Jakarta — IHSG Melonjak Hampir 5 Persen di Awal Perdagangan

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka dengan lonjakan tajam pada perdagangan Kamis, 10 April 2025. Indeks acuan langsung

Jul 09, 2026 - 01:21
0 0
Jakarta — IHSG Melonjak Hampir 5 Persen di Awal Perdagangan

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka dengan lonjakan tajam pada perdagangan Kamis, 10 April 2025. Indeks acuan langsung menguat hampir lima persen lebih tinggi begitu bel pembukaan berbunyi, menandai salah satu reli pembukaan terkuat dalam tahun ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka di level 7.347,5 atau naik 4,9 persen dari penutupan hari sebelumnya di posisi 7.004. Seluruh sektor di papan utama bergerak di zona hijau, dengan sektor keuangan, energi, dan teknologi memimpin penguatan. Volume transaksi pada menit-menit pertama langsung menembus 3,2 miliar lembar saham dengan nilai lebih dari Rp2,1 triliun. Investor asing tercatat membukukan beli bersih hingga Rp450 miliar di sesi awal.

Sentimen Pendorong Penguatan IHSG

Analis pasar modal menilai lonjakan IHSG didorong oleh kombinasi sentimen domestik dan global yang positif. Dari dalam negeri, rilis data inflasi Maret 2025 yang menunjukkan pelemahan ke level 2,1% secara tahunan memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan. Kondisi ini mendongkrak optimisme bahwa konsumsi domestik dan kinerja emiten akan tetap solid.

“Pasar merespons data inflasi yang mereda dan potensi stabilitas suku bunga. Ditambah lagi, sentimen global yang membaik setelah rilis notulen The Fed memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga AS di semester kedua 2025,” ujar Head of Research PT Investa Sekuritas, Dina Mariana.

Secara global, indeks-indeks utama Wall Street menguat semalam setelah risalah rapat Federal Reserve menunjukkan mayoritas anggota condong menunda kenaikan suku bunga lagi. Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing naik di kisaran 0,8% hingga 1,4%. Bursa regional Asia seperti Nikkei dan KOSPI juga dibuka menghijau, menambah bahan bakar bagi reli IHSG.

Poin Kunci Penggerak Pasar

  • Inflasi domestik melandai: Inflasi Maret 2025 sebesar 2,1% YoY, di bawah ekspektasi pasar, membuka peluang BI menahan suku bunga di 5,75%.
  • Ekspektasi dovish The Fed: Risalah rapat The Fed mengonfirmasi sikap hati-hati, memperbesar probabilitas pemangkasan suku bunga akhir tahun.
  • Kinerja emiten keuangan membaik: Saham perbankan besar seperti BBRI dan BMRI dibuka naik masing-masing 5,8% dan 4,2%, menjadi penggerak utama penguatan indeks.
  • Harga komoditas stabil: Penguatan tipis harga batu bara dan CPO ikut mendorong saham produsen komoditas, terutama sektor energi.

Prospek dan Risiko ke Depan

Pelaku pasar tetap diingatkan untuk waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi seiring dengan mendekatnya rilis data ekonomi AS pekan depan serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Analis memperkirakan IHSG berpotensi menguji resistance di level 7.400 jika sentimen positif berlanjut, namun juga rawan aksi ambil untung setelah reli tajam ini.

Hingga pukul 09.35 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan 4,7% di posisi 7.333,2. Sebanyak 412 saham naik, 27 saham turun, dan 74 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia bertambah sekitar Rp117 triliun dalam satu jam pertama perdagangan.

Dengan momentum ini, investor menantikan kepastian lebih lanjut dari rilis data ekonomi domestik dan global yang akan menjadi katalis pergerakan indeks ke depan. IHSG dibuka menguat hampir lima persen pada 10 April 2025, sebuah pembukaan yang mengonfirmasi kembali minat kuat investor asing dan domestik terhadap aset Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User