Pertamina Luncurkan UMiMAX 2026, Sasar 1.000 Pelaku Usaha Baru

PT Pertamina (Persero) secara resmi memulai pelaksanaan program UMiMAX 2026 yang didesain untuk memperluas jangkauan pemberdayaan ekonomi di kalangan warga rentan. Melalui inisiatif ini, perusahaan me...

Jul 12, 2026 - 21:58
0 0
Pertamina Luncurkan UMiMAX 2026, Sasar 1.000 Pelaku Usaha Baru

PT Pertamina (Persero) secara resmi memulai pelaksanaan program UMiMAX 2026 yang didesain untuk memperluas jangkauan pemberdayaan ekonomi di kalangan warga rentan. Melalui inisiatif ini, perusahaan menargetkan penambahan 1.000 penerima manfaat baru yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Program yang diresmikan pada Sabtu, 12 Juli 2026, di Jakarta, menawarkan tiga pilar utama, yaitu bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah mengangkat kelompok prasejahtera yang memiliki potensi wirausaha namun terkendala akses permodalan dan kapasitas teknis.

Fokus pada Pengusaha Mikro

Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina, Budi Santoso, menjelaskan bahwa UMiMAX 2026 menyasar secara spesifik para pelaku usaha ultra mikro yang selama ini belum tersentuh program serupa. "Kami menyasar mereka yang bergerak di sektor informal, seperti pedagang keliling, penjaja makanan skala kecil, hingga pengrajin rumahan. Bantuan tidak hanya uang, tetapi juga pengetahuan agar usaha mereka berkelanjutan," ujar Budi dalam keterangan pers.

Dari total target 1.000 penerima, sekitar 40 persen di antaranya adalah perempuan kepala keluarga dan penyandang disabilitas. Pertamina telah memetakan wilayah prioritas di 15 provinsi, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Struktur Bantuan dan Pendampingan

Bantuan modal yang disediakan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp25 juta per penerima, disesuaikan dengan skala dan jenis usaha. Namun, dana tersebut tidak diberikan sekaligus, melainkan dicairkan bertahap berdasarkan pencapaian milestone usaha yang telah ditetapkan. "Ini untuk memastikan dana benar-benar diputar untuk pengembangan, bukan konsumsi," kata Budi.

Selain modal, peserta diwajibkan mengikuti pelatihan selama 90 hari kerja yang mencakup manajemen keuangan dasar, pemasaran digital, pengemasan produk, hingga legalitas usaha. Pertamina menggandeng Lembaga Pengembangan Usaha Mikro (LPUM) serta sejumlah perguruan tinggi negeri untuk menjadi mitra pelatihan.

"Kami tidak sekadar menyalurkan dana. Ada kurikulum standar yang mengadopsi praktik internasional, namun disesuaikan dengan konteks lokal. Harapannya, setelah masa program selesai, mereka benar-benar mandiri," tegas Direktur Utama Pertamina, Indra Prasetyo, saat menghadiri seremoni peluncuran.

Kriteria dan Mekanisme Seleksi

Untuk menjaring penerima yang tepat sasaran, Pertamina membuka pendaftaran secara daring melalui situs resmi mulai 14 Juli hingga 31 Agustus 2026. Proses seleksi melibatkan verifikasi lapangan oleh tim gabungan yang terdiri dari perwakilan Pertamina, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil. Kriteria utama mencakup kepemilikan usaha yang telah berjalan minimal enam bulan, pendapatan harian di bawah Rp150.000, serta tidak memiliki akses kredit perbankan formal.

Rapat Koordinasi yang digelar pada Kamis, 10 Juli 2026, di Kantor Pusat Pertamina, menetapkan bahwa seleksi akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan auditor independen dari Universitas Indonesia. "Kami ingin menghindari tumpang tindih dengan program bantuan lain dan memastikan zero miss-targeting," ungkap Budi.

Dampak dan Keberlanjutan

Program UMiMAX sejatinya telah berjalan sejak 2023 dan telah menjangkau 2.500 penerima manfaat di seluruh Indonesia hingga akhir 2025. Dari hasil evaluasi internal, 78 persen di antaranya mengalami peningkatan omzet rata-rata 150 persen dalam waktu satu tahun pascaprogram. Pertamina menargetkan agar pada 2026 angka tersebut meningkat menjadi 85 persen.

Guna menjaga keberlanjutan, Pertamina menyiapkan mekanisme mentoring kelompok usaha (business group mentoring) yang mempertemukan alumni program dengan penerima baru. Dengan begitu, terbentuk ekosistem wirausaha yang saling mendukung. Keputusan untuk melanjutkan program ini juga telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2026 sebagai bagian dari pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Sebagai tindak lanjut, Pertamina akan menggelar Rapat Pleno Evaluasi setiap triwulan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Hasil pleno tersebut akan menjadi bahan penetapan kebijakan penyaluran bantuan tahap berikutnya.

Menyusul peluncuran ini, Menteri Koperasi dan UKM, Ahmad Rizki, menyambut baik dan menegaskan kesiapan kementeriannya untuk menyinergikan data Basis Data Tunggal (BDT) milik pemerintah guna memastikan ketepatan sasaran. Sinergi ini diharapkan menghindari duplikasi dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Sampai berita ini disusun, antusiasme masyarakat terpantau tinggi. Dalam dua hari prapendaftaran, lebih dari 300 formulir telah diunduh dari laman resmi. Diharapkan, UMiMAX 2026 mampu menjadi katalisator kebangkitan ekonomi kerakyatan pascapandemi dan tekanan inflasi global.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User