China Eastern Buka Penerbangan Perdana Beijing Daxing-Bali Hari Ini
Badung, Apaberita – Maskapai penerbangan asal Tiongkok, China Eastern Airlines, secara resmi memulai penerbangan perdana rute Beijing Daxing-Bali pada Selasa (24/6). Pendaratan pesawat berbadan leba...
Badung, Apaberita – Maskapai penerbangan asal Tiongkok, China Eastern Airlines, secara resmi memulai penerbangan perdana rute Beijing Daxing-Bali pada Selasa (24/6). Pendaratan pesawat berbadan lebar milik maskapai tersebut di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai menandai perluasan konektivitas langsung antara Republik Rakyat Tiongkok dan Indonesia, khususnya destinasi wisata unggulan Bali.
Berdasarkan data yang dihimpun Apaberita, rute pulang pergi Beijing Daxing-Bali akan dioperasikan dengan frekuensi tiga kali sepekan. Jadwal tetap ditetapkan pada Selasa, Kamis, dan Sabtu. Penerbangan ini menambah panjang daftar rute internasional yang dilayani melalui pintu masuk Pulau Dewata.
Koordinasi Regulasi dan Kesiapan Operasional
Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi, dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa kehadiran China Eastern merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi lintas lembaga yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta otoritas penerbangan sipil kedua negara. “Kami telah melakukan serangkaian evaluasi teknis, termasuk slot time, aspek keselamatan, dan kapasitas apron, sebelum menerbitkan persetujuan operasional rute baru ini,” ujar Faik Fahmi. Keputusan final tersebut disahkan melalui mekanisme Pleno di tingkat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada awal Juni 2025.
China Eastern untuk rute perdananya mengerahkan pesawat jenis Airbus A330-200 berkapasitas 262 tempat duduk. Konfigurasi kabin mencakup kelas bisnis dan ekonomi, yang dinilai sesuai untuk memenuhi permintaan penumpang korporat maupun wisatawan.
Dampak Positif terhadap Sektor Pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, menyatakan bahwa konektivitas udara yang semakin terbuka akan berdampak langsung pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Tiongkok yang selama ini menjadi salah satu pasar utama Bali. “Pada kuartal pertama 2025, kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali telah mencapai 300 ribu orang, pulih mendekati level prapandemi. Dengan adanya rute baru ini, kami memproyeksikan tambahan 15–20 persen pada akhir tahun,” katanya. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pelaku industri hospitality untuk menyiapkan paket wisata yang terintegrasi dengan jadwal penerbangan.
Dari sisi geopolitik, penguatan rute penerbangan ini juga merefleksikan hubungan bilateral yang semakin erat antara Indonesia dan Tiongkok. Hal ini sejalan dengan kesepakatan kerja sama di sektor transportasi yang ditandatangani dalam kunjungan kenegaraan pada 2024 lalu.
Optimisme China Eastern di Pasar Indonesia
Country Manager China Eastern Airlines untuk Indonesia, Zhang Wei, dalam sambutannya di sela seremoni penyambutan di Terminal Internasional Ngurah Rai mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi pasar Indonesia. “Rute Beijing Daxing-Bali menjadi bagian penting dari strategi ekspansi kami di Asia Tenggara. Kami optimistis load factor penerbangan ini mampu mencapai 80 persen dalam tiga bulan pertama operasi,” ujar Zhang Wei. Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi kemungkinan penambahan frekuensi jika permintaan melampaui ekspektasi.
Sebagai bagian dari standar pelayanan, China Eastern menyediakan menu khas Indonesia dalam penerbangan dan kru kabin yang mendapatkan pelatihan bahasa Indonesia. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman penumpang sepanjang penerbangan berdurasi sekitar tujuh jam tersebut.
Dengan beroperasinya rute ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai kini melayani setidaknya 11 maskapai penerbangan dari Tiongkok, menempatkan Bali sebagai destinasi dengan konektivitas terbanyak ke Negeri Tirai Bambu di kawasan Asia Tenggara. Penerbangan perdana ini sekaligus mengkonfirmasi posisi strategis Bali dalam mendukung target pemerintah untuk mendatangkan 14 juta wisatawan mancanegara pada 2025.
Baca juga:
Comments (0)