Menkop dan Wamenkop Ziarah ke Rumah Bung Hatta, Perkuat Komitmen Gerakan Koperasi

MENTERI Koperasi Ferry Juliantono bersama Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah melakukan kunjungan ke kediaman Proklamator Mohammad Hatta di Jakarta, Sabtu (12/7/2026). Kedatangan keduanya dalam ran...

Jul 12, 2026 - 22:04
0 0
Menkop dan Wamenkop Ziarah ke Rumah Bung Hatta, Perkuat Komitmen Gerakan Koperasi

MENTERI Koperasi Ferry Juliantono bersama Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah melakukan kunjungan ke kediaman Proklamator Mohammad Hatta di Jakarta, Sabtu (12/7/2026). Kedatangan keduanya dalam rangka menghormati jasa Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia serta meneguhkan kembali arah perjuangan gerakan koperasi nasional.

Dalam suasana penuh khidmat, Ferry dan Farida menelusuri ruang-ruang bersejarah yang menyimpan jejak pemikiran Hatta tentang ekonomi kerakyatan. Keduanya tampak berdiskusi mengenai relevansi gagasan Hatta di tengah upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi berbasis koperasi. Tidak ada agenda seremonial yang berlebihan; kunjungan ini dikemas sebagai refleksi kebangsaan yang dikaitkan langsung dengan tugas kementerian.

Menegaskan Kembali Jati Diri Koperasi Indonesia

Dalam keterangan singkat seusai kunjungan, Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa pihaknya sengaja menyempatkan waktu di tengah padatnya jadwal untuk menyerap spirit perjuangan Bung Hatta. "Kami ingin memastikan bahwa kebijakan koperasi yang kami jalankan tidak tercerabut dari akar sejarahnya. Bung Hatta telah meletakkan dasar bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan alat perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Ferry.

Ferry menambahkan, kunjungan ini juga menjadi titik awal penyusunan cetak biru kebangkitan koperasi yang lebih kontekstual. Ia menyebut bahwa banyak nilai yang diwariskan Hatta, seperti kemandirian, gotong royong, dan demokrasi ekonomi, harus diterjemahkan ke dalam regulasi dan program yang lebih operasional. "Kami akan memastikan koperasi tidak terjebak menjadi entitas kapitalistik yang kehilangan rohnya," cetusnya.

Peran Bung Hatta dalam Fondasi Koperasi Nasional

Mohammad Hatta dikenal luas sebagai arsitek utama gerakan koperasi di Indonesia. Sejak masa pergerakan, Hatta telah menulis dan berpidato tentang pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat. Puncaknya, pada 12 Juli 1947, Hatta menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Koperasi Indonesia, sebuah tonggak yang setiap tahun diperingati. Pemikiran Hatta kemudian diabadikan dalam berbagai ketetapan, termasuk Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Wamenkop Farida Farichah menyatakan bahwa kunjungan ini bukan sekadar napak tilas, melainkan pengingat bahwa koperasi modern harus tetap berpijak pada prinsip identitas ganda anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa. "Bung Hatta mengajarkan bahwa koperasi harus dimiliki dan dikendalikan oleh anggota, bukan oleh pemodal luar. Ini prinsip yang tidak boleh ditawar," tegas Farida. Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan anggota sebagai kunci keberhasilan koperasi, sejalan dengan amanat Hatta yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu pilar utama.

Konteks Kekinian dan Target Kementerian

Kunjungan ini berlangsung pada momen yang strategis. Kementerian Koperasi tengah menyusun revisi Undang-Undang Perkoperasian serta merancang transformasi digital koperasi yang ditargetkan rampung pada triwulan III 2026. Data Kementerian Koperasi per Juni 2026 menunjukkan terdapat lebih dari 123 ribu koperasi aktif dengan total anggota mencapai 27,4 juta orang dan volume usaha di atas Rp182 triliun. Namun demikian, rasio kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) masih berada di kisaran 4,3 persen, angka yang menurut Ferry harus ditingkatkan melalui penguatan tata kelola dan partisipasi generasi muda.

Dalam rapat koordinasi internal pekan sebelumnya, Ferry telah meminta jajarannya untuk mempercepat pendataan koperasi berbasis nomor induk koperasi (NIK) dan memperluas akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). "Kunjungan ke rumah Bung Hatta ini menambah energi kami untuk menghadirkan koperasi yang berdaya saing namun tetap setia pada nilai dasar," ucap Ferry.

Harapan dari Generasi Penerus

Keluarga Bung Hatta yang menyambut kedatangan rombongan kementerian menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap warisan pemikiran Hatta. Mereka berharap kunjungan ini bukan hanya bersifat simbolis, tetapi diikuti dengan langkah-langkah konkret yang memperkuat posisi koperasi di tengah arus ekonomi digital dan globalisasi. Menanggapi hal tersebut, Ferry memastikan bahwa kementerian akan menggandeng perguruan tinggi dan komunitas untuk merevitalisasi pendidikan koperasi di sekolah-sekolah dan kampus.

Sejarah mencatat, Hatta tidak hanya merumuskan konsep koperasi, tetapi juga menjalani hidup sederhana yang mencerminkan nilai-nilai tersebut. Rumah yang dikunjungi Ferry dan Farida adalah saksi bisu dari kesederhanaan itu, menjadi kontras bagi gaya hidup konsumtif yang kerap dikritik Hatta. "Kesederhanaan Bung Hatta adalah teladan. Koperasi harusnya mendorong anggotanya untuk hidup produktif, bukan konsumtif," ujar Farida menambahkan.

Kunjungan ditutup dengan penandatanganan buku tamu dan sesi foto di depan ruang kerja Hatta. Ferry mengatakan bahwa momentum ini akan dijadwalkan sebagai agenda tahunan kementerian sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada pendiri bangsa. "Setiap kebijakan koperasi harus dipertanyakan: apakah ini yang dikehendaki Bung Hatta?" pungkasnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User