Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Korban Kebakaran Bangkok
Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa seluruh warga negara Indonesia di Thailand aman dari dampak kebakaran besar yang melanda permukiman padat di Distrik L...
Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa seluruh warga negara Indonesia di Thailand aman dari dampak kebakaran besar yang melanda permukiman padat di Distrik Lat Phrao, Bangkok, pada Minggu, 12 Juli 2026. Hingga Senin pagi, tidak ditemukan satu pun WNI tercatat sebagai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang merenggut sedikitnya belasan nyawa itu.
Kebakaran Maut dan Korban Lokal
Insiden bermula sekitar pukul 15.30 waktu setempat ketika api tiba-tiba berkobar dari salah satu rumah semi-permanen di kawasan permukiman padat Lat Phrao. Angin musim kemarau yang cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar dan melalap puluhan bangunan yang sebagian besar berstruktur kayu. Menurut laporan sementara Departemen Pencegah dan Penanggulangan Bencana Kota Bangkok, sekurang-kurangnya 15 orang meninggal dunia dan 37 lainnya mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan bervariasi. Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Lat Phrao General dan RS Nopparat Rajathanee. Proses identifikasi masih berlangsung karena banyak korban yang belum sempat dievakuasi saat api membesar. Tim pemadam kebakaran Bangkok mengerahkan 27 unit mobil pemadam dan baru berhasil mengendalikan api setelah berjibaku selama hampir empat jam.
Koordinasi Kilat KBRI Bangkok
Begitu informasi mengenai kebakaran ini menyebar, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok langsung mengaktifkan Tim Perlindungan WNI. Dipimpin oleh Fungsi Konsuler KBRI, tim bergerak ke lokasi kejadian dan sejumlah rumah sakit rujukan untuk melakukan verifikasi data. Kepala Perwakilan RI di Bangkok, Duta Besar Rachmat Budiman, dalam keterangan tertulis menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Kepolisian Metropolitan Bangkok (Royal Thai Police) dan petugas pencatatan korban di setiap pusat kesehatan.
"Kami mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan tidak ada satu pun warga Indonesia yang luput dari pendataan. Sampai saat ini, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan nihil WNI menjadi korban,"
ujar Dubes Rachmat.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, di Jakarta menambahkan bahwa data sementara yang dihimpun dari Sistem Informasi Perlindungan WNI (SIP WNI) juga tidak mencatatkan adanya laporan WNI yang terdampak. Ia memastikan bahwa komunikasi dengan otoritas Thailand dilakukan secara berjenjang untuk meminimalkan kemungkinan kesalahan identifikasi.
"Kami terus memonitor kondisi di lapangan. Setiap rumah sakit rujukan dan pusat evakuasi sudah kami datangi. Hasilnya, tidak ada WNI yang tercatat dalam daftar korban,"
tegas Judha.
Kondisi WNI dan Mitigasi Risiko
Berdasarkan pangkalan data Kemlu, terdapat sekitar 103.000 WNI yang bermukim di Thailand, tersebar di berbagai provinsi. Sekitar 28.000 di antaranya berada di wilayah metropolitan Bangkok dan sekitarnya. Kawasan Lat Phrao sendiri dikenal sebagai salah satu kantong permukiman pekerja migran, termasuk sejumlah kecil WNI yang bekerja di sektor informal dan konstruksi. Tidak adanya korban dari kalangan Indonesia dinilai sebagai buah dari program pendataan berkala yang digiatkan KBRI Bangkok serta respons cepat perwakilan setiap kali ada kejadian luar biasa.
KBRI Bangkok telah membuka posko komunikasi darurat 24 jam melalui nomor hotline +66-81-825-9191 dan kanal WhatsApp resmi. WNI yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut juga dapat menghubungi alamat surel [email protected]. Selain itu, seluruh komunitas Indonesia di Thailand diimbau untuk segera memperbarui data diri melalui portal Peduli WNI guna memudahkan penelusuran jika terjadi situasi darurat di masa mendatang.
Imbauan dan Antisipasi Berkelanjutan
Pemerintah Indonesia melalui Kemlu dan KBRI Bangkok kembali mengingatkan pentingnya kesadaran mitigasi bencana bagi diaspora Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di kawasan rawan kebakaran seperti permukiman padat di kota-kota besar Asia Tenggara. Musim kemarau yang saat ini melanda Thailand meningkatkan risiko kebakaran permukiman secara signifikan. Untuk itu, KBRI Bangkok secara rutin menggelar sosialisasi keselamatan kebakaran bekerja sama dengan otoritas setempat.
Duta Besar Rachmat menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa keselamatan WNI adalah prioritas tertinggi. "Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Thailand untuk memantau perkembangan situasi pascakebakaran dan memastikan tidak ada dampak lanjutan yang menimpa warga kita," pungkasnya.
Baca juga:
Comments (0)