Gubernur Lampung Tinjau Langsung Makan Bergizi Gratis di Hari Pertama Sekolah
Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan peninjauan langsung ke sejumlah sekolah di wilayah Lampung pada Senin (13/7/2026) untuk memantau jalannya program pemberian makanan...
Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan peninjauan langsung ke sejumlah sekolah di wilayah Lampung pada Senin (13/7/2026) untuk memantau jalannya program pemberian makanan bergizi gratis bagi para siswa. Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Peninjauan tersebut menyasar beberapa sekolah dasar dan menengah pertama di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, perwakilan Badan Gizi Nasional, serta tim dari dinas kesehatan setempat.
Kunjungan ke SD dan SMP
Rombongan Gubernur pertama-tama mendatangi SDN 1 Rawa Laut dan SMPN 2 Bandar Lampung. Di dua sekolah tersebut, Gubernur meninjau langsung proses distribusi makanan yang disalurkan oleh mitra penyedia yang telah dikontrak oleh pemerintah provinsi. Menu yang disajikan pada hari itu terdiri dari nasi, ayam goreng, sayur capcay, buah pisang, dan susu kotak.
"Kami ingin memastikan bahwa makanan yang diterima anak-anak benar-benar bermutu, higienis, dan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan," ujar Gubernur Rahmat saat berbincang dengan para guru dan siswa di salah satu ruang kelas.
Gubernur juga menanyakan langsung kepada sejumlah siswa mengenai rasa makanan dan apakah mereka merasa puas. "Senang Pak, makanannya enak," ujar seorang siswa kelas 4 SD sambil tersenyum. Interaksi tersebut disambut hangat oleh para siswa yang tampak antusias menyantap hidangan perdana program tersebut.
Penjaminan Mutu dan Keamanan Pangan
Dalam keterangan persnya, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah membentuk tim pengawas yang melibatkan Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat untuk melakukan uji sampel secara berkala terhadap seluruh dapur penyedia. "Kami tidak akan kompromi terhadap kualitas. Setiap dapur penyedia harus memenuhi standar keamanan pangan dan higiene yang ketat," tegasnya.
Rahmat juga menyampaikan bahwa program ini tidak sekadar pemberian makanan, melainkan bagian dari strategi besar peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lampung. "Anak-anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan memiliki konsentrasi dan daya serap belajar yang lebih baik. Ini investasi jangka panjang," tambahnya.
Menurut data sementara dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, program makan bergizi gratis tahap awal ini menyasar sekitar 1.200 sekolah jenjang SD dan SMP dengan total penerima manfaat mencapai lebih dari 150 ribu siswa se-Lampung. Angka tersebut diharapkan bertambah seiring dengan penambahan dapur penyedia dan evaluasi tahap pertama.
Dukungan Anggaran dan Koordinasi Lintas Sektor
Gubernur menjelaskan bahwa pendanaan program bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2026 yang dialokasikan khusus untuk program prioritas ini. "Kami telah mengalokasikan dana sebesar Rp240 miliar untuk tahap awal, dan akan dievaluasi setiap triwulan," ungkapnya.
Lebih jauh, Gubernur menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor. Dinas Pendidikan bertugas melakukan pendataan dan verifikasi siswa penerima, Dinas Kesehatan bertanggung jawab dalam pengawasan mutu gizi dan keamanan pangan, sementara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang turut serta dalam peninjauan menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan mekanisme pengaduan bagi sekolah dan orang tua apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan program. "Kami buka kanal komunikasi 24 jam melalui aplikasi yang terintegrasi dengan sistem pengaduan provinsi," ujarnya.
Harapan dan Langkah Ke Depan
Gubernur berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam implementasi program nasional percepatan penanganan stunting dan peningkatan gizi anak. Ia menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan terus melakukan penyempurnaan berdasarkan masukan dari lapangan.
"Kami sadar bahwa program sebesar ini tidak luput dari kekurangan di awal. Oleh karena itu, masukan dari sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi sangat penting untuk perbaikan ke depan," kata Rahmat.
Pada kesempatan yang sama, pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Kepala SDN 1 Rawa Laut menyatakan bahwa kehadiran program makan bergizi gratis sangat membantu siswa, terutama dari keluarga kurang mampu. "Selama ini kami sering menemui anak yang hanya membawa bekal seadanya atau bahkan tidak sarapan. Dengan program ini, kebutuhan gizi mereka lebih terjamin," ujarnya.
Dengan dimulainya tahun ajaran baru, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk menjadikan program makan bergizi gratis sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan di daerah ini. Peninjauan langsung oleh Gubernur menjadi simbol bahwa program prioritas tersebut mendapat perhatian serius dari pucuk pimpinan daerah.
Baca juga:
Comments (0)