Kongres VII BM PAN Sahkan Slamet Ariyadi sebagai Ketua Umum
ANYER – Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) menuntaskan Kongres VII dengan mengesahkan Slamet Ariyadi sebagai Ketua Umum periode 2026–2031. Penetapan berlangsung dalam sidang pleno tertut...
ANYER – Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) menuntaskan Kongres VII dengan mengesahkan Slamet Ariyadi sebagai Ketua Umum periode 2026–2031. Penetapan berlangsung dalam sidang pleno tertutup yang digelar di Hotel Patra, Anyer, Banten, pada Minggu (13/7/2026). Keputusan diambil secara aklamasi setelah seluruh pemilik suara menyatakan dukungan tanpa syarat terhadap kader asal Jawa Timur tersebut.
Proses Pemilihan dan Penetapan di Sidang Pleno
Berdasarkan dokumen tata tertib kongres yang diperoleh Apaberita, sebanyak 345 pemilik suara dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) seluruh Indonesia serta perwakilan pimpinan pusat hadir secara penuh. Sidang dipimpin oleh Ketua Steering Committee, Andi Rafly, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BM PAN periode 2020–2025. Setelah laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya diterima tanpa catatan, forum langsung menggelar mekanisme pemilihan.
“Kami menetapkan Saudara Slamet Ariyadi sebagai Ketua Umum BM PAN masa bakti 2026–2031 secara aklamasi. Seluruh DPW tanpa terkecuali telah menyampaikan aspirasi dan dukungan tertulisnya,” ujar Andi Rafly saat membacakan keputusan pleno.
“Kami menetapkan Saudara Slamet Ariyadi sebagai Ketua Umum BM PAN masa bakti 2026–2031 secara aklamasi. Seluruh DPW tanpa terkecuali telah menyampaikan aspirasi dan dukungan tertulisnya.”
Keputusan tersebut tertuang dalam Berita Acara Kongres Nomor 07/BA-K7/BM-PAN/VII/2026 yang ditandatangani seluruh pimpinan sidang pada pukul 15.30 WIB. Sebelum penetapan, tidak ada kandidat alternatif yang mengajukan diri setelah proses penjaringan yang berlangsung sejak tiga bulan sebelum kongres. Fraksi-fraksi wilayah secara bertahap menyampaikan pernyataan sikap di forum terbuka, menunjukkan konsensus yang terbangun sejak jauh hari.
Rangkaian kongres itu sendiri berlangsung pada 12–13 Juli 2026, diawali dengan pembahasan komisi yang membagi materi ke dalam tiga klaster: penguatan organisasi, rekomendasi kebijakan strategis, dan program kerja lima tahunan. Hasil pembahasan komisi menjadi bahan dalam rapat pleno akhir yang juga merumuskan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Sosok Slamet Ariyadi dan Rekam Jejak Kepemimpinan
Slamet Ariyadi lahir di Surabaya pada 5 Mei 1985, menamatkan pendidikan sarjana politik di Universitas Airlangga dan magister manajemen di Universitas Gadjah Mada. Di internal partai, ia mengawali karier sebagai pengurus ranting PAN di Kota Surabaya pada 2009 sebelum naik secara berjenjang hingga terpilih sebagai Ketua DPW BM PAN Jawa Timur selama dua periode. Di tingkat nasional, ia tercatat sebagai anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PAN periode 2019–2024.
Rekam jejaknya di organisasi sayap membuat Slamet dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong agenda kepemudaan di legislasi nasional. Beberapa inisiatif yang pernah diusung antara lain revisi Undang-Undang Kepemudaan, pengawalan program Kredit Usaha Pemula, serta pembentukan Panitia Kerja Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Kerja di DPR.
Dalam sambutan perdananya, Slamet langsung menegaskan komitmen untuk merevitalisasi sistem kaderisasi berjenjang yang menjadi ruh organisasi. “BM PAN harus menjadi tempat di mana setiap anak muda menempa diri, bukan sekadar terdaftar sebagai anggota. Kaderisasi adalah investasi jangka panjang partai. Kami tidak bisa hanya mengandalkan popularitas sesaat,” katanya di hadapan peserta kongres.
“Penguatan kader bukan hanya tentang jumlah, tetapi kualitas dan ideologi. BM PAN harus menjadi rumah besar bagi anak muda yang ingin berkontribusi nyata bagi bangsa.”
Ia membeberkan target terukur yang akan dimonitor setiap tahun. “Target kami, pada 2028, setiap DPW telah memiliki pusat pelatihan kader mandiri dengan kurikulum standar nasional. Seratus ribu kader baru akan kita rekrut dan latih dalam kurun waktu lima tahun ke depan,” jelas Slamet sambil menambahkan bahwa biaya pelatihan akan diambil dari dana gotong royong internal, bukan bergantung pada anggaran partai pusat.
Slamet juga menyinggung pentingnya dominasi narasi di ranah digital. “Politik hari ini dimenangkan di layar gawai, bukan hanya di panggung kampanye. Kita akan membangun digital war room di setiap DPW dan melatih minimal 500 cyber trooper organik pada 2027,” tegasnya.
Agenda Strategis dan Rencana Konsolidasi Nasional
Kongres VII tidak hanya menghasilkan susunan kepengurusan baru, melainkan juga menetapkan Garis-Garis Besar Program Kerja (GBPK) BM PAN 2026–2031 yang bertumpu pada tiga pilar: advokasi kebijakan publik, ekonomi kreatif kepemudaan, dan penguatan jaringan internasional. Dalam klaster kebijakan, komisi kongres merekomendasikan pembentukan Badan Riset dan Inovasi (BRI) BM PAN yang akan bertugas menghasilkan kajian bulanan sebagai masukan langsung bagi Fraksi PAN di parlemen.
“BRI ini akan menjadi jembatan antara aspirasi bawah dengan keputusan politik di Senayan. Setiap bulan kami akan merilis laporan rekomendasi yang disusun berdasarkan data lapangan, bukan sekadar wacana,” kata Slamet menanggapi hasil rapat komisi.
Klaster ekonomi kreatif diwujudkan lewat program inkubasi usaha bernama “Muda Berdana” yang ditargetkan membina 10.000 wirausaha pemula dari kalangan anggota BM PAN di seluruh Indonesia. Program ini akan menggandeng perbankan nasional dan lembaga penjamin kredit untuk memberikan akses permodalan dengan suku bunga rendah. Klaster ketiga—jaringan internasional—akan diisi dengan mengirim delegasi tetap ke forum kepemudaan ASEAN dan memperluas kemitraan dengan organisasi sayap partai politik di kawasan Asia-Pasifik.
Di akhir kongres, Slamet menyerukan konsolidasi menyeluruh. “Konsolidasi kita lakukan dari ranting hingga pusat. Saya mengajak seluruh kader untuk bersatu padu menyongsong agenda politik nasional 2029. Tidak ada waktu untuk terpecah. BM PAN harus menjadi kekuatan pemuda yang diperhitungkan dalam peta koalisi nasional,” pungkasnya.
“Konsolidasi kita lakukan dari ranting hingga pusat. Saya mengajak seluruh kader untuk bersatu padu menyongsong agenda politik nasional 2029.”
Sidang pleno resmi ditutup pada pukul 18.15 WIB dengan pembacaan doa dan penyerahan pataka organisasi dari ketua umum demisioner kepada Slamet Ariyadi. Susunan lengkap pengurus pusat BM PAN periode baru dijadwalkan akan diumumkan dalam rapat formatur yang digelar pada Senin (14/7/2026) di lokasi yang sama.
Baca juga:
Comments (0)