Dua Petinju Putri Melaju ke Semifinal Asian Boxing U19/U23

Arena pertandingan di Almaty, Kazakhstan bergetar dalam sorak sorai pendukung saat petinju putri tim nasional Indonesia, Maria Meisita Manguntu dan Linda S

Jul 09, 2026 - 02:35
0 0
Dua Petinju Putri Melaju ke Semifinal Asian Boxing U19/U23

Arena pertandingan di Almaty, Kazakhstan bergetar dalam sorak sorai pendukung saat petinju putri tim nasional Indonesia, Maria Meisita Manguntu dan Linda Sari Langi Maililin, memastikan tempat di babak semifinal Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026. Keduanya tampil memukau dalam duel perempat final yang berlangsung sengit pada Sabtu (5/7) malam waktu setempat, menghadirkan harapan baru bagi kontingen Indonesia untuk membawa pulang medali dari ajang bergengsi ini.

Perjuangan Maria Meisita Manguntu

Turun di kelas bantam (54kg) kategori U23, Maria menghadapi petinju tangguh asal India, Anjali Sharma. Sejak ronde pertama, Maria langsung mengambil inisiatif serangan dengan kombinasi pukulan straight kiri dan hook kanan yang akurat. Agresivitasnya membuat Sharma terpaksa bertahan di sudut ring. Ronde kedua menjadi titik balik ketika Maria berhasil mencatatkan standing eight count setelah melancarkan serangan telak ke rahang lawan. Wasit memberikan hitungan delapan, namun Sharma mampu melanjutkan pertarungan. Hingga ronde ketiga, Maria tetap konsisten mengontrol jarak dan tempo, memaksa juri memberikan skor mutlak 5-0 untuk kemenangannya.

"Saya menerapkan instruksi pelatih untuk tidak memberi ruang bagi lawan bernapas. Strategi pressing ketat berhasil membuat Sharma kehilangan ritme. Saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera berarti," ujar Maria dengan nafas masih terengah seusai duel.

Dominasi Linda Sari Langi Maililin

Sementara itu, Linda tampil di kelas bulu (57kg) kategori U19 dengan lawan yang tidak kalah sulit, petinju Uzbekistan bernama Diyora Kamilova. Postur lebih tinggi tidak menyurutkan nyali Linda yang justru memanfaatkan kecepatan kaki dan kelincahan untuk menusuk pertahanan lawan. Di ronde pertama, Linda beberapa kali berhasil mendaratkan pukulan cross akurat ke badan Kamilova. Memasuki ronde kedua, Linda yang berasal dari Maluku Utara itu semakin percaya diri, membombardir lawan dengan pukulan jarak pendek. Keunggulan stamina Linda terlihat jelas di ronde pamungkas saat ia masih kuat melancarkan kombinasi satu-dua-tiga yang membuat Kamilova kewalahan. Skor akhir 4-1 mengantarkan Linda ke semifinal.

"Ini semua berkat doa orang tua dan disiplin latihan selama pemusatan latihan nasional. Kami tidak mau pulang dengan tangan kosong," tutur Linda dengan mata berkaca-kaca.

Jalan Menuju Medali Emas

Dengan hasil ini, Indonesia memastikan minimal meraih dua medali perunggu—mengingat aturan turnamen memberikan medali ganda untuk petinju yang mencapai semifinal. Namun, pelatih kepala tim nasional, Marco Tulio, menegaskan target tidak berhenti di sana. Di semifinal yang akan digelar Senin (7/7), Maria akan berhadapan dengan unggulan asal Kazakhstan, Aigerim Sarsenova, sementara Linda ditantang petinju Filipina, Maria Clara Reyes. Pertarungan diprediksi lebih sulit karena tuan rumah dan rival tradisional ASEAN sama-sama memiliki teknik dan jam terbang tinggi.

Atmosfer di penginapan kontingen Indonesia berubah menjadi penuh semangat. Rekan-rekan satu tim menyambut mereka dengan tepuk tangan riuh. Manajer tim, Didik Priyanto, mengatakan bahwa mental bertanding kedua petinju sudah jauh berkembang dibandingkan saat tampil di SEA Youth Boxing tahun lalu.

Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan tinju putri Indonesia di kancah Asia. Sebelumnya, tim putra juga meloloskan dua wakil ke semifinal di kelas berbeda, membuat Indonesia menempatkan empat petinju di babak empat besar. Konfirmasi kelolosan ini turut disambut gembira oleh Pengurus Besar Persatuan Tinju Komisi (PB Pertina) yang mengirimkan ucapan selamat melalui pesan singkat kepada tim.

Kini semua mata tertuju pada laga semifinal Senin nanti. Dukungan moral dari tanah air terus mengalir melalui media sosial, sementara tim pelatih fokus melakukan sesi pemulihan dan evaluasi video pertandingan lawan. Jika salah satu atau kedua petinju mampu melangkah ke final, Indonesia berpeluang mencetak sejarah baru di Asian Boxing U19 dan U23 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User