Oct 16, 2026
Politik

Pipa Petrokimia Diduga Bocor, Semburan Air Hampir 2 Meter di Tol Dupak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menegaskan bahwa semburan air setinggi hampir dua meter yang muncul di sisi timur Tol Dupak-Banyu Urip, Jalan Dupak Rukun, Kecamatan Krembangan...

Pipa Petrokimia Diduga Bocor, Semburan Air Hampir 2 Meter di Tol Dupak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menegaskan bahwa semburan air setinggi hampir dua meter yang muncul di sisi timur Tol Dupak-Banyu Urip, Jalan Dupak Rukun, Kecamatan Krembangan, Surabaya, pada Selasa (13/10/2026), berasal dari pipa milik PT Petrokimia yang mengalami kebocoran. Peristiwa tersebut dilaporkan masuk ke pusat kendali operasi BPBD sekitar pukul 10.44 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan petugas ke lokasi kejadian.

Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal di lapangan memastikan materi yang menyembur bukanlah lumpur sebagaimana dugaan awal yang sempat beredar di tengah masyarakat. "Yang ditemukan bukan semburan lumpur ya, melainkan pipa milik Petrokimia yang berdiameter sekitar 800 sentimeter ini pecah dan menyemburkan air, jadi lumayan hampir 2 meter semburannya," ujar Arif kepada wartawan di Surabaya, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan laporan yang dihimpun di lapangan, titik kebocoran berada di sisi timur jalur tol yang menghubungkan kawasan Dupak dengan Banyu Urip. Kondisi tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan maupun warga sekitar karena tinggi semburan air disebut mendekati dua meter dan berlangsung cukup lama sebelum aliran berhasil ditekan.

Penutupan Aliran Pipa Tekan Debit Semburan

Arif menjelaskan bahwa intensitas semburan mulai menurun setelah pihak PT Petrokimia melakukan penutupan aliran pada pipa yang bocor. Petugas gabungan bersama instansi terkait kemudian bergerak melakukan perbaikan untuk mengurangi volume air yang keluar dari titik kebocoran tersebut.

"Untuk perkembangan saat ini semburan ini sudah mengecil, karena memang dari teman-teman Petrokimia ini sedang dilakukan perbaikan bersama dengan teman-teman DSDABM Kota Surabaya, jadi ada penutupan yang saat ini sudah dilakukan, sehingga debit air yang mengalir ke sini sudah semakin kecil dan semburan juga semakin mengecil," ucapnya.

Meski demikian, Arif belum dapat memastikan penyebab pasti pecahnya pipa berdiameter besar tersebut. Ia menyatakan bahwa penentuan penyebab kebocoran masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari pihak perusahaan selaku pemilik jaringan pipa. "Penyebabnya masih dalam penelusuran pihak terkait," tegasnya.

Kanalisasi 3 x 3 Meter Disiapkan untuk Percepat Penambalan

Dalam Rapat Koordinasi penanganan darurat di lokasi, BPBD Surabaya bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menetapkan langkah kanalisasi sebagai metode utama percepatan perbaikan. Petugas berencana membuat kolam penampung sementara berukuran 3 x 3 meter di sekitar titik kebocoran guna mempersempit area semburan.

"Jadi yang pertama memang akan dilakukan semacam kanalisasi, ya, kayak mempersempit ruang. Jadi rencana 3 meter kali 3 meter di sekitar ini akan dibendung airnya, sehingga nanti pada saat pengerjaan di dalam bendungan yang 3x3 meter ini nanti air akan dikuras keluar dan pelaksanaan penambalan akan dilakukan," jelas Arif.

Metode tersebut dipilih agar pekerja teknis dapat melakukan penambalan pipa dalam kondisi area kerja yang relatif kering. Air yang tertampung di dalam bendungan sementara akan dikuras secara terkendali sebelum proses penyambungan atau penambalan pipa dilaksanakan.

Dampak dan Penanganan Lanjutan

Semburan air di kawasan Tol Dupak-Banyu Urip berpotensi mengganggu aktivitas lalu lintas maupun aktivitas warga di sekitar Jalan Dupak Rukun. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut. BPBD Surabaya menyatakan akan terus memantau perkembangan di lokasi hingga proses perbaikan dinyatakan selesai.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari area sekitar titik kebocoran dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Koordinasi lintas instansi, termasuk dengan PT Petrokimia dan DSDABM Kota Surabaya, terus dilakukan untuk memastikan perbaikan berjalan sesuai target dan aliran air dapat segera normal kembali.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan jaringan pipa berukuran besar yang melintas di kawasan padat aktivitas, sehingga aspek keselamatan dan kecepatan penanganan menjadi prioritas utama. BPBD Surabaya memastikan seluruh personel yang diterjunkan bekerja sesuai prosedur penanganan kedaruratan yang berlaku.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User