Nasdem Pertimbangkan Edy Rahmayadi atau Bobby Nasution di Pilgub Sumut
JAKARTA — Partai Nasdem hingga kini belum menetapkan sikap resmi mengenai sosok yang akan diusung sebagai calon gubernur pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut). Dua nama disebut berad...
JAKARTA — Partai Nasdem hingga kini belum menetapkan sikap resmi mengenai sosok yang akan diusung sebagai calon gubernur pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut). Dua nama disebut berada dalam pertimbangan serius Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai, yakni Gubernur Sumatera Utara petahana Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.
Kondisi tersebut membuat peta politik menjelang pilkada serentak di provinsi berpenduduk terbesar di Pulau Sumatera itu masih cair. Partai yang dipimpin Surya Paloh ini menyatakan keputusan akhir akan diambil melalui mekanisme internal sebelum tahapan pendaftaran pasangan calon dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dua Figur dengan Modal Politik Berbeda
Edy Rahmayadi dinilai memiliki keunggulan sebagai kepala daerah petahana. Mantan perwira tinggi TNI Angkatan Darat itu dianggap telah memiliki jaringan birokrasi serta basis dukungan yang terbentuk selama memimpin Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Rekam jejaknya sebagai gubernur menjadi modal utama dalam upaya mempertahankan dukungan pemilih.
Di sisi lain, Bobby Nasution merepresentasikan generasi politik yang lebih muda. Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Joko Widodo itu dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi segmen pemilih muda serta pemilih di kawasan perkotaan. Kepemimpinannya di ibu kota Provinsi Sumatera Utara membuat namanya kian diperhitungkan dalam bursa calon gubernur.
Sejumlah kalangan internal partai mengakui, keberadaan dua figur tersebut justru membuat proses pengambilan keputusan berjalan lebih hati-hati. DPP Partai Nasdem disebut tidak ingin gegabah menentukan pilihan karena konsekuensi politiknya sangat besar bagi masa depan partai di wilayah tersebut.
Elektabilitas Menjadi Pertimbangan Utama
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertimbangan utama partai dalam menentukan calon gubernur meliputi hasil survei elektabilitas, kesiapan mesin politik, serta peluang membangun koalisi dengan partai politik lain. Faktor penerimaan publik terhadap masing-masing figur juga menjadi bahan kajian mendalam sebelum rekomendasi resmi diterbitkan.
"Semua masih dalam proses pembahasan. Partai akan menyampaikan keputusan resmi pada waktunya melalui mekanisme yang telah ditetapkan," ujar seorang fungsionaris DPP Partai Nasdem yang enggan disebutkan namanya.
Ia menegaskan, partai membuka ruang bagi seluruh kader maupun figur eksternal yang dinilai memiliki kapasitas dan elektabilitas memadai. Menurutnya, keputusan yang diambil akan berorientasi pada kepentingan masyarakat Sumatera Utara, bukan semata-mata pertimbangan pragmatis jangka pendek.
Dinamika Koalisi di Sumatera Utara
Partai Nasdem merupakan salah satu kekuatan politik signifikan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara. Meski demikian, partai tersebut tetap memerlukan dukungan partai politik lain untuk memenuhi ketentuan ambang batas pencalonan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kondisi itu membuat komunikasi politik lintas partai terus berlangsung intensif. Sejumlah partai politik dilaporkan telah melakukan penjajakan koalisi, baik dengan mengusung calon sendiri maupun bergabung dalam barisan pendukung figur tertentu. Sikap Nasdem yang belum final dinilai turut memengaruhi perhitungan partai-partai lain dalam menentukan arah dukungan.
"Pilkada Sumatera Utara selalu menarik karena menjadi barometer politik di kawasan barat Indonesia. Partai tentu mempertimbangkan banyak aspek sebelum mengambil keputusan," kata seorang kader senior Partai Nasdem di Sumatera Utara.
Menunggu Keputusan Resmi Partai
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai nama calon gubernur yang akan diusung Partai Nasdem. Partai menyatakan akan mengumumkan keputusan tersebut setelah seluruh proses penjaringan dan pembahasan internal rampung dilaksanakan.
Para pemangku kepentingan politik di Sumatera Utara kini menanti kepastian sikap partai tersebut. Keputusan Nasdem diprediksi akan menjadi penentu arah konstelasi Pilgub Sumut, mengingat posisi strategis partai itu dalam peta perpolitikan daerah.
Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan tahapan pilkada melalui informasi resmi yang disampaikan penyelenggara pemilihan umum. Kepastian mengenai pasangan calon yang berkompetisi baru akan diketahui setelah proses pendaftaran dan verifikasi di KPU selesai dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Comments (0)