GORONTALO — Dua mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Idea Fest 6 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Keduanya berhasil menyabet Gold Medal sekaligus penghargaan Best Paper, sebuah capaian yang menegaskan kualitas riset mahasiswa dari perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia.
Prestasi tersebut diumumkan dalam rangkaian penilaian akhir yang berlangsung secara ketat, melibatkan dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi. Kedua mahasiswa UNG dinilai mampu menyajikan gagasan yang orisinal, berbasis data, serta relevan dengan tantangan kekinian.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian ini. Ini membuktikan bahwa mahasiswa UNG mampu bersaing di forum nasional," ujar seorang pejabat di lingkungan UNG saat memberikan keterangan resmi, Selasa.
Proses Kompetisi yang Ketat
Idea Fest 6 merupakan forum kompetisi gagasan dan karya ilmiah yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Peserta dituntut memaparkan hasil kajian secara sistematis, mulai dari latar belakang masalah, metodologi, temuan, hingga rekomendasi kebijakan.
Dalam rapat penjurian, tim UNG dinilai unggul pada aspek ketajaman analisis dan kualitas penyajian. Dewan juri menetapkan keduanya sebagai peraih medali emas, sekaligus menobatkan karya mereka sebagai naskah terbaik pada kategori yang dilombakan.
"Penghargaan Best Paper diberikan karena karya tersebut memiliki kebaruan gagasan dan kontribusi yang jelas terhadap isu yang diangkat," demikian bunyi penilaian yang disampaikan panitia.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari pembimbingan intensif yang dilakukan dosen pembimbing, mulai dari penyusunan proposal, pengumpulan data, hingga simulasi presentasi menjelang babak final.
Dukungan Institusi dan Pembinaan
Pihak UNG menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan pembinaan kemahasiswaan yang dijalankan secara berkelanjutan. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti kompetisi tingkat nasional sebagai bagian dari pengembangan kompetensi di luar ruang kelas.
"Kami menindaklanjuti hasil ini dengan memperkuat program pendampingan, agar prestasi serupa dapat diraih lebih banyak mahasiswa," lanjutnya.
Rektorat juga disebut tengah menyiapkan skema insentif bagi mahasiswa berprestasi, termasuk fasilitasi publikasi ilmiah dan dukungan keikutsertaan pada forum internasional. Langkah itu diambil sebagai bentuk rekognisi atas kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing.
Dampak bagi Reputasi Perguruan Tinggi
Pencapaian dua mahasiswa tersebut dipandang berdampak positif terhadap reputasi UNG di peta pendidikan tinggi nasional. Dalam berbagai pemeringkatan, capaian kompetisi mahasiswa menjadi salah satu indikator kinerja perguruan tinggi selain penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala program studi terkait menyatakan bahwa pihaknya akan mendokumentasikan karya tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa angkatan berikutnya. "Kami akan jadikan ini contoh konkret bahwa mahasiswa daerah mampu berbicara di panggung nasional," tegasnya.
Sementara itu, kalangan akademisi menilai ajang seperti Idea Fest penting untuk membangun budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Kompetisi semacam ini, menurut mereka, melatih kemampuan argumentasi, penulisan ilmiah, serta komunikasi publik yang menjadi bekal utama di dunia kerja.
Dengan capaian ini, UNG tercatat kembali mengirimkan nama di forum kompetisi nasional. Pihak kampus berharap prestasi tersebut memicu semangat mahasiswa lain untuk menempuh jalur serupa pada penyelenggaraan Idea Fest berikutnya.
Comments (0)