Kebakaran Hunian Padat di Pulogadung Tewaskan Tiga Jiwa
Musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu dini hari (8/11) sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia d...
Musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu dini hari (8/11) sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka bakar serius. Kobaran api yang cepat membesar diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada sebuah stopkontak di salah satu rumah warga.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerjunkan 15 unit mobil pemadam dan 75 personel ke lokasi. “Kami mendapat laporan dari warga sekitar pukul 02.15 WIB. Lima menit kemudian, armada pertama sudah meluncur. Namun, akses masuk ke titik api sangat sempit sehingga beberapa unit harus parkir di jalan raya dan menarik selang sepanjang lebih dari 100 meter,” ujar Satriadi dalam keterangan resminya.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pemadaman
Berdasarkan keterangan saksi mata, Mulyono (52), api pertama kali terlihat menyala dari rumah milik keluarga Suryadi di RT 03/RW 07. “Saya terbangun karena mendengar suara seperti ledakan kecil, lalu terlihat percikan api dari jendela depan rumah Pak Suryadi. Dalam hitungan menit, api langsung membesar dan merambat ke rumah-rumah di sampingnya,” tutur Mulyono di lokasi kejadian.
Konstruksi bangunan semi-permanen yang didominasi kayu dan triplek membuat api dengan cepat melahap belasan rumah. Dinas Gulkarmat mencatat setidaknya 18 unit rumah terdampak, dengan 7 di antaranya mengalami kerusakan berat. Proses pemadaman baru berhasil dikuasai sepenuhnya pada pukul 04.10 WIB setelah petugas melakukan pembasahan dan pendinginan secara intensif.
“Kendala terbesar adalah kepadatan hunian dan gang selebar kurang dari satu meter. Begitu satu rumah terbakar, api langsung menyambar rumah lain. Kami juga sempat terkendala tekanan air yang menurun akibat pemakaian bersama di wilayah tersebut,” jelas Satriadi. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dari kalangan petugas pemadam.
Identitas Korban dan Kerugian Material
Tim Inafis Polres Metro Jakarta Timur yang datang ke lokasi setelah api padam menemukan tiga jenazah di dalam rumah sumber api. Ketiga korban diidentifikasi sebagai Suryadi (45), Nani (40), dan putrinya, Rizky Amalia (12). Mereka diduga terperangkap di dalam kamar saat api membesar dan tidak sempat menyelamatkan diri akibat pintu yang sudah terjilat api. Jenazah langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Seorang korban selamat, Heri Susanto (34), mengalami luka bakar di bagian punggung dan tangan kanan saat mencoba membantu evakuasi. Ia kini dirawat intensif di RSUD Pasar Rebo. Sementara itu, puluhan warga lainnya kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi di Mushala Al-Ikhlas yang berada di ujung gang. BPBD Jakarta Timur mencatat kerugian material akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.
Dugaan Pemicu dan Investigasi Awal
Penyelidikan awal yang dilakukan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri bersama petugas Damkar mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu utama kebakaran. Titik awal api terdeteksi dari area ruang tengah rumah korban, tepat di sekitar stopkontak yang menumpuk empat colokan sekaligus—yang menghidupkan kipas angin, televisi, ponsel yang sedang diisi daya, dan lampu hias.
“Dari olah TKP, kami temukan kabel dengan kondisi isolasi meleleh dan bekas hubungan singkat di terminal stopkontak. Tidak ada indikasi unsur kesengajaan. Ini murni karena kelalaian dalam penggunaan beban listrik berlebih,” ujar Kompol Budi Hartono, Kasubdit Kriminal Umum Polres Jakim, saat ditemui di Posko Terpadu.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga di permukiman padat untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala dan tidak membebani stopkontak melampaui kapasitas. Pemerintah Kota Jakarta Timur berencana menggelar inspeksi kelistrikan gratis serta sosialisasi pencegahan kebakaran di seluruh kecamatan rawan bencana serupa.
Baca juga:
Comments (0)