Kemenag Demak Panggil Panitia Usai Penampilan Penari Berpakaian Mini di Acara 1 Muharram
DEMAK, Apaberita.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak melayangkan teguran kepada pihak MTs-MA NU Mranggen menyusul viralnya penampilan drumband yang menampilkan penari perempuan
DEMAK, Apaberita.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak melayangkan teguran kepada pihak MTs-MA NU Mranggen menyusul viralnya penampilan drumband yang menampilkan penari perempuan dengan rok mini dalam perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.
Kepala Kantor Kemenag Demak, Abdur Rouf, mengonfirmasi bahwa panitia acara telah dipanggil untuk klarifikasi pada Senin (22/6/2026). Pertemuan itu digelar untuk menelusuri duduk perkara penampilan yang dianggap jauh dari nilai kepatutan berpakaian secara Islami.
Rouf menjelaskan, pihak panitia hanya menyampaikan imbauan umum soal “beretika” kepada grup drumband yang diundang, tanpa memberikan spesifikasi teknis tentang standar berpakaian yang harus dipatuhi. Akibatnya, para penari tampil dengan atasan ketat dan bawahan mini yang tidak menutup aurat, menuai kecaman dari masyarakat.
“Mereka sudah menyampaikan (kepada grup drumband yang akan mengikuti acara), yang beretika. Tapi tidak dijelaskan secara rinci seperti apa, misalkan harus pakaian sopan, menutup aurat,”
Video penampilan tersebut beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak yang mempertanyakan fungsi pengawasan madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menanamkan adab berpakaian yang sesuai syariat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Apaberita.com, panitia mengaku tidak menyangka pertunjukan itu akan menimbulkan polemik karena fokus mereka hanya pada konsep hiburan untuk menyemarakkan Tahun Baru Hijriah tanpa memikirkan detail busana secara ketat.
Atas kejadian itu, Kemenag Demak meminta seluruh madrasah di wilayahnya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap kegiatan yang diselenggarakan. Rouf menegaskan, ke depan akan disusun panduan teknis yang lebih jelas, termasuk aturan berbusana yang wajib menutup aurat bagi setiap penampil dalam kegiatan bernuansa keagamaan.
Sementara itu, pihak MTs-MA NU Mranggen melalui komunikasi internal menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan lebih selektif dalam menyeleksi setiap bentuk hiburan di lingkungan madrasah. Peristiwa ini menjadi peringatan penting bahwa peringatan hari besar Islam tidak boleh dipisahkan dari nilai-nilai dasar agama itu sendiri.
Comments (0)