PT Nitrasanata Dharma Tbk Resmi Tercatat di BEI, Siap Ekspansi Pasar Domestik
Jakarta — PT Nitrasanata Dharma Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). Perseroan menjadi emiten ke-37
Jakarta — PT Nitrasanata Dharma Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). Perseroan menjadi emiten ke-37 yang melantai di pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini dengan melepas 1,2 miliar lembar saham atau setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Direktur Keuangan PT Nitrasanata Dharma Tbk, Budi Djatmiko, hadir langsung di Gedung BEI, Jakarta Selatan, untuk membuka perdagangan saham berkode JECX. Dalam seremoni pencatatan, Budi menyampaikan bahwa dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) mencapai Rp720 miliar, setelah menetapkan harga penawaran di level Rp600 per saham.
“Kami sangat bersyukur atas respons positif investor terhadap IPO ini. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk ekspansi kapasitas produksi, pembangunan pusat riset dan pengembangan, serta pelunasan sebagian utang bank jangka pendek,” ujar Budi Djatmiko di hadapan awak media.
Rincian Penggunaan Dana IPO
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan, alokasi dana IPO terdiri dari:
- Rp350 miliar (48,6%) untuk ekspansi pabrik baru di kawasan industri Karawang yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2028.
- Rp200 miliar (27,8%) guna pembayaran utang bank jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk, sehingga rasio utang terhadap ekuitas (DER) perseroan diperkirakan turun dari 1,8 kali menjadi 0,6 kali.
- Rp120 miliar (16,7%) untuk pendirian pusat riset dan pengembangan (R&D) produk bahan kimia berbasis bio-nano di Surabaya.
- Sisanya Rp50 miliar (6,9%) dialokasikan untuk modal kerja, termasuk pengadaan bahan baku dan peningkatan jaringan distribusi.
Performa Keuangan dan Target 2027
PT Nitrasanata Dharma Tbk merupakan perusahaan manufaktur kimia terintegrasi yang memproduksi pelarut organik, resin sintetis, dan pelapis berbasis air untuk sektor industri cat, otomotif, dan konstruksi. Hingga Desember 2025, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,6 triliun, naik 24% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan laba bersih Rp185 miliar atau meningkat 31% yoy.
Pada 2026, perseroan menargetkan pendapatan bersih Rp2,1 triliun dan laba bersih Rp240 miliar, didorong oleh peningkatan utilisasi pabrik eksisting dari 78% menjadi 85% serta penambahan kapasitas produksi sebesar 50.000 ton per tahun melalui pabrik baru.
“Kami optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat permintaan pelarut organik domestik pada semester I 2026 sudah naik 12% dibanding periode sama tahun lalu. Apalagi pemerintah terus mendorong substitusi impor bahan kimia melalui kebijakan TKDN,” jelas Budi.
Respons Pasar
Pada debut perdagangan, saham JECX dibuka di harga Rp645 per saham, menguat 7,5% dari harga IPO, dan sempat menyentuh level tertinggi Rp680 sebelum ditutup di Rp662, atau naik 10,3%. Total volume perdagangan mencapai 420,3 juta saham dengan nilai transaksi Rp274,5 miliar.
Analis pasar modal sekaligus Direktur PT Jasa Kapital Sekuritas, Andi Haryanto, menilai minat investor terhadap saham JECX cukup tinggi karena valuasi yang kompetitif. “Dengan price-to-earnings (P/E) ratio sekitar 12 kali berdasarkan laba 2025, saham ini masih lebih rendah dibanding rata-rata industri kimia yang mencapai 15-16 kali,” ujarnya.
Perseroan menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT CIMB Niaga Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter). Masa penawaran umum berlangsung pada 30 Juni hingga 4 Juli 2026, dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) mencapai 2,4 kali dari porsi pooling.
Profil Singkat Perusahaan
PT Nitrasanata Dharma Tbk didirikan pada 2002 sebagai pengembangan dari usaha keluarga di bidang perdagangan bahan kimia. Kini perseroan mengoperasikan dua fasilitas produksi di Gresik, Jawa Timur, dengan total kapasitas terpasang 180.000 ton per tahun. Perseroan memasok lebih dari 300 klien korporat di Indonesia dan mengekspor ke empat negara Asia Tenggara.
“Pencatatan saham ini adalah langkah strategis untuk mempercepat transformasi perusahaan menjadi pemimpin pasar bahan kimia ramah lingkungan di kawasan. Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan.” — Budi Djatmiko, Direktur Keuangan PT Nitrasanata Dharma Tbk.
Dengan tercatatnya saham JECX di BEI, PT Nitrasanata Dharma Tbk berkomitmen menjaga tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan transparansi informasi kepada publik. Laporan keuangan kuartal kedua 2026 dijadwalkan rilis pada akhir Agustus 2026.
Comments (0)