Jakarta — Blue Bird Resmikan 500 Taksi Listrik, SPKLU Terpusat Dioperasikan

PT Blue Bird Tbk secara resmi mengoperasikan 500 unit taksi listrik terbaru sekaligus meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terpusat

Jul 09, 2026 - 01:06
0 0
Jakarta — Blue Bird Resmikan 500 Taksi Listrik, SPKLU Terpusat Dioperasikan

PT Blue Bird Tbk secara resmi mengoperasikan 500 unit taksi listrik terbaru sekaligus meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terpusat di kantor pusatnya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (9/8/2023). Acara ini menjadi tonggak percepatan elektrifikasi armada taksi terbesar di Indonesia, sejalan dengan komitmen perusahaan menekan emisi karbon dan mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Sejumlah pejabat Kementerian Perhubungan, perwakilan PT PLN (Persero), serta mitra manufaktur kendaraan listrik turut hadir dalam seremoni yang menandai dimulainya era baru transportasi berbasis energi bersih di Tanah Air.

Latar Belakang Elektrifikasi Blue Bird

  1. 2019 – Uji coba 10 unit taksi listrik BYD e6 di Bali sebagai bagian dari program percontohan transportasi hijau Ibu Kota Negara dan destinasi wisata ramah lingkungan.
  2. 2021 – Pembelian 200 unit Tesla Model X dan BYD e6 untuk operasional di Jakarta, menandai komitmen investasi jangka panjang perusahaan pada kendaraan rendah emisi.
  3. 2022 – Pembangunan 50 SPKLU di pool-pool utama Blue Bird, didukung oleh PT PLN melalui skema kerja sama penyediaan listrik hijau dan insentif tarif khusus untuk transportasi umum.
  4. 2023 – Penambahan 500 unit taksi listrik dan peresmian SPKLU terpusat di kantor pusat, sekaligus penandatanganan nota kesepahaman dengan pabrikan lokal untuk perakitan baterai dan suku cadang kendaraan listrik.

Kronologi Peresmian 9 Agustus 2023

  1. Pukul 09.00 WIB – Acara diawali dengan laporan keberlanjutan oleh Corporate Sustainability Blue Bird. Dilaporkan bahwa penambahan 500 unit taksi listrik ini merupakan tahap kedua dari rencana total 2.000 unit hingga 2025, dengan investasi mencapai Rp1,2 triliun termasuk pengadaan kendaraan dan infrastruktur pengisian.
  2. Pukul 09.30 WIB – Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, secara simbolis menyerahkan kunci kendaraan listrik kepada perwakilan pengemudi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa investasi ini bukan sekadar modernisasi armada, melainkan komitmen menurunkan jejak karbon perusahaan hingga 30 persen pada 2030 dan memberikan efisiensi biaya yang akan dikembalikan pada kesejahteraan pengemudi.
  3. Pukul 10.00 WIB – Para tamu undangan menyaksikan demonstrasi pengisian daya serentak di 10 unit SPKLU fast charger DC 50 kW yang terpasang di area parkir kantor pusat. Setiap unit pengisian mampu mengisi penuh baterai kendaraan listrik dalam waktu 90 menit, cukup untuk menempuh jarak di atas 400 kilometer per pengisian penuh.
  4. Pukul 11.00 WIB – Sesi konferensi pers digelar. Adrianto menjelaskan pemilihan model BYD e6 dan Tesla Model X mempertimbangkan ketahanan baterai dan jarak tempuh tinggi, serta ketersediaan layanan purnajual. Ia juga mengungkapkan total armada taksi listrik kini mencapai 700 unit dari total armada 23.000 kendaraan.
  5. Pukul 12.00 WIB – Acara ditutup dengan test drive bagi awak media dan tamu VIP menggunakan 20 unit taksi listrik terbaru di sekitar kawasan Mampang Prapatan. Seluruh unit telah dilengkapi aplikasi MyBlueBird versi terbaru yang mendukung pembayaran nontunai dan pelacakan jejak karbon per perjalanan.

Dampak Lingkungan dan Efisiensi Operasional

  1. Konversi 500 unit taksi konvensional ke listrik diproyeksikan mengurangi emisi karbon dioksida hingga 12.500 ton per tahun, setara dengan penanaman 500.000 pohon dewasa.
  2. Biaya operasional per kilometer turun drastis dari rata-rata Rp800 (solar) menjadi Rp250 (listrik), memberikan efisiensi biaya harian hingga 70 persen yang akan dialokasikan untuk peningkatan pendapatan pengemudi dan subsidi tarif pada jam-jam tertentu.
  3. Blue Bird menargetkan pembangunan 5.000 SPKLU di 50 pool operasional di Jabodetabek pada akhir 2024, yang juga akan dibuka untuk masyarakat umum guna mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Salah satu pengemudi taksi listrik, Suwarno (45), mengaku puas dengan performa kendaraan barunya. “Sekarang jauh lebih hemat, tidak perlu ganti oli dan perawatan lebih mudah. Rata-rata saya menghabiskan biaya listrik Rp100.000 per hari. Dulu pakai solar bisa Rp300.000. Penumpang juga sering bilang mobilnya senyap dan nyaman,” ujarnya saat ditemui di sela pengisian daya di SPKLU kantor pusat. Penumpang bernama Melisa mengapresiasi kenyamanan kabin taksi listrik Blue Bird. “Tarifnya tetap sama, tapi suasana di dalam seperti naik mobil premium. Tidak ada getaran dan suara mesin sama sekali,” katanya.

Kementerian Perhubungan melalui Peraturan Menteri Nomor 15 Tahun 2023 terus mendorong penggunaan kendaraan berbasis baterai untuk transportasi umum sebagai bagian dari peta jalan net zero emission. Blue Bird, sebagai operator taksi terkemuka, berkomitmen mengonversi 50 persen dari total armadanya menjadi kendaraan listrik atau rendah emisi pada 2030. Kerja sama dengan produsen baterai lokal dan perakitan komponen di dalam negeri akan menjadi pilar utama strategi ini, sekaligus mendorong hilirisasi industri kendaraan listrik nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User