[Mataram, NTB] — NTB Luncurkan Bale Kita, Rumah Besar Produk UMKM

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meresmikan pusat agregasi dan pemberdayaan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang diberi nama "Bale Kita", Se

Jul 09, 2026 - 02:47
0 0
[Mataram, NTB] — NTB Luncurkan Bale Kita, Rumah Besar Produk UMKM

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meresmikan pusat agregasi dan pemberdayaan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang diberi nama "Bale Kita", Selasa (8/7/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur NTB di Gedung Bale Kita, Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, dan dihadiri lebih dari 300 pelaku UMKM dari sepuluh kabupaten/kota. Peluncuran ini menjadi tonggak strategis dalam upaya pemulihan ekonomi daerah pascapandemi sekaligus bagian dari percepatan transformasi digital UMKM di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Kronologi Peluncuran

Rangkaian acara peluncuran berlangsung tertib dengan agenda utama yang terstruktur. Panitia mencatat kehadiran 235 UMKM yang telah mendaftar secara luring maupun daring. Berikut urutan peristiwa berdasarkan waktu:

  1. Pukul 08.00 WITA – Registrasi dan Ramah Tamah: Peserta melakukan registrasi dan menikmati produk kopi lokal yang disajikan oleh barista binaan Dinas Koperasi dan UKM. Sebanyak 50 stan mini siap memamerkan produk andalan.
  2. Pukul 09.00 WITA – Pembukaan dan Sambutan Gubernur: Gubernur NTB menyampaikan visi Bale Kita sebagai rumah bersama produk UMKM yang mengusung tiga pilar: kurasi mutu, digitalisasi pemasaran, dan akses pembiayaan.
  3. Pukul 09.30 WITA – Penandatanganan Nota Kesepahaman: Dinas Koperasi dan UMKM NTB meneken MoU dengan dua marketplace nasional dan satu agregator logistik. Kolaborasi ini membuka akses pengiriman gratis hingga 50 kilogram untuk 500 transaksi pertama setiap UKM yang terdaftar di Bale Kita.
  4. Pukul 10.00 WITA – Peluncuran Simbolis: Gubernur memotong pita dan menekan tombol digital diiringi hitung mundur. Layar raksasa menampilkan situs resmi balekita.ntbprov.go.id yang langsung aktif dan sudah memuat 800 profil UMKM.
  5. Pukul 10.15 WITA – Peninjauan Showroom Utama: Rombongan meninjau showroom seluas 800 meter persegi yang memajang 300 produk unggulan, meliputi tenun ikat Lombok, kopi specialty Sembalun, kacang mete olahan Bima, dan kerajinan mutiara Lombok Utara.
  6. Pukul 11.00 WITA – Talkshow dan Demo Kurasi Produk: Mentor bisnis dan kurator produk memandu sesi interaktif tentang pengemasan, labeling, dan strategi penetrasi toko modern. Peserta berkesempatan mengajukan produknya untuk dinilai langsung secara gratis.
  7. Pukul 13.00 WITA – Pengumuman 10 UMKM Perintis dan Penutupan: Gubernur menyerahkan simbolis sertifikat keanggotaan Bale Kita kepada sepuluh UMKM terpilih yang dinilai paling siap ekspor. Acara ditutup dengan doa bersama dan janji tindak lanjut pendampingan intensif.

Salah satu pelaku UMKM tenun asal Lombok Timur, Nurhayati, mengaku gembira. "Kami selama ini kesusahan mencari pembeli langsung dari luar daerah. Adanya Bale Kita menjadi angin segar karena produk kami bisa dipajang di satu tempat dan dipromosikan luas," ujarnya. Senada dengan itu, pengusaha kopi Sembalun menilai fasilitas studio foto produk akan membantu meningkatkan daya tarik visual kemasan.

Fasilitas dan Layanan Terintegrasi

Bale Kita bukan sekadar ruang pameran. Di dalamnya tersedia area inkubasi bisnis yang bisa menampung 30 UKM binaan per angkatan, studio foto dan video produk berperalatan profesional, ruang pelatihan kapasitas 100 orang, serta layanan konsultasi legalitas usaha gratis (P-IRT, NIB, sertifikasi halal) yang bekerja sama dengan dinas terkait. Gerai penjualan fisik akan beroperasi setiap hari pukul 09.00–21.00 WITA dengan sistem konsinyasi sehingga UKM hanya menyetor produk tanpa terbebani biaya sewa ruang awal.

Seluruh produk yang lolos kurasi akan mendapatkan label "Bale Kita Certified" sebagai jaminan mutu, keamanan, dan kesesuaian standar pasar modern. Proses kurasi melibatkan tim dari Dinas Perdagangan, akademisi, dan praktisi industri kreatif. "Kami ingin membangun kepercayaan konsumen. Begitu melihat label Bale Kita, pembeli langsung yakin bahwa produk tersebut telah terkurasi," jelas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB.

Target Ekonomi dan Dampak

Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan dana awal sebesar Rp 12,5 miliar untuk pengembangan Bale Kita dan program digitalisasi UMKM. Dari jumlah tersebut, Rp 5 miliar digunakan untuk infrastruktur fisik dan teknologi, sementara sisanya untuk pendampingan dan pelatihan. Target tahun pertama adalah mengkurasi 1.200 UMKM dan mencetak omzet agregat minimal Rp 10 miliar melalui platform daring dan gerai luring. Secara lebih luas, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan omzet rata-rata UMKM peserta hingga 40 persen dalam dua belas bulan pertama.

Di tingkat desa, Bale Kita akan terhubung dengan program "Satu Desa Satu Produk Unggulan" yang tengah digulirkan. Sebanyak 100 desa wisata dijadwalkan berintegrasi pada tahap awal, menjadikan Bale Kita tidak hanya sebagai showroom di kota, tetapi juga simpul logistik dan promosi yang menjangkau pelosok.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User