[TOKYO] — Peluncuran Rudal Korea Utara Pukul Bursa Asia

TOKYO — Gelombang tekanan geopolitik kembali menghantam lantai bursa Asia pada Selasa (29/8) pagi, setelah Korea Utara meluncurkan rudal balistik yang meli

Jul 09, 2026 - 01:03
0 0
[TOKYO] — Peluncuran Rudal Korea Utara Pukul Bursa Asia

TOKYO — Gelombang tekanan geopolitik kembali menghantam lantai bursa Asia pada Selasa (29/8) pagi, setelah Korea Utara meluncurkan rudal balistik yang melintasi wilayah udara Jepang sebelum jatuh di perairan Samudra Pasifik. Indeks-indeks utama di Tokyo, Seoul, hingga Shanghai kompak terjun ke zona merah, menandai aksi jual masif investor yang panik terhadap potensi eskalasi konflik di Semenanjung Korea.

Berdasarkan data Kementerian Pertahanan Jepang, rudal yang diduga jenis Hwasong-12 itu ditembakkan dari sekitar Distrik Sunan, Pyongyang, pada pukul 05.57 waktu setempat. Proyektil terbang sejauh 2.700 kilometer dengan ketinggian maksimal 550 kilometer, memotong Prefektur Hokkaido sebelum terbelah menjadi tiga bagian dan jatuh ke laut sekitar 1.180 kilometer di sebelah timur Tanjung Erimo. Ini merupakan uji coba kedua Korea Utara yang melintasi Jepang dalam kurun waktu kurang dari setahun, dan langsung memicu kecaman keras dari Tokyo serta Seoul.

Kantor Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan “ancaman serius dan tak termaafkan” terhadap keamanan nasional. Pemerintah Jepang segera mengaktifkan sistem peringatan dini J-Alert di sejumlah prefektur, meminta warga untuk berlindung di bangunan kokoh. Tidak ada laporan kerusakan atau serpihan rudal yang mendarat di daratan, tetapi dampak psikologisnya langsung merembet ke sektor keuangan.

Indeks acuan Nikkei 225 dibuka turun tajam 144 poin atau 0,74 persen ke level 19.325, sebelum aksi beli selektif meredakan tekanan. Meski sempat memangkas pelemahan, Nikkei mengakhiri sesi dengan koreksi 0,43 persen di posisi 19.362. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan terpangkas 0,63 persen menjadi 2.362—level terendah dalam dua pekan terakhir—dengan investor asing mencatat penjualan bersih hingga ₩237 miliar (sekitar Rp2,7 triliun). Bursa saham Shanghai dan Hong Kong juga ikut terseret: Shanghai Composite melemah 0,5 persen ke 3.365, sedangkan Hang Seng turun 0,27 persen menjadi 27.743. Indeks Straits Times Singapura tak luput dari koreksi, kehilangan 0,52 persen ke level 3.260.

Perbandingan Kinerja Indeks Utama Asia

Indeks Negara/Wilayah Perubahan (Poin) Perubahan (%) Penutupan
Nikkei 225 Jepang -82,13 -0,43 19.362
Kospi Korea Selatan -14,69 -0,63 2.362
Shanghai Composite China -16,83 -0,50 3.365
Hang Seng Hong Kong -74,02 -0,27 27.743
Straits Times Singapura -17,31 -0,52 3.260

Sumber: Data bursa regional, 29 Agustus 2017.

Mengapa Rudal Mampu Mengguncang Pasar?

Analis menilai, eskalasi ketegangan yang dipicu rudal Korut menambah daftar risiko geopolitik yang sudah menghantui investor—bersama dengan kebuntuan negosiasi dagang global dan ketidakpastian kebijakan moneter bank sentral utama. “Peluncuran rudal yang melintasi Jepang tanpa peringatan ini menciptakan ketakutan pasar akan eskalasi konflik yang dapat mengganggu rantai pasok Asia,” ujar Kenji Yamamoto, kepala strategi pasar SMBC Nikko Securities, Tokyo. Menurutnya, investor segera mengalihkan dana ke aset aman seperti yen Jepang dan obligasi pemerintah, yang terlihat dari penguatan yen ke level ¥108,7 per dolar AS—menguat 0,7 persen dari penutupan sebelumnya.

Di Seoul, pelaku pasar khawatir bahwa provokasi berulang akan memicu respons militer yang lebih keras dari aliansi AS-Korsel. Saham-saham sektor teknologi dan manufaktur, yang sangat bergantung pada stabilitas regional, menjadi sektor dengan tekanan paling dalam. Di Hong Kong dan Shanghai, penurunan masih tertahan oleh likuiditas domestik yang cukup, namun sentimen negatif tetap membebani.

Perdana Menteri Abe menggelar rapat darurat Dewan Keamanan Nasional Jepang dan menyatakan bahwa pemerintah akan “mengambil semua langkah yang diperlukan” untuk melindungi warganya. Sementara itu, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memerintahkan militernya untuk menunjukkan “kemampuan respons yang luar biasa” dan meminta Dewan Keamanan PBB segera mengadakan sidang darurat.

Bursa-bursa Asia mencoba bangkit pada sesi perdagangan berikutnya, tetapi para analis memperingatkan bahwa selama Korea Utara belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi, volatilitas akan tetap tinggi. Investor disarankan untuk mencermati pernyataan resmi dari Pyongyang serta langkah lanjutan dari Washington dan Beijing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User