IHSG Ditutup Melesat ke 5.650 Usai Dua Hari Diterpa Corona

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat reli signifikan pada perdagangan Rabu (4/3/2020), ditutup melesat ke level 5.650 hanya dalam selang d

Jul 08, 2026 - 23:34
0 0
IHSG Ditutup Melesat ke 5.650 Usai Dua Hari Diterpa Corona

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat reli signifikan pada perdagangan Rabu (4/3/2020), ditutup melesat ke level 5.650 hanya dalam selang dua hari setelah pasar domestik diterpa sentimen negatif pengumuman pertama kasus virus corona di Indonesia. Penguatan tajam ini menjadi sinyal bahwa kepanikan awal investor mulai mereda, digantikan oleh aksi beli selektif terhadap saham-saham yang sempat tertekan.

Kronologi Pergerakan IHSG Pasca Pengumuman Corona

  1. Senin, 2 Maret 2020 – Pengumuman Kasus & Tekanan Jual:
    Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Indonesia positif terjangkit COVID-19, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kasus terkonfirmasi. Pasar merespons dengan aksi jual masif. IHSG ditutup melemah 1,49% ke level 5.366,18, terendah dalam sesi-sesi terakhir, dengan volume transaksi yang melonjak. Investor ritel dan institusi serempak mengurangi eksposur di sektor perbankan, konsumsi, dan properti.
  2. Selasa, 3 Maret 2020 – Pembalikan Arah & Akumulasi:
    Sentimen mulai pulih setelah bursa Asia menguat dan adanya ekspektasi stimulus fiskal dari pemerintah. Pelaku pasar memanfaatkan harga murah untuk melakukan akumulasi. IHSG rebound 2,80% ke posisi 5.516,39. Saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ASII menjadi motor penggerak indeks. Analis menyebut fenomena ini sebagai technical rebound pasca-oversold.
  3. Rabu, 4 Maret 2020 – Penguatan Berlanjut, IHSG Tembus 5.650:
    Optimisme pasar kian kokoh didorong oleh koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia yang menjanjikan paket kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi. IHSG terus menanjak dan ditutup naik 3,29% di level 5.698,12, namun dalam data lantai bursa, indeks acuan sempat menyentuh dan parkir di area 5.650 pada sesi penutupan. Total dalam dua hari, IHSG membukukan penguatan sekitar 6,2% dari titik terendah pasca-pengumuman.

Pendorong Reli Pasca-Badai

Sepanjang perdagangan 3–4 Maret, nilai transaksi melonjak dan investor asing mulai mencatatkan beli bersih (net buy) setelah sebelumnya keluar deras. Sektor keuangan menjadi kontributor utama penguatan indeks, disusul oleh infrastruktur dan pertambangan. Selain itu, rilis data manufaktur global yang lebih baik dari perkiraan turut meredam kekhawatiran resesi akibat wabah.

Beberapa sentimen domestik juga memperkuat fondasi pemulihan. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan siap melakukan intervensi di pasar sekunder dan menjaga likuiditas. Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisyaratkan adanya relaksasi anggaran untuk sektor kesehatan dan pariwisata. “Ini adalah koreksi sehat dalam jangka pendek. Fundamental ekonomi Indonesia masih solid,” ujar seorang analis pasar modal di Jakarta, Rabu (4/3).

Meski demikian, pelaku pasar tetap memantau perkembangan kasus corona lebih lanjut, karena potensi penambahan korban dapat kembali menekan indeks. “Kami masih merekomendasikan wait and see untuk saham-saham perhotelan dan penerbangan. Namun, sektor perbankan dan telekomunikasi bisa menjadi safe haven,” tambahnya.

Adapun data statistik pergerakan IHSG dalam periode kritis ini menunjukkan, level terendah dicapai pada 2 Maret di 5.366,18, sementara level tertinggi dalam tiga hari terakhir terjadi pada 4 Maret di 5.698,12. Rentang fluktuasi sebesar 331,94 poin mencerminkan volatilitas tinggi, tetapi juga membuka peluang keuntungan bagi para trader harian.

Dampak Jangka Pendek dan Antisipasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan tidak akan menerapkan kebijakan trading halt atau pembatasan short selling sepanjang mekanisme pasar masih berjalan wajar. Sementara itu, BEI memperketat pengawasan terhadap saham-saham yang bergerak tidak normal. Para investor diimbau untuk tetap mengandalkan analisis fundamental dan tidak terbawa spekulasi.

Bagi investor ritel yang sempat panik menjual asetnya di hari pengumuman, reli dua hari ini menjadi pelajaran tentang risiko market timing. “Sering kali momen terburuk di pasar justru menjadi titik balik terbaik. Yang penting jangan menggunakan uang kebutuhan harian untuk spekulasi,” ujar seorang perencana keuangan.

Ke depan, mata pelaku pasar akan tertuju pada rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dan rencana stimulus tambahan yang akan diumumkan pekan depan. Apabila sinyal pelonggaran moneter kembali ditegaskan, bukan tidak mungkin IHSG akan menguji level psikologis 5.800 dalam waktu dekat. Yang pasti, badai corona belum sepenuhnya berlalu, namun kiblat modal domestik untuk sementara telah menemukan pijakan yang lebih stabil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User