Jakarta — IHSG Ditutup Menguat 0,45% di Awal Ramadan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal Ramadan 1445 Hijriah dengan penguatan 0,45 persen ke level 7.331,86 pada Selasa (12/3/2024). Pe

Jul 09, 2026 - 01:13
0 0
Jakarta — IHSG Ditutup Menguat 0,45% di Awal Ramadan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal Ramadan 1445 Hijriah dengan penguatan 0,45 persen ke level 7.331,86 pada Selasa (12/3/2024). Penguatan sebesar 32,89 poin ini terjadi di tengah volume transaksi yang mencapai 19,3 miliar saham dengan nilai total Rp11,2 triliun, lebih tinggi dari rata-rata harian Maret sebelumnya. Frekuensi perdagangan tercatat 1,04 juta kali dengan partisipasi investor domestik mendominasi 63 persen total nilai transaksi. Tujuh dari 11 sektor di lantai bursa berakhir di zona hijau, dipimpin sektor barang konsumen primer yang naik 1,87 persen, diikuti perbankan dan energi.

Perdagangan sempat dibuka stagnan di kisaran 7.299 namun langsung merangkak naik setelah sesi pertama seiring rilis data penjualan ritel domestik yang tumbuh 5,2 persen secara tahunan per Februari 2024. Sentimen Ramadan yang secara historis mendorong konsumsi rumah tangga menjadi katalis utama. Selain itu, penguatan rupiah sebesar 0,27 persen ke Rp15.670 per dolar AS selama jam perdagangan turut menopang indeks. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) hari itu bertambah sekitar Rp42 triliun menjadi Rp11.450 triliun.

Analisis Pendorong Utama dan Rotasi Sektoral

Pola penguatan di awal Ramadan ini konsisten dengan tren historis. Sejak 2019, IHSG selalu mencatat return positif dalam tiga hari pertama Ramadan dengan rata-rata penguatan 0,67 persen. Tahun ini, pelaku pasar lebih agresif mengoleksi saham-saham berkaitan dengan konsumsi musiman, didukung ekspektasi gelombang belanja menjelang Idulfitri. Investor asing mencatatkan beli bersih Rp385 miliar di pasar reguler, terutama pada saham bank besar dan produsen makanan-minuman.

Perbandingan Kinerja Sektor pada 12 Maret 2024

SektorPerubahan (%)Volume (juta saham)
Barang Konsumen Primer+1,874.620
Perbankan+1,333.890
Energi+0,922.140
Properti-0,561.340
Teknologi-0,732.870

Sektor teknologi dan properti justru terkoreksi karena investor merealisasikan keuntungan pascapenguatan pada Februari lalu. Rotasi sektoral ini menunjukkan preferensi pada saham defensif jangka pendek.

Proyeksi dan Risiko Lanjutan

Meski tren awal Ramadan positif, pelaku pasar tetap mencermati inflasi pangan musiman yang berpotensi menekan margin emiten ritel. "Ramadan biasanya memberi sentimen positif awal, namun data penjualan ril akan menjadi konfirmasi. Jika inflasi tertahan, IHSG bisa menguji level 7.400 dalam dua pekan," kata Faisal Rachman, ekonom Bank XYZ. Dia menambahkan bahwa volatilitas masih mungkin terjadi menjelang rilis data cadangan devisa dan pertemuan The Fed.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User