NasDem Belum Tentukan Dukungan di Pilkada Sumatera Utara
JAKARTA — Partai NasDem menegaskan belum mengambil keputusan final terkait arah dukungan pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP NasDem, Prananda Sur...
JAKARTA — Partai NasDem menegaskan belum mengambil keputusan final terkait arah dukungan pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP NasDem, Prananda Surya Paloh, menyatakan bahwa partainya masih menjalankan mekanisme penjaringan internal secara menyeluruh terhadap dua nama yang mengemuka, yaitu mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.
"Kami belum memastikan dukungan kepada salah satu figur. Proses penjaringan dan komunikasi politik dengan seluruh potensi kandidat masih berlangsung," ujar Prananda dalam konferensi pers di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2025). Ia menambahkan bahwa keputusan akhir akan ditetapkan melalui Rapat Pleno DPP setelah menerima rekomendasi dari Bappilu dan hasil survei elektabilitas yang tengah dikaji.
Mekanisme Penjaringan dan Survei Internal
Bappilu NasDem telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemetaan politik di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Berdasarkan hasil sementara, tingkat keterpilihan Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution tercatat bersaing ketat. Edy unggul di basis pemilih tradisional seperti Tapanuli dan Sumatera bagian selatan, sementara Bobby memperoleh dukungan kuat di Medan dan sekitarnya. Partai NasDem sendiri memiliki lima kursi di DPRD Sumut, sehingga memerlukan koalisi dengan partai lain untuk mencapai ambang batas pencalonan minimal sepuluh kursi.
"Kami tidak hanya mengandalkan survei, tetapi juga masukan dari struktur partai di tingkat daerah. Keputusan ini harus mencerminkan kehendak akar rumput dan strategi besar partai," tutur Prananda. Ia mengonfirmasi bahwa hasil rekapitulasi penjaringan akan diserahkan kepada Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, sebelum diputuskan dalam forum pleno.
Profil Elektabilitas dan Dinamika Dua Kandidat
Edy Rahmayadi merupakan purnawirawan TNI berpangkat terakhir Letnan Jenderal. Ia menjabat Gubernur Sumatera Utara periode 2018–2023 dan sebelumnya dikenal sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Pada pemilihan legislatif 2024, Edy menjadi salah satu figur yang digadang-gadang sejumlah partai untuk kembali maju. Jaringan emosionalnya dengan komunitas veteran dan tokoh agama menjadikannya kekuatan elektoral yang sulit diabaikan.
Sementara itu, Bobby Nasution adalah Wali Kota Medan yang masih menjabat hingga 2026. Sebagai menantu Presiden Joko Widodo, Bobby memiliki akses luas ke panggung nasional dan dikenal dengan program penataan kota, seperti revitalisasi Pasar Traditional dan penataan kawasan heritage. Elektabilitasnya meningkat setelah berhasil memimpin Medan melalui masa pemulihan pascapandemi. Keduanya membawa basis massa dan mesin politik yang berbeda, sehingga NasDem memposisikan diri sebagai poros penentu koalisi.
Pertimbangan Koalisi dan Waktu Deklarasi
Waktu deklarasi dukungan menjadi pertimbangan krusial bagi NasDem. Terdapat opsi bergabung dengan koalisi besar yang mendukung Bobby, yang di antaranya telah diisyaratkan oleh Partai Gerindra dan Partai Solidaritas Indonesia. Di sisi lain, Edy Rahmayadi tengah intensif berkomunikasi dengan PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa. Prananda menegaskan bahwa NasDem tidak akan tergesa-gesa meskipun tenggat pendaftaran pasangan calon ke KPU semakin dekat.
"Kami ingin memastikan bahwa calon yang didukung memiliki visi pembangunan yang selaras dengan platform partai, yaitu restorasi Indonesia melalui penguatan sektor maritim, pertanian, dan ekonomi kerakyatan. Sumatera Utara adalah provinsi strategis, sehingga keputusan tidak bisa diambil secara emosional," tegas Prananda.
DPP NasDem dijadwalkan menggelar Rapat Koordinasi Wilayah pada akhir Juni 2025 untuk menyamakan persepsi dengan pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, pendaftaran kandidat akan dibuka pada Agustus 2025. NasDem menargetkan deklarasi resmi satu bulan sebelum pendaftaran guna mematangkan strategi pemenangan. Hingga kini, komunikasi dengan kedua kubu calon berlangsung cair dan penuh kehati-hatian.
Comments (0)