Menko Polhukam Perintahkan Baintelkam Susun Rencana Intelijen Pilkada 2024

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto menegaskan keputusan strategis kepada Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Kepolisian ...

Menko Polhukam Perintahkan Baintelkam Susun Rencana Intelijen Pilkada 2024

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto menegaskan keputusan strategis kepada Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Kepolisian Republik Indonesia untuk menyusun perencanaan intelijen yang tajam dalam menyikapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi internal di Jakarta yang membahas kesiapan pengamanan tahapan pemilu serentak di 545 wilayah administrasi yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024. Dalam rapat tersebut, Hadi Tjahjanto menindaklanjuti arahan keamanan nasional dengan meminta aparat intelijen kepolisian memetakan secara komprehensif seluruh potensi ancaman, gangguan, dan hambatan yang berpotensi mengganggu stabilitas selama proses demokrasi berlangsung.

Evaluasi Ancaman dan Pemetaan Risiko

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polhukam menyatakan bahwa Baintelkam Polri harus bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota serta peraturan pelaksanaannya. Ia menekankan perlunya pendekatan intelijen preventif untuk mendeteksi dini berbagai risiko, termasuk politik uang, penyebaran isu hoaks, potensi konflik sosial antar pendukung pasangan calon, serta ancaman radikalisme yang dapat memanfaatkan dinamika elektoral. Rapat Koordinasi yang digelar secara tertutup itu dihadiri oleh jajaran pimpinan Baintelkam Polri serta pejabat eselon I Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Dalam rapat pleno, Hadi Tjahjanto meminta seluruh stakeholder keamanan untuk tidak mengabaikan faktor geografis dan demografis di masing-masing daerah yang memiliki karakteristik kerentanan berbeda.

"Baintelkam harus menyusun rencana operasi intelijen yang tajam dan terukur agar seluruh tahapan Pilkada 2024 berjalan aman, lancar, dan kondusif," tegas Menko Polhukam Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto dalam Rapat Koordinasi di Jakarta.

Menurut Hadi, peran intelijen bukan hanya bersifat represif, melainkan harus mampu memberikan early warning kepada penyelenggara pemilu dan aparat keamanan lainnya. Ia menambahkan bahwa data dan informasi yang dikumpulkan harus difungsikan sebagai dasar pengambilan kebijakan operasional di lapangan. Keterlibatan intelijen keamanan Polri dinilai menjadi komponen krusial mengingat besarnya jumlah daerah yang menyelenggarakan pemilihan serentak, yakni sebanyak 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota di seluruh Indonesia. Dengan angka tersebut, tantangan pengamanan dianggap jauh lebih kompleks dibandingkan dengan pemilu legislatif maupun pemilu presiden.

Koordinasi Antar-Instansi dan Pengawasan Partisipatif

Lebih lanjut, rapat koordinasi tersebut juga membahas mekanisme sinkronisasi antara Baintelkam Polri dengan Badan Intelijen Negara (BIN), TNI, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Menko Polhukam menegaskan bahwa kerja sama antar-instansi harus diperkuat melalui forum koordinasi rutin agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun celah informasi yang bisa dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Dalam konteks ini, Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat juga diharapkan dapat mengawasi alokasi anggaran pengamanan Pilkada agar tepat sasaran dan transparan. Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa keputusan untuk meningkatkan kewaspadaan intelijen telah ditetapkan sebagai bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam menjaga kedaulatan hukum dan ketertiban masyarakat selama masa tenang dan masa pemungutan suara.

Di sisi lain, Baintelkam Polri diminta untuk mengintegrasikan hasil pengamanan intelijen dengan operasional Kepolisian di tingkat Polda dan Polres masing-masing wilayah. Hal ini dimaksudkan agar setiap detil pergerakan dan aktivitas yang berpotensi merusak stabilitas dapat ditangani secara cepat dan proporsional. Dalam rapat pleno, dibahas pula pentingnya netralitas aparat keamanan, di mana seluruh personel intelijen dilarang melakukan tindakan yang dapat ditafsirkan sebagai dukungan terhadap calon tertentu. Menko Polhukam menambahkan bahwa pelanggaran netralitas oleh aparat negara akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penguatan Personel dan Alokasi Sumber Daya

Terkait sumber daya manusia, Hadi Tjahjanto meminta jajaran Baintelkam untuk memastikan personel yang ditugaskan memiliki kapasitas analisis intelijen yang memadai. Pelatihan khusus dan simulasi penanganan krisis keamanan pemilu disiapkan guna meningkatkan kesiapan satuan intelijen di daerah-daerah rawan. Ia menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokaskan dukungan anggaran dan logistik yang diperlukan untuk operasional intelijen pemilu, namun penggunaannya harus dipertanggungjawabkan secara ketat. Dalam rapat koordinasi tersebut, ditetapkan pula jadwal pemantauan berkala yang akan dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ke berbagai wilayah prioritas.

Menko Polhukam menegaskan bahwa kesuksesan Pilkada Serentak 2024 sangat bergantung pada efektivitas sistem peringatan dini dan koordinasi lintas sektoral. Ia menyatakan kepercayaannya bahwa dengan perencanaan matang dari Baintelkam Polri, seluruh proses pemilihan kepala daerah dapat terlaksana dengan damai dan menghasilkan pemimpin yang legitimnya kuat. Rapat Koordinasi diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi teknis operasional dalam waktu dua pekan ke depan guna memastikan kesiapan menghadapi setiap kemungkinan skenario keamanan selama pelaksanaan Pilkada 2024.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User