Jelang Semifinal, Komentar Rasis Eks PM Spanyol pada Timnas Prancis Tuai Kecaman

Madrid, 28 Juni 2026 – Mantan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menuai kecaman tajam setelah melontarkan pernyataan bernada rasis terhadap skuad tim nasional Prancis, hanya empat hari menjelang ...

Jul 13, 2026 - 22:08
0 0

Madrid, 28 Juni 2026 – Mantan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menuai kecaman tajam setelah melontarkan pernyataan bernada rasis terhadap skuad tim nasional Prancis, hanya empat hari menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026. Dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Tantangan Eropa Pasca-Krisis” di Universitas Complutense Madrid pada Jumat (27/6), Rajoy secara kontroversial menyatakan bahwa “Prancis tidak memiliki pemain Prancis” di dalam tim mereka. Pernyataan itu merujuk pada fakta bahwa mayoritas pemain Prancis berasal dari latar belakang keluarga imigran, khususnya dari Afrika dan Karibia. Serangan tersebut langsung membakar reaksi di tingkat nasional dan internasional, memicu perdebatan tentang rasisme dan identitas dalam olahraga global.

Respons Keras dari Paris

Pemerintah Prancis tidak tinggal diam. Menteri Olahraga Amélie Oudéa-Castéra dalam konferensi pers di Paris pada Sabtu (28/6) menegaskan bahwa ucapan Rajoy adalah “penistaan terhadap semangat kesatuan dan kebhinnekaan yang menjadi fondasi Republik Prancis.” Ia menekankan bahwa tim nasional “Les Bleus” – julukan yang justru merangkul warna-warni identitas – telah menunjukkan bahwa sepak bola adalah milik semua warga, tanpa memandang asal-usul. “Kami mengutuk keras pernyataan rasis itu. Pemain-pemain kami adalah pahlawan nasional, darah daging Prancis,” ujarnya. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) melalui presidennya, Philippe Diallo, juga menyampaikan kekecewaan mendalam dan meminta otoritas Spanyol mengambil sikap tegas.

FIFA dan Dunia Internasional Bersuara

Tak hanya Paris, kecaman juga mengalir dari lembaga sepak bola dunia dan tokoh internasional. Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pernyataan tertulisnya menyebut bahwa “sepak bola adalah alat pemersatu, bukan panggung untuk kebencian.” Ia menambahkan bahwa FIFA sedang meninjau apakah komentar Rajoy melanggar kode etik organisasi dan berpotensi membuahkan sanksi. Komisi Disiplin FIFA dikabarkan akan membahas kasus ini dalam sidang darurat pada Senin (30/6). Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol yang baru terpilih, Alberto Núñez Feijóo, melalui juru bicaranya menyatakan “pernyataan tersebut tidak mewakili pandangan pemerintah Spanyol dan sangat disesalkan.” Di media sosial, tagar #RacismeHorsJeu dan #TousFrançais (Kita Semua Prancis) menjadi viral, dengan dukungan dari berbagai atlet, seniman, dan tokoh publik.

Rajoy Menyampaikan Klarifikasi

Menghadapi gelombang protes, Rajoy pada Sabtu petang merilis klarifikasi melalui akun media sosialnya. Ia mengklaim bahwa pernyataannya telah dikutip di luar konteks. “Saya tidak pernah bermaksud merendahkan siapa pun. Saya hanya ingin menyoroti bahwa sepak bola modern adalah cermin globalisasi, dan itu sebuah kekuatan,” tulisnya. Namun, klarifikasi tersebut dinilai tidak memadai oleh banyak pihak. Pengamat politik dan rasialisme menilai bahwa argumentasi Rajoy justru mengukuhkan pola pikir stereotipikal yang menempatkan ras kulit putih sebagai “warga asli” dan yang lain sebagai pendatang. “Pernyataan semacam ini memperlihatkan akar rasisme yang dalam di sebagian kalangan elit Eropa,” ujar Dr. Fatima Diallo, sosiolog dari Universitas Barcelona. Partai-partai sayap kiri di Spanyol juga menuntut Rajoy meminta maaf secara langsung kepada publik Prancis.

Dampak pada Laga Semifinal

Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Argentina dijadwalkan berlangsung pada Selasa (2/7) di Stadion AT&T di Arlington, Texas. Kontroversi ini justru kian memanaskan atmosfer jelang pertandingan besar tersebut. Timnas Prancis sendiri enggan berkomentar berlebihan. Pelatih Didier Deschamps dalam konferensi pers di Dallas hanya mengatakan, “Kami fokus ke pertandingan. Para pemain saya adalah warga Prancis yang bangga, dan mereka akan menjawab dengan sepak bola.” Namun, striker Kylian Mbappé melalui Instagram pribadinya mengunggah emoji bendera Prancis dan kata-kata “No Comment” yang mendapat jutaan respons.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus rasisme dalam dunia sepak bola, yang sering kali mencuat pada momen-momen besar seperti Piala Dunia. Komunitas global kembali diingatkan bahwa perjuangan melawan diskriminasi masih jauh dari selesai. Apapun hasil di lapangan nanti, pertandingan semifinal ini telah lebih dulu menjadi panggung bagi pesan penting: bahwa identitas bangsa bukan ditentukan oleh warna kulit, melainkan oleh semangat dan dedikasi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User