Ketua Umum TP PKK Ajak Kader Perkuat 10 Program Pokok Menuju Indonesia

Makassar — Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan 10 program pokok PKK yang selaras dengan kerangka ...

Jul 13, 2026 - 07:21
0 1
Ketua Umum TP PKK Ajak Kader Perkuat 10 Program Pokok Menuju Indonesia

Makassar — Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan 10 program pokok PKK yang selaras dengan kerangka kerja Astacita demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Gubernur, Makassar, pada 15 Mei 2025. Rakorda itu dihadiri oleh 248 pengurus dan kader dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, para ketua bidang, serta mitra kerja dari berbagai organisasi perempuan.

Kerangka Strategis 10 Program Pokok

Tri Tito Karnavian memaparkan bahwa 10 program pokok PKK—yang mencakup penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat—harus dijalankan secara terpadu dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa setiap program tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan untuk menciptakan keluarga tangguh yang menjadi fondasi pembangunan nasional.

“Kami tidak sekadar menjalankan kegiatan rutin. Program-program ini adalah instrumen strategis untuk membentuk karakter keluarga Indonesia yang mandiri, sehat, berpendidikan, dan berdaya saing tinggi,” ujar Tri Tito Karnavian di hadapan peserta. “Ke depan, pendataan dan evaluasi akan diperkuat agar setiap langkah memiliki dampak terukur.”

Astacita sebagai Penghela Inovasi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum TP PKK memperkenalkan Astacita (Aksi Nyata Cita Keluarga) sebagai kerangka operasional baru yang memadukan 10 program pokok dengan pendekatan berbasis digital dan pemberdayaan ekonomi lokal. Astacita dirancang untuk memastikan program PKK tidak hanya menyentuh aspek sosial-kultural, tetapi juga menjawab tantangan transformasi digital dan ketahanan keluarga di era modern.

“Astacita hadir untuk menyelaraskan seluruh gerakan PKK dengan target Indonesia Emas 2045. Kami mendorong kader memanfaatkan teknologi informasi dalam pencatatan data, pemasaran produk unggulan keluarga, serta edukasi kesehatan dan keuangan,” jelasnya. Ia mencontohkan, forum Posyandu dan Kelompok UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) diharapkan bisa mengintegrasikan pemasaran produk melalui platform digital yang dibina PKK.

Komitmen Pengurus Daerah dan Kader

Ketua TP PKK Sulawesi Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Ketua Umum. Pihaknya menargetkan seluruh dasa wisma di 313 kelurahan dan desa prioritas di Sulawesi Selatan telah mengadopsi Astacita dalam rencana kerja tahun 2025–2026. “Kami akan memastikan 10 program pokok berjalan selaras dengan Astacita, didukung pelatihan berjenjang bagi kader dan penguatan kapasitas administrasi di setiap kecamatan,” kata Ketua TP PKK Sulawesi Selatan.

Rakorda juga menghasilkan sejumlah kesepakatan, antara lain penyusunan peta jalan implementasi Astacita di tingkat kabupaten/kota, penguatan sinergi dengan dinas kesehatan, pendidikan, dan perindustrian, serta pengelolaan data capaian program secara real-time menggunakan aplikasi siPKK. Para kader diberi pelatihan singkat tentang penggunaan aplikasi tersebut pada hari yang sama.

Target Terukur Menuju Indonesia Emas 2045

Tri Tito Karnavian menyebutkan beberapa indikator capaian yang harus direalisasikan hingga 2029, antara lain: peningkatan skor indeks ketahanan keluarga di daerah intervensi minimal 15 persen, penurunan prevalensi stunting sebesar 10 persen melalui Posyandu binaan PKK, serta pertumbuhan usaha keluarga sebesar 20 persen melalui program UP2K. Seluruh target itu sejalan dengan misi keempat Astacita yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan berbasis keluarga.

“Kami optimistis, dengan keterlibatan aktif kader yang jumlahnya mencapai ribuan di seluruh Indonesia, target-target itu dapat terlampaui. PKK adalah mesin penggerak perubahan sosial yang sesungguhnya,” ujar Tri Tito Karnavian. Rakorda ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota dan simulasi aplikasi Astacita Hub yang akan menjadi tulang punggung pelaporan program ke depan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User