Mendagri Apresiasi Sulsel sebagai Tuan Rumah Syukuran Dekranas-HKG PKK

Makassar, 12 Juli 2026 – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai sukses menyelenggarakan puncak peringatan Syukuran D...

Jul 12, 2026 - 22:04
0 0
Mendagri Apresiasi Sulsel sebagai Tuan Rumah Syukuran Dekranas-HKG PKK

Makassar, 12 Juli 2026 – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai sukses menyelenggarakan puncak peringatan Syukuran Dewan Kerajinan Nasional dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026. Dalam acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Claro Makassar, Sabtu (12/7), Mendagri menekankan bahwa kegiatan strategis ini tidak sekadar seremoni, melainkan telah memicu geliat ekonomi kerakyatan berbasis kriya dan peran perempuan.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman hadir langsung menerima penghargaan dari jajaran pengurus Dekranas atas kontribusi konkret daerah dalam mengembangkan ekosistem kerajinan nasional. Penghargaan tersebut merupakan simbol pengakuan terhadap upaya provinsi yang berhasil membina ribuan perajin dan mendorong produk lokal menembus pasar regional.

Penyelenggaraan di Bumi Anging Mammiri

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 9 Juli 2026 ini memusatkan perhatian pada dua agenda utama, yaitu apresiasi terhadap gerakan PKK dan pameran kerajinan nasional. Provinsi Sulawesi Selatan terpilih sebagai tuan rumah setelah melalui evaluasi yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Pusat bersama Dekranas. Kriteria yang dinilai antara lain kesiapan infrastruktur, dukungan anggaran daerah, serta jumlah dan kualitas perajin binaan.

Menurut data Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan, terdapat lebih dari 12.350 unit usaha kerajinan yang tersebar di 24 kabupaten dan kota. Provinsi ini dikenal sebagai sentra tenun sutra, ukiran kayu Toraja, perhiasan emas, dan anyaman bambu. Dalam pameran yang digelar selama tiga hari, tercatat 200 stan UKM dengan total transaksi mencapai Rp14,7 miliar, termasuk kontrak pembelian oleh buyer dari Singapura dan Jepang.

“Saya melihat langsung atmosfer yang hidup di pameran ini. Produk-produk yang ditampilkan tidak kalah kualitasnya dengan kriya dari pusat kerajinan dunia. Ini bukti bahwa perajin kita mampu bersaing,”

ungkap Menteri Tito Karnavian seusai meninjau area pameran. Ia menegaskan bahwa sinergi antara Dekranas dan PKK menjadi instrumen tepat untuk menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi di akar rumput.

Apresiasi Langsung untuk Pemerintah Daerah

Dalam sesi pemberian penghargaan, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman didampingi Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan dan Ketua TP PKK Provinsi menerima plakat langsung dari Ketua Umum Dekranas. Penghargaan ini diberikan karena Sulawesi Selatan dinilai menjadi provinsi dengan peningkatan jumlah perajin binaan tertinggi dalam dua tahun terakhir, serta keberhasilan mengintegrasikan kurikulum keterampilan kriya ke dalam program PKK di tingkat desa.

“Penghargaan ini bukan milik saya pribadi, tetapi milik seluruh perajin dan kader PKK di Sulawesi Selatan yang telah bekerja keras. Kami ingin momentum ini terus berlanjut dalam bentuk kebijakan yang nyata,”

kata Andi Sudirman di hadapan peserta yang terdiri dari para ketua TP PKK provinsi se-Indonesia, pengurus Dekranas pusat, serta perwakilan kementerian terkait.

Gubernur juga memaparkan bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, dialokasikan dana sebesar Rp28 miliar khusus untuk pengembangan sektor kerajinan, meliputi pelatihan, sertifikasi, dan fasilitasi pemasaran digital. Kebijakan ini, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Kearifan Lokal.

Mendorong UMKM Naik Kelas

Puncak peringatan HKG PKK ke-54 dan Syukuran Dekranas ini dirancang tidak hanya sebagai ajang seremonial, tetapi juga katalis bagi pelaku UMKM untuk naik kelas. Dalam sesi business matching yang difasilitasi Kementerian Perdagangan, sedikitnya 45 pelaku UMKM dari Sulawesi Selatan berhasil menjalin kesepakatan dagang dengan importir dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Uni Emirat Arab. Komoditas yang diminati meliputi sarung sutra Sengkang, kopi Toraja kemasan premium, dan kerajinan perak Kotagede-imitasi yang dikembangkan perajin di Kabupaten Gowa.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, yang hadir mewakili Menteri Perdagangan, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi percontohan bagaimana even berskala nasional mampu menciptakan dampak ekonomi langsung. Ia menyampaikan data bahwa nilai kontrak dagang yang dihasilkan dalam acara serupa di tahun sebelumnya secara nasional mencapai Rp82 miliar, dan Sulawesi Selatan tahun ini diperkirakan menyumbang peningkatan signifikan.

Sementara itu, dari sisi pemberdayaan, Ketua Umum Tim Penggerak PKK menyoroti keberhasilan program unggulan “Desa Kreatif Mandiri” yang diinisiasi di bawah koordinasi PKK Sulawesi Selatan. Program ini mendorong kaum perempuan di pedesaan untuk menjadikan keterampilan membuat kerajinan sebagai sumber penghasilan utama, bukan sekadar sampingan. Tercatat 180 desa di Sulawesi Selatan telah memiliki kelompok usaha bersama yang fokus pada produk kriya. “Ini adalah praktik baik yang harus direplikasi secara nasional,” tegasnya.

Komitmen Keberlanjutan

Menutup rangkaian acara, Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan agar seluruh provinsi menjadikan model kolaborasi antara Dekranas dan PKK di Sulawesi Selatan sebagai acuan. Instruksi ini akan dituangkan dalam surat edaran bersama yang ditargetkan terbit pada awal Agustus 2026. Substansi surat edaran itu menekankan kewajiban pemerintah daerah untuk menyediakan alokasi ruang pamer permanen bagi produk kerajinan unggulan dan mengintegrasikan kegiatan Dekranasda dengan program kerja PKK secara lebih sistematis.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menutup pidato kebudayaannya dengan menyatakan bahwa keberhasilan ini akan menjadi pijakan awal untuk menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat kerajinan nasional. Pemerintah daerah, katanya, segera melakukan studi banding ke pusat kerajinan di Thailand dan India sebagai bagian dari persiapan menuju International Craft Fair yang rencananya akan diselenggarakan di Makassar pada pertengahan 2027. “Kami ingin industri kerajinan bukan sekadar warisan budaya, melainkan pilar ekonomi yang membanggakan,” pungkasnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User