RUPST BACH Angkat Budi Kurniawan Jadi Direktur Utama

JAKARTA — PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi mengangkat Budi Kurniawan sebagai Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berla

Jul 08, 2026 - 23:36
0 0
RUPST BACH Angkat Budi Kurniawan Jadi Direktur Utama

JAKARTA — PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi mengangkat Budi Kurniawan sebagai Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta, Rabu (12/3/2025). Pria berusia 48 tahun itu sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasional perusahaan dan akan menggantikan posisi kosong yang ditinggalkan pendahulunya sejak akhir 2024.

Budi Kurniawan terpilih berdasarkan suara bulat pemegang saham mayoritas. Dalam sambutannya, ia menyatakan akan mempercepat transformasi digital BACH, terutama di lini pembiayaan mikro dan layanan pembayaran digital. “Fokus kami adalah efisiensi operasional dan perluasan akses ke pelaku UMKM yang selama ini kurang terlayani perbankan konvensional,” ujarnya.

Investor merespon positif pengangkatan ini. Pada penutupan perdagangan kemarin, saham BACH menguat 4,7% ke level Rp 236 per lembar, tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Analis menilai pengalaman Budi selama lebih dari 22 tahun di industri keuangan dan teknologi mampu membawa BACH keluar dari tekanan persaingan fintech yang kian ketat.

BACH sendiri mencatatkan pendapatan Rp 1,4 triliun pada tahun buku 2024, naik 15% dibanding tahun sebelumnya. Namun laba bersih hanya tumbuh 3% akibat tingginya biaya akuisisi nasabah. Budi menargetkan peningkatan laba bersih minimal 10% pada 2025 dengan strategi pengendalian biaya dan monetisasi basis pengguna yang sudah mencapai 8,2 juta akun aktif.

“Pengangkatan Budi adalah langkah tepat karena ia paham seluk-beluk operasional BACH. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan agresif dan profitabilitas di tengah persaingan dengan pemain besar seperti GoPay dan ShopeePay,” kata pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Soesilo.

Profil Budi Kurniawan dan Strategi Ke Depan

Budi Kurniawan memiliki rekam jejak panjang di sektor perbankan digital. Sebelum bergabung dengan BACH pada 2022, ia memimpin transformasi digital di sebuah bank BUKU IV dan pernah menjabat sebagai Country Head di perusahaan teknologi finansial regional. Keahliannya di bidang strategi digital, manajemen risiko, dan ekspansi pasar UMKM menjadi alasan utama pemegang saham mempromosikannya.

Dalam paparan visinya, Budi menjabarkan tiga pilar utama: pertama, peluncuran produk pinjaman mikro berbasis machine learning yang menyasar 10 juta UMKM pada 2026; kedua, integrasi layanan BACH ke dalam platform e-commerce melalui kerja sama strategis; ketiga, modernisasi infrastruktur TI dengan alokasi belanja modal sebesar Rp 320 miliar pada 2025. Perseroan juga berencana melakukan efisiensi biaya operasional sebesar 12% melalui otomatisasi proses dan restrukturisasi organisasi.

Risiko dan Peluang BACH ke Depan

Meski sambutan pasar positif, sejumlah investor institusi menyoroti potensi konflik kepentingan karena Budi masih tercatat sebagai komisaris di dua anak usaha BACH. Manajemen memastikan seluruh prosedur tata kelola telah dipenuhi sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan. “Kami sudah memperoleh persetujuan OJK dan memastikan tidak ada benturan kepentingan yang merugikan pemegang saham minoritas,” kata Corporate Secretary BACH, Rina Anggraini.

Dari sisi industri, penetrasi layanan keuangan digital di Indonesia masih rendah (sekitar 34% dari populasi dewasa), memberikan ruang pertumbuhan besar bagi BACH. Namun, tingkat persaingan yang tinggi dan tekanan regulator terhadap suku bunga pinjaman online menjadi faktor yang harus dikelola dengan hati-hati oleh direksi baru.

Kesimpulan

Pengangkatan Budi Kurniawan sebagai Direktur Utama PT Bach Multi Global Tbk menjadi momen penting bagi emiten berkode saham BACH ini. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dan visi transformasi yang jelas, pasar berharap perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan profitabilitas. Kinerja pada kuartal II-2025 akan menjadi indikator awal efektivitas strategi baru ini di tengah ekspektasi investor yang semakin tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User