Oct 15, 2026
Politik

MotoGP Mandalika 2026 Gerakkan Ekonomi Lombok

Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tidak s...

MotoGP Mandalika 2026 Gerakkan Ekonomi Lombok

Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tidak sekadar menjadi ajang adu kecepatan para pembalap dunia. Gelaran berskala internasional tersebut ditetapkan sebagai momentum strategis yang menindaklanjuti pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dengan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh Pulau Lombok.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, geliat perputaran ekonomi terlihat pada sejumlah sektor, mulai dari okupansi perhotelan yang meningkat, sentra kerajinan tenun yang ramai dikunjungi wisatawan, hingga penjualan cendera mata dan merchandise resmi yang mengalami lonjakan permintaan selama tiga hari penyelenggaraan balapan.

Sentra Tenun Sukarara Rasakan Lonjakan Penjualan

Salah satu kelompok usaha yang mencatatkan peningkatan signifikan adalah Mina Tenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah. Sentra kerajinan tersebut merupakan kelompok binaan Pertamina yang memproduksi beragam barang berbahan kain tenun, antara lain udeng, selendang, selayer, kain, kaus, tas, dompet, taplak, serta aneka aksesori lainnya.

Produk yang dijual memiliki rentang harga yang cukup lebar, mulai dari ratusan ribu rupiah untuk udeng, dompet, dan taplak, hingga mencapai Rp 3 juta lebih untuk kain tenun yang telah berbentuk songket. Kisaran harga tersebut mencerminkan nilai tambah produk tenun tradisional Lombok yang dipasarkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ama Heru alias Sudiman, warga berusia 50 tahun yang menjabat sebagai Koordinator Mina Tenun, menyatakan bahwa kehadiran MotoGP 2026 membawa berkah tersendiri bagi para pengrajin. Ia mengungkapkan bahwa sebelum penyelenggaraan balapan, kunjungan tamu sempat sepi sehingga penjualan berada pada kisaran Rp 2 juta sampai Rp 10 juta per bulan.

"Jadi dampaknya terhadap MotoGP sangat membahagiakan sekali. Sebelum ini kan tamu agak sepi sekali setelah ada event MotoGP. Jadi tamu-tamu banyak yang berdatangan ke sini," kata Heru saat diwawancarai di sentra tenun tersebut.

Menurut penuturannya, peningkatan penjualan pada periode balapan mencapai 70 hingga 80 persen dibandingkan kondisi normal. Angka tersebut ditegaskan Heru sebagai kenaikan yang dihitung dari basis penjualan bulanan sekitar Rp 10 juta, sehingga omzet sentra tenun melonjak secara signifikan selama rangkaian acara berlangsung.

Kemenangan Bezzecchi Tutup Rangkaian Balapan

Rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ditutup dengan balapan utama pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, keluar sebagai pemenang dan melakukan victory lap sambil melambaikan tangan kepada penonton di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, KEK Mandalika, Lombok Tengah.

Kemenangan tersebut menambah daya tarik gelaran balapan yang telah ditetapkan dalam kalender resmi MotoGP dunia. Kehadiran pembalap-pembalap papan atas internasional dinilai menjadi faktor utama yang mendorong mobilitas wisatawan ke kawasan Lombok, sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga berskala global.

Dampak Berganda bagi Pelaku Usaha di Lombok

Selain sektor kerajinan tenun, geliat ekonomi juga tercatat pada sektor akomodasi dan perdagangan ritel. Okupansi hotel di kawasan Mandalika dan sekitarnya mengalami peningkatan seiring kedatangan wisatawan, tim balap, serta awak media internasional yang meliput penyelenggaraan balapan.

Penjualan merchandise resmi MotoGP turut menjadi penyumbang perputaran uang selama gelaran berlangsung. Berbagai produk suvenir, kaus, topi, dan aksesori bertema balapan dijual di area sirkuit maupun di pusat-pusat perbelanjaan di Lombok, memberikan peluang usaha bagi pedagang setempat.

Dengan capaian tersebut, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menegaskan peran event olahraga internasional sebagai katalis pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait diharapkan menindaklanjuti momentum ini melalui program pembinaan usaha berkelanjutan, agar manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan selama periode balapan, melainkan berlanjut sepanjang tahun bagi masyarakat Lombok dan Nusa Tenggara Barat secara keseluruhan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User