Pertamina Luncurkan UMiMAX 2026, Targetkan 1.000 Penerima Manfaat
Jakarta, 12 Juli 2026 – PT Pertamina (Persero) secara resmi meluncurkan program UMiMAX 2026, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi yang menargetkan penambahan 1.000 penerima manfaat baru dari kelomp...
Jakarta, 12 Juli 2026 – PT Pertamina (Persero) secara resmi meluncurkan program UMiMAX 2026, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi yang menargetkan penambahan 1.000 penerima manfaat baru dari kelompok masyarakat rentan di seluruh Indonesia. Peluncuran dilaksanakan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, dan dihadiri oleh jajaran direksi, perwakilan kementerian, serta pelaku usaha mikro binaan.
Direktur Utama Pertamina, Arif Budiman, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari komitmen perusahaan menghadirkan dampak sosial yang terukur. "UMiMAX 2026 dirancang untuk menjawab tantangan kemandirian ekonomi di lapisan paling bawah. Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga membekali penerima dengan keterampilan dan jejaring agar usaha mereka naik kelas," ujarnya.
Sasaran dan Kriteria Seleksi
Program UMiMAX 2026 secara spesifik menyasar individu dari keluarga prasejahtera, perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, serta pelaku usaha ultra mikro yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan formal. Penetapan sasaran dilakukan melalui pemetaan bersama pemerintah daerah di 12 provinsi prioritas, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Maluku.
Kepala Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pertamina, Rina Hartati, menjelaskan bahwa proses seleksi akan berlangsung ketat melalui verifikasi lapangan dan wawancara mendalam. "Kami menargetkan 1.000 penerima baru tahun ini, melengkapi basis 500 penerima yang telah dibina sejak 2025. Dari jumlah tersebut, 60 persen dialokasikan untuk perempuan pelaku usaha," katanya. Setiap penerima terpilih akan mendapatkan paket bantuan senilai Rp5 juta yang terdiri dari modal kerja tunai, peralatan produksi sesuai jenis usaha, dan dukungan pemasaran digital melalui platform e-commerce mitra.
Integrasi Pelatihan dan Pendampingan
Berbeda dari bantuan konvensional, UMiMAX 2026 mengintegrasikan 120 jam pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan secara hybrid. Materi pelatihan mencakup literasi keuangan, pencatatan usaha sederhana, strategi pemasaran daring, pengemasan produk, hingga pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Pelatihan akan digelar di 23 titik pusat pelatihan yang tersebar di kota-kota kabupaten di 12 provinsi tersebut, dengan dukungan tenaga pengajar dari kalangan akademisi dan praktisi bisnis.
Pendampingan pascapelatihan dilakukan oleh 150 mentor terlatih yang direkrut dari pengusaha muda alumni program inkubasi Pertamina. Mereka akan melakukan kunjungan ke lokasi usaha setiap dua pekan untuk memantau perkembangan, mengidentifikasi kendala, dan memberikan solusi teknis. "Pendekatan personal ini terbukti efektif meningkatkan tingkat keberlangsungan usaha hingga 85 persen pada program sebelumnya," ujar Rina Hartati.
Anggaran dan Kolaborasi Multipihak
Total alokasi anggaran untuk UMiMAX 2026 mencapai Rp15 miliar, bersumber dari dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Program ini digulirkan melalui sinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta pemerintah provinsi penerima manfaat. Pertamina juga menggandeng dua platform perdagangan elektronik nasional dan lembaga keuangan mikro untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi penerima.
Menteri Koperasi dan UKM, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Deputi Bidang Usaha Mikro, menyatakan apresiasi atas langkah Pertamina. "Program seperti UMiMAX sangat strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Kami mendorong BUMN lain untuk mencontoh model intervensi terpadu ini," demikian bunyi sambutan tersebut.
Dampak dan Keberlanjutan
Berdasarkan evaluasi program serupa tahun sebelumnya, penerima manfaat mencatatkan peningkatan pendapatan rata-rata 35 persen dalam enam bulan pertama setelah intervensi. Tahun ini, Pertamina menargetkan angka yang sama serta perluasan jangkauan ke wilayah Indonesia timur yang secara historis memiliki akses terbatas terhadap program pemberdayaan ekonomi formal. Seluruh penerima juga akan diintegrasikan ke dalam komunitas usaha binaan agar dapat saling bertukar pengetahuan dan memperkuat rantai pasok lokal.
Arif Budiman menutup peluncuran dengan optimisme bahwa UMiMAX 2026 mampu menciptakan ekosistem wirausaha mikro yang tangguh. "Kami percaya bahwa kemandirian ekonomi dimulai dari unit usaha terkecil. Jika 1.000 usaha baru ini tumbuh, dampaknya akan meluas ke keluarga, lingkungan sekitar, dan akhirnya perekonomian daerah," tegasnya. Pendaftaran program dibuka mulai 14 Juli hingga 14 Agustus 2026 melalui laman resmi TJSL Pertamina dan kantor dinas koperasi setempat.
Baca juga:
Comments (0)