TOKYO — Peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara pada Selasa pagi, 29
Kronologi Guncangan Pasar Data perdagangan dari sejumlah bursa utama Asia menunjukkan tekanan yang terjadi secara hampir bersamaan begitu kabar peluncuran
Kronologi Guncangan Pasar
Data perdagangan dari sejumlah bursa utama Asia menunjukkan tekanan yang terjadi secara hampir bersamaan begitu kabar peluncuran rudal tersebar di lantai bursa. Berikut runtutan pergerakan pasar sepanjang sesi Selasa:
- Pukul 06.00 Waktu Tokyo: Korea Utara meluncurkan rudal balistik jarak menengah yang melintasi wilayah udara Jepang di atas Hokkaido. Pemerintah Jepang mengonfirmasi lintasan rudal dan mengeluarkan peringatan dini kepada warga.
- Pukul 09.00 Waktu Tokyo: Bursa saham Tokyo dibuka dengan tekanan jual langsung. Indeks acuan Nikkei 225 anjlok 1,5% dalam 30 menit pertama perdagangan, dipimpin oleh saham sektor eksportir dan teknologi.
- Pukul 09.30 Waktu Seoul: Bursa Korea Selatan turut tertekan. Indeks Kospi merosot 2,1% pada awal sesi, dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai 380 miliar won dalam satu jam pertama.
- Pukul 10.00 Waktu Hong Kong: Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,8%, dipicu aksi lepas saham properti dan keuangan. Sementara itu, indeks Shanghai Composite di Tiongkok daratan melemah 0,9% seiring kekhawatiran meluasnya konflik regional.
- Pukul 15.00 Penutupan Tokyo: Nikkei 225 mengakhiri perdagangan dengan pelemahan harian sebesar 2,3% atau turun 458 poin ke level 19.274,82. Ini merupakan penurunan harian terdalam dalam tiga bulan terakhir.
- Pukul 16.00 Penutupan Semua Pasar: Kospi ditutup melemah 2,5%, Hang Seng turun 2,1%, sementara indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tercatat merosot 1,9%. Total kapitalisasi pasar yang hilang dalam sehari diperkirakan mencapai 68 miliar dolar AS.
Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran investor bahwa meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea dapat mengganggu rantai pasok regional dan menekan pertumbuhan ekonomi. Sektor-sektor yang paling terpukul meliputi manufaktur, elektronik, dan otomotif — yang sangat bergantung pada stabilitas geopolitik di Asia Timur. Saham-saham seperti Toyota Motor Corp. turun 3,2%, Samsung Electronics melemah 3,8%, dan Tencent Holdings kehilangan 2,5% nilainya.
Analis pasar dari Nomura Securities menyebut aksi jual ini sebagai reaksi impulsif yang dapat berlanjut jika situasi diplomatik tidak segera mereda. "Investor saat ini sedang menghitung ulang risiko premium di aset Asia. Selama tidak ada dialog konkret antara pihak terkait, volatilitas tinggi akan bertahan," ujar salah seorang analis yang enggan disebutkan namanya. Sementara itu, yen Jepang — yang kerap dianggap sebagai aset safe haven — justru menguat 0,7% terhadap dolar AS, mencerminkan larinya modal ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Kementerian Keuangan Jepang dan Bank of Korea dikabarkan telah menggelar rapat darurat untuk memantau pergerakan pasar dan menyiapkan langkah stabilisasi bila diperlukan. Otoritas bursa di Tokyo dan Seoul menyatakan sistem perdagangan berjalan normal tanpa gangguan teknis, meskipun volume transaksi melonjak 40% di atas rata-rata harian.
Comments (0)