MPLS SDN Jaksel Dibubarkan Usai Terima Ancaman Bom

Jakarta – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, dihentikan secara mendadak pada Senin pagi (...

Jul 13, 2026 - 16:44
0 1
MPLS SDN Jaksel Dibubarkan Usai Terima Ancaman Bom

Jakarta – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, dihentikan secara mendadak pada Senin pagi (13/7) setelah pihak sekolah menerima teror ancaman bom melalui aplikasi pesan instan WhatsApp. Tim Penjinak Bahan Peledak Gegana dari Polda Metro Jaya segera diterjunkan untuk melakukan penyisiran menyeluruh di seluruh area sekolah, namun hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan satu pun bahan mencurigakan maupun bahan peledak.

Kronologi Ancaman dan Evakuasi Darurat

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, ancaman bom itu masuk melalui pesan WhatsApp ke salah satu nomor milik tenaga kependidikan sekitar pukul 07.20 WIB. Isi pesan secara eksplisit menyebutkan bahwa sebuah bom telah diletakkan di lingkungan sekolah dan akan meledak dalam hitungan waktu tertentu. Pada saat yang sama, para siswa baru yang mengenakan seragam putih-merah sudah mulai berdatangan dan berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti rangkaian MPLS hari pertama.

Menyadari potensi bahaya, Kepala Sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi pihak kepolisian dan memerintahkan pembubaran seluruh aktivitas. “Begitu menerima informasi itu, tanpa berpikir panjang saya putuskan untuk membatalkan seluruh kegiatan dan segera mengevakuasi semua murid ke luar dari gedung. Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan,” ujar Kepala SDN Srengseng Sawah 15 Pagi yang namanya enggan disebutkan, saat ditemui di depan gerbang sekolah. Para guru dengan sigap mengarahkan siswa dan orang tua yang masih mengantar untuk berkumpul di titik aman yang berada di luar radius jangkauan, yaitu di lapangan terbuka sekitar 200 meter dari bangunan utama sekolah.

Suasana sempat dipenuhi kepanikan. Sejumlah siswa menangis karena terkejut dengan instruksi evakuasi tiba-tiba, sementara beberapa orang tua yang telah pulang terpaksa berbalik arah setelah menerima telepon dari guru. Salah satu orang tua murid, Ratih, mengungkapkan kegelisahannya. “Saya sampai lemas mendengar kabar ada ancaman bom. Anak saya masih kecil, baru pertama kali masuk SD, malah dihadapkan situasi seperti ini. Tapi syukurnya guru-guru cepat menangani dan polisi langsung datang,” tuturnya dengan suara bergetar.

Penyisiran Gegana dan Hasil Investigasi Awal

Tim Gegana yang tiba di lokasi sekitar pukul 08.10 WIB langsung melakukan sterilisasi terhadap seluruh ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, toilet, hingga area taman sekolah. Prosedur penyisiran dilakukan secara berlapis dengan menggunakan peralatan pendeteksi logam, cermin pengintai, dan penanganan manual oleh personel berpakaian khusus anti-ledak. Operasi tersebut berlangsung hampir dua jam, disaksikan oleh para orang tua dan warga sekitar yang berdiri di balik garis polisi yang dipasang ratusan meter dari pagar sekolah.

Kepala Kepolisian Sektor Jagakarsa, Kompol Dedi Supriyadi, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa setelah pengecekan menyeluruh, tidak ditemukan satu pun benda yang mengarah pada bahan peledak. “Kami sampaikan bahwa situasi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi sudah dinyatakan steril sepenuhnya pukul 10.15 WIB. Hasil penyisiran nihil bom. Tidak ada temuan mencurigakan dan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini,” tegasnya. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa tangkapan layar pesan WhatsApp yang menjadi sumber ancaman untuk didalami lebih lanjut oleh unit siber.

Kompol Dedi menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pemilik nomor telepon yang mengirim teror tersebut. Jajaran Reskrim Polsek Jagakarsa berkoordinasi dengan Cyber Crime Polda Metro Jaya guna melacak alamat IP dan perangkat yang digunakan. “Kami akan mengusut tuntas kasus ini. Pelaku penyebar teror dapat dijerat dengan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana penjara yang serius,” lanjutnya.

Dampak Psikologis dan Langkah Pemulihan

Meskipun secara fisik tidak ada kerugian material, dampak kejiwaan yang dialami siswa, guru, dan orang tua tidak dapat diabaikan. Psikolog anak dari Universitas Indonesia, Dr. Dewi Haryanti, yang dihubungi terpisah, mengingatkan bahwa pengalaman traumatis semacam ini memerlukan penanganan psikososial sesegera mungkin. “Anak usia sekolah dasar mempersepsi ancaman dengan cara yang sangat konkret. Kepanikan yang mereka saksikan hari ini bisa terekam kuat dalam memori. Sekolah dan orang tua perlu menciptakan suasana aman melalui komunikasi yang menenangkan, bukan justru mengulang-ulang cerita horor tentang bom,” paparnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Selatan menyatakan akan menurunkan tim pendamping psikolog ke sekolah pada Selasa (14/7). Tim tersebut akan melaksanakan sesi konseling kelompok bagi siswa, sekaligus memberikan pembekalan kepada para guru mengenai deteksi dini dan protokol penanganan situasi darurat di lingkungan pendidikan. Pihak sekolah juga mengumumkan bahwa MPLS akan diliburkan selama dua hari dan baru akan dilanjutkan setelah seluruh warga sekolah dirasa siap secara mental dan seluruh sistem keamanan dievaluasi.

Sebagai bagian dari evaluasi, SDN Srengseng Sawah 15 Pagi akan menerapkan sistem registrasi tamu yang lebih ketat, pemasangan kamera pengawas tambahan, serta pelatihan tanggap darurat rutin bagi seluruh staf. Kepala Sekolah berkomitmen: “Kami akan bekerja sama dengan Polsek Jagakarsa untuk menggelar simulasi keamanan sekolah sebulan sekali. Kami ingin memastikan anak-anak dan orang tua kembali merasa nyaman dan percaya bahwa sekolah adalah rumah kedua yang aman.” Sementara itu, kegiatan belajar-mengajar bagi siswa kelas 2 hingga 6 yang semestinya juga dimulai pekan ini tetap berjalan normal dengan pengamanan ekstra dari pihak kepolisian yang akan berpatroli di sekitar kompleks sekolah selama jam operasional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User