De la Fuente Tepati Optimisme, Spanyol Kalahkan Prancis di Semifinal
Jakarta – Tim nasional Spanyol sukses mengamankan tiket final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor tipis 2-1 dalam duel semifinal yang digelar di Stadion MetLife, New York, pada ...
Jakarta – Tim nasional Spanyol sukses mengamankan tiket final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor tipis 2-1 dalam duel semifinal yang digelar di Stadion MetLife, New York, pada Kamis dini hari WIB (10/7). Kemenangan ini sekaligus menjadi pembuktian optimisme pelatih Luis de la Fuente yang telah ia gaungkan jauh sebelum pertandingan dimulai.
De la Fuente, arsitek La Roja sejak 2022, dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan secara terbuka menegaskan keyakinannya. "Kami sudah mempelajari setiap celah permainan mereka dan merancang strategi khusus. Saya percaya penuh pemain bisa mengeksekusinya," ujar pelatih berusia 63 tahun tersebut. Keyakinan itu akhirnya terbayar lunas di lapangan.
Perang Taktik dan Dominasi Statistik
Laga semifinal ini berjalan dalam tempo tinggi sejak menit pertama. Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann mengandalkan serangan langsung, sementara Spanyol tetap bertahan pada filosofi penguasaan bola yang dimodifikasi oleh De la Fuente. Babak pertama berakhir tanpa gol, meskipun statistik mencatat Spanyol unggul penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen dan melepaskan 8 tembakan berbanding 5 milik Prancis.
De la Fuente secara mengejutkan memasang Abel Ruiz sebagai penyerang tengah dalam formasi 4-3-3. Keputusan ini sempat dianggap spekulatif mengingat Ruiz belum pernah mencetak gol di putaran final Piala Dunia. Namun, sang pelatih memiliki alasan kuat. "Ruiz punya mobilitas dan ketajaman yang bisa merepotkan bek-bek Prancis yang sering lengah dalam transisi," jelas De la Fuente usai laga.
Ruiz Pecahkan Kebuntuan
Gol penting akhirnya lahir pada menit ke-62. Umpan terobosan terukur dari Pedri berhasil memecah konsentrasi lini belakang Prancis. Abel Ruiz, dengan satu sentuhan, melepaskan tembakan kaki kanan mendatar ke pojok kiri gawang Mike Maignan. Bola bersarang tanpa mampu dihalau kiper AC Milan itu. Stadion bergemuruh. Gol tersebut menjadi gol perdana Ruiz sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia. "Perasaan ini sungguh luar biasa, seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Saya hanya berpikir untuk mengeksekusi peluang itu sebaik mungkin," kata Ruiz dengan mata berkaca-kaca.
Keunggulan Spanyol tak bertahan nyaman karena Prancis meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Didier Deschamps melakukan pergantian agresif dengan memasukkan Ousmane Dembele dan Marcus Thuram. Tekanan membuahkan hasil pada menit ke-78 setelah Pau Cubarsi dianggap melakukan pelanggaran terhadap Dembele di area terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan Mbappe dengan dingin menyamakan skor menjadi 1-1.
Merino, Senjata Rahasia dari Bangku Cadangan
Menghadapi situasi kritis, De la Fuente kembali menunjukkan kecerdasannya dalam membaca laga. Pada menit ke-82, ia menarik keluar Dani Olmo yang mulai kehabisan tenaga dan memasukkan Mikel Merino. Keputusan ini langsung mengubah dinamika serangan Spanyol. Merino, yang dikenal sebagai gelandang petarung dengan naluri gol tinggi, memberikan energi baru.
Kemelut terjadi pada menit ke-86 saat Alejandro Balde melepaskan umpan silang akurat dari sisi kiri. Merino, yang baru empat menit berada di lapangan, muncul di tengah kerumunan bek Prancis dan menyambut bola dengan tandukan keras yang menghujam jala gawang. Gol penentu kemenangan ini disambut selebrasi liar para pemain, staf pelatih, dan ribuan pendukung Spanyol. De la Fuente berlari di pinggir lapangan dengan luapan emosi yang tak tertahan. "Merino selalu memberikan segalanya, meski hanya diberi waktu singkat. Dia adalah pemain yang tahu momen untuk menjadi pembeda," puji De la Fuente.
Optimisme Terwujud, Final Menanti
Kemenangan 2-1 ini tidak hanya mengantarkan Spanyol ke partai puncak, melainkan juga menegaskan kualitas De la Fuente dalam menerjemahkan optimisme menjadi hasil nyata. Sejak menangani timnas, ia telah mempersembahkan trofi UEFA Nations League 2023 dan Euro 2024. Kini, ia tinggal selangkah lagi untuk menyamai prestasi Vicente del Bosque yang membawa Spanyol juara Piala Dunia 2010.
"Optimisme yang saya sampaikan bukan sekadar retorika. Saya melihat kemajuan luar biasa dari para pemain setiap sesi latihan. Mereka pantas meraih hasil ini. Sekarang fokus kami hanya satu: final," tegas De la Fuente. Di sisi lain, Deschamps mengakui keunggulan Spanyol. "Mereka lebih klinis dan memanfaatkan peluang dengan sangat efisien. Kami sudah berusaha, tapi ini belum cukup," katanya singkat.
Di final yang dijadwalkan pada 20 Juli 2026 di MetLife Stadium yang sama, Spanyol akan menantang pemenang antara Brasil dan Argentina. Para pendukung La Roja yang memadati New York menyambut malam bersejarah ini dengan nyanyian "A por la segunda", mengobarkan semangat menuju gelar juara kedua.
Baca juga:
Comments (0)