London — Arthur Fery ke Semifinal Wimbledon Usai Kalahkan Unggulan 10
LONDON — Petenis kualifikasi tuan rumah Arthur Fery melanjutkan kiprah sensasionalnya di Kejuaraan Wimbledon 2026 setelah menumbangkan petenis peringkat 10
LONDON — Petenis kualifikasi tuan rumah Arthur Fery melanjutkan kiprah sensasionalnya di Kejuaraan Wimbledon 2026 setelah menumbangkan petenis peringkat 10 dunia, Holger Rune, dalam duel lima set yang mendebarkan di Lapangan Tengah All England Club, Kamis (9/7). Kemenangan 6-4, 3-6, 7-6(5), 4-6, 6-3 itu mengantarkan Fery ke semifinal Grand Slam untuk pertama kali sepanjang karier, sekaligus mencatatkan namanya sebagai petenis kualifikasi pertama yang menembus empat besar Wimbledon dalam dua dekade terakhir.
Fery, yang memasuki turnamen dari babak kualifikasi dan bertengger di peringkat 213 ATP, tidak hanya menyingkirkan satu unggulan. Di babak ketiga, ia sudah menundukkan unggulan ke-20, sehingga perjalanannya ke semifinal praktis menjadi kisah underdog terhebat di edisi tahun ini.
Jalannya Pertandingan: Drama Lima Set
Laga berdurasi 3 jam 52 menit itu menyuguhkan momentum yang silih berganti. Berikut kronologi krusial yang membentuk kejutan terbesar turnamen sejauh ini:
- Set Pertama (6-4, 42 menit): Fery langsung mencuri inisiatif. Ia mematahkan servis Rune pada gim ketujuh setelah mengeksekusi backhand passing shot yang menyilang lapangan. Dengan 82% poin servis pertama yang ia menangkan, petenis berusia 23 tahun itu menutup set tanpa menghadapi break point.
- Set Kedua (3-6, 39 menit): Rune bangkit dengan agresivitas dari baseline. Dua break diperoleh petenis Denmark itu—yakni pada gim keempat dan kedelapan—berkat 14 winner yang ia lesakkan, berbanding 6 milik Fery. Servis Fery yang sempat dominan mulai kerap terbaca.
- Set Ketiga (7-6(5), 63 menit): Momentum kunci lahir di tiebreak. Fery menyelamatkan satu set point pada kedudukan 5-6 dengan drop shot mengecoh Rune. Dalam tekanan, ia memaksakan kesalahan forehand lawan, kemudian mengamankan set dengan ace ke-12 miliknya malam itu—total 18 ace sepanjang laga.
- Set Keempat (4-6, 44 menit): Rune kembali menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan penurunan stamina Fery. Petenis peringkat 10 itu mencatat persentase servis pertama 74% di set ini, dan hanya kehilangan enam poin dalam tiga gim servis terakhirnya.
- Set Penentuan (6-3, 33 menit): Fery membuka dengan break pada gim kedua setelah Rune melakukan double fault krusial pada deuce. Dukungan penonton tuan rumah membakar semangatnya: ia tidak memberi celah break point satu pun, dan menutup pertandingan dengan ace ke-18 yang menembus 202 km/jam.
Kejutan Berlanjut dari Kualifikasi
Pelatih Fery, James Trotman, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan anak didiknya adalah disiplin menyerang dengan forehand inside-out serta ketenangan pada momen kritis. “Arthur menjalankan rencana dengan presisi. Ia tidak memberi Rune ritme dan berani mengambil risiko di poin-poin besar,” kata Trotman dalam jumpa pers. Statistik mendukung klaim itu: Fery membukukan 46 winner berbanding 38 milik Rune, dan unggul dalam perolehan poin pada rally 0–4 pukulan (68%) dibandingkan lawannya (58%).
Sebelum menumbangkan Rune, Fery telah melewati tiga laga kualifikasi dan tiga babak utama—mengalahkan petenis peringkat 45, 78, serta unggulan ke-20 secara beruntun. Kemenangan atas Rune menjadi yang pertama atas pemain Top 10 dalam kariernya, dan langsung terjadi di panggung grand slam paling bergengsi.
Respons Fery dan Tantangan Semifinal
“Saya hanya mencoba menikmati setiap momen. Lapangan Tengah penuh, saya mendengar dukungan mereka, dan itu memberi saya sayap,” ujar Fery di hadapan media. Ia mengaku tidak menyangka akan berdiri di semifinal, namun merasa permainannya terus meningkat sejak awal turnamen. Publik Inggris kini berharap ia dapat mengulang prestasi terakhir petenis putra tuan rumah yang mencapai semifinal Wimbledon—Andy Murray pada 2016.
Di semifinal yang dijadwalkan pada Jumat (10/7), Fery akan berhadapan dengan unggulan keempat asal Serbia yang mengalahkan unggulan kelima di perempat final. Tantangan jelas semakin berat, namun laju sensasional petenis kualifikasi ini sudah memastikan bahwa Wimbledon 2026 akan terus dibicarakan sebagai ajang lahirnya kejutan besar.
Comments (0)