Kuntadi, Jaksa Senior Diusulkan Pimpin Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah

Kejaksaan Agung secara resmi mengusulkan nama Kuntadi sebagai calon Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus yang baru. Posisi strategis ini sebelumnya diemban oleh Febrie Adriansyah yang ...

Jul 15, 2026 - 13:27
0 1
Kuntadi, Jaksa Senior Diusulkan Pimpin Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah

Kejaksaan Agung secara resmi mengusulkan nama Kuntadi sebagai calon Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus yang baru. Posisi strategis ini sebelumnya diemban oleh Febrie Adriansyah yang kini memasuki masa akhir jabatannya. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Presiden melalui mekanisme internal yang berlaku di lingkungan Korps Adhyaksa.

Kuntadi bukanlah sosok asing di lingkungan Kejaksaan Agung. Hingga saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Jabatan tersebut menempatkannya di garis terdepan dalam mengawal sejumlah perkara korupsi berskala besar yang menarik perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Kuntadi telah membangun reputasi sebagai jaksa yang konsisten dan metodis dalam membongkar jaringan kejahatan keuangan negara.

Karier Panjang di Lingkungan Korps Adhyaksa

Lahir dari keluarga sederhana, Kuntadi memulai kariernya sebagai jaksa di daerah sebelum akhirnya menapaki jenjang kepemimpinan di tingkat pusat. Ia telah mengabdi lebih dari dua dekade di institusi penegak hukum tersebut. Perjalanan kariernya mencerminkan dedikasi yang tidak instan. Ia meniti posisi dari bawah, memahami seluk-beluk penanganan perkara di berbagai tingkatan, mulai dari kejaksaan negeri, kejaksaan tinggi, hingga akhirnya menempati posisi kunci di Gedung Bundar.

Berbagai posisi strategis pernah diemban oleh Kuntadi sebelum menjabat Direktur Penyidikan. Ia pernah bertugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri di beberapa wilayah, Asisten Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Tinggi, serta sejumlah jabatan struktural lainnya yang memberinya pengalaman luas dalam penegakan hukum. Rekam jejaknya yang panjang di bidang pidana khusus menjadi salah satu pertimbangan utama pengusulan dirinya sebagai calon Jampidsus.

Kolega dan bawahannya menggambarkan Kuntadi sebagai sosok yang tenang namun tajam. Ia dikenal tidak banyak bicara, tetapi setiap keputusan yang diambilnya didasari analisis mendalam terhadap alat bukti dan konstruksi hukum yang kuat. Dalam rapat-rapat koordinasi internal, Kuntadi kerap mendorong agar setiap langkah penyidikan memiliki landasan yuridis yang kokoh sehingga mampu bertahan hingga proses persidangan.

Menangani Deretan Perkara Megakorupsi

Sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus, Kuntadi berada di balik sejumlah pengusutan kasus korupsi dengan nilai kerugian negara triliunan rupiah. Salah satu perkara paling menonjol yang berada dalam lingkup pengawasannya adalah skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Dalam perkara ini, Kuntadi memimpin tim penyidik yang berhasil mengungkap rangkaian transaksi mencurigakan pada produk saving plan dan penempatan saham yang mengakibatkan kerugian negara dalam jumlah fantastis.

Pengusutan kasus mega-korupsi PT Asabri juga berada di bawah arahan Kuntadi. Perkara yang melibatkan sejumlah petinggi perusahaan dan pihak swasta ini mengungkap modus investasi bodong yang menggerogoti dana pensiun prajurit TNI dan Polri. Di bawah supervisinya, tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah aset dan menghadirkan para pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan.

Selain kasus-kasus tersebut, Kuntadi juga terlibat langsung dalam penanganan perkara korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, skandal impor tekstil, serta berbagai kasus penyalahgunaan kewenangan oleh penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah. Setiap perkara ditanganinya dengan pendekatan yang terukur, mengutamakan pengumpulan alat bukti yang sah dan keterangan saksi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Total kerugian negara dari berbagai perkara yang berada dalam pengawasan Direktorat Penyidikan di bawah kepemimpinan Kuntadi mencapai puluhan triliun rupiah. Angka ini menjadikan Jampidsus sebagai salah satu unit kerja paling vital di Kejaksaan Agung dalam upaya pemulihan keuangan negara.

Tantangan dan Ekspektasi Publik

Jika usulan ini disetujui dan Kuntadi resmi dilantik sebagai Jampidsus, sejumlah tantangan besar telah menanti di hadapannya. Pertama, ia harus memastikan kesinambungan penanganan perkara-perkara besar yang saat ini masih bergulir di tahap penyidikan dan penuntutan. Kedua, ia dituntut untuk menjaga integritas institusi di tengah sorotan publik yang semakin kritis terhadap kinerja penegak hukum.

Pengamat hukum menilai bahwa pengangkatan figur internal seperti Kuntadi memiliki dua sisi. Di satu sisi, pengalaman dan pemahamannya terhadap dinamika internal Kejaksaan Agung menjadi modal berharga untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan. Di sisi lain, publik akan mengawasi apakah ia mampu membawa pembaruan dan tidak terjebak dalam pola-pola lama yang menghambat penuntasan perkara.

Kuntadi sendiri, dalam berbagai kesempatan, menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga penegak hukum. Ia meyakini bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menjadi kunci untuk menciptakan efek jera yang sesungguhnya terhadap para pelaku kejahatan keuangan negara.

Proses pengusulan ini kini berada di tangan Presiden. Keputusan final akan diambil setelah melalui mekanisme pertimbangan yang berlaku. Apabila Kuntadi terpilih, ia akan memimpin salah satu unit paling strategis di Kejaksaan Agung pada periode yang memerlukan ketegasan dan profesionalisme tinggi dalam menegakkan hukum di Tanah Air.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User