemain mempertahankan hasil dari tahun sebelumnya memberikan dampak signifikan pada peringkat kali ini. Sinner yang mempertahankan gelar Wimbledon 2025 tetap stabil di puncak, tanpa kehilangan satu pun poin dari edisi sebelumnya.
Jalan Panjang Kembali ke Dua Besar
Pencapaian Zverev ini sekaligus menjadi bukti kebangkitan luar biasa setelah cedera engkel serius yang dialaminya di semifinal Roland Garros 2022. Sebelum cedera, ia sempat menduduki peringkat dua dunia untuk pertama kalinya pada Juni 2022. Proses pemulihan yang panjang sempat menurunkannya ke peringkat 27 pada awal 2023, sebelum secara perlahan merangkak naik berkat kerja keras bersama tim pelatihnya.
Musim 2026 menjadi puncak dari konsistensi yang dibangunnya dalam dua tahun terakhir. “Kami melewati masa-masa sulit, tetapi tidak pernah menyerah. Peringkat ini adalah hasil dari dedikasi tanpa henti,” kata Mischa Zverev, manajer sekaligus kakak dari Alexander.
Menatap US Open dan Paruh Kedua Musim
Kenaikan peringkat ini akan mempengaruhi undian US Open 2026 yang akan dimulai akhir Agustus. Sebagai unggulan kedua, Zverev berpeluang menghindari Sinner hingga babak final—skenario yang dapat membuka jalan lebih mulus menuju perebutan gelar grand slam keduanya. Alcaraz, yang kini berada di posisi ketiga, berpotensi bertemu Sinner atau Zverev lebih awal, tergantung hasil undian.
Para pengamat tenis menilai persaingan di papan atas semakin menarik. Mantan petenis dan analis Eurosport, Mats Wilander, menyatakan, “Zverev berada di puncak permainannya. Jika ia mempertahankan level ini, bukan tidak mungkin ia merebut kembali gelar di Flushing Meadows.”
Zverev diagendakan melanjutkan musim di ATP Masters 1000 Toronto dan Cincinnati sebelum menuju New York. Dengan selisih 2.800 poin dari Sinner, ia memiliki peluang matematis untuk memangkas jarak jika mampu meraih hasil maksimal di turnamen-turnamen tersebut. Tim Zverev menargetkan untuk mempertahankan posisi dua besar hingga akhir musim dan tampil kuat di ATP Finals di Turin.
Baca juga:
Comments (0)