Bandung — Pekanbaru-Bandung Teken MoU, Walkot Agung Targetkan Setara Kota Nasional

BANDUNG, Apaberita – Pemerintah Kota Pekanbaru resmi menggandeng Pemerintah Kota Bandung dalam sebuah nota kesepahaman strategis yang diteken di Balai Kota

Jul 09, 2026 - 02:05
0 0
Bandung — Pekanbaru-Bandung Teken MoU, Walkot Agung Targetkan Setara Kota Nasional

BANDUNG, Apaberita – Pemerintah Kota Pekanbaru resmi menggandeng Pemerintah Kota Bandung dalam sebuah nota kesepahaman strategis yang diteken di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (8/7/2026). Momentum ini menjadi titik awal percepatan transformasi Ibu Kota Riau agar mampu berdiri sejajar dengan kota-kota besar nasional, sekaligus mengunci komitmen konkret antardaerah di tengah semangat desentralisasi. Penandatanganan berlangsung dalam suasana hangat dan disaksikan langsung oleh jajaran pejabat tinggi dari kedua kota.

Kronologi Kunjungan dan Penandatanganan

Delegasi Pekanbaru yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Agung Nugroho tiba di Bandung pada pagi hari. Rombongan terlebih dahulu menggelar pertemuan teknis lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memverifikasi rancangan kerja sama yang telah disusun selama dua bulan terakhir. Setelah seluruh klausul disepakati, prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilangsungkan di ruang utama Balai Kota, diikuti dengan sesi tukar cenderamata dan diskusi informal antara kedua kepala daerah.

  1. Pukul 09.30 WIB – Delegasi Pemko Pekanbaru disambut Sekretaris Daerah Kota Bandung di lobi Balai Kota.
  2. Pukul 10.15 WIB – Rapat koordinasi teknis antara tim perencana kedua kota untuk finalisasi substansi nota.
  3. Pukul 14.00 WIB – Penandatanganan MoU oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wali Kota Bandung yang diwakilkan Sekretaris Daerah sebagai penjabat penghubung.
  4. Pukul 14.45 WIB – Konferensi pers dan pernyataan bersama kedua pemimpin daerah.

Cakupan Kerja Sama dalam Tujuh Pilar Strategis

Dokumen MoU yang ditandatangani mencakup tujuh sektor prioritas yang disasar sebagai katalisator lompatan pembangunan Pekanbaru. Seluruh sektor tersebut dirancang saling terhubung agar dampaknya berlipat ganda dalam ekosistem tata kelola kota. Berikut rinciannya:

  1. Pelayanan publik – Adopsi sistem layanan terpadu dan percepatan perizinan berbasis daring yang telah teruji di Bandung.
  2. Investasi dan promosi daerah – Pertukaran data potensi ekonomi, program joint promotion investasi, serta fasilitasi kemudahan berusaha.
  3. Pemerintahan digital – Integrasi aplikasi kota pintar, interoperabilitas pusat kendali, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia aparatur.
  4. Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) – Studi replikasi inovasi pemungutan pajak dan retribusi berbasis digital guna mendongkrak rasio PAD terhadap APBD.
  5. Penataan kawasan perkotaan – Konsultansi desain kawasan tepian air, revitalisasi ruang terbuka hijau, serta manajemen ruang bawah tanah.
  6. Pengembangan ekonomi kreatif – Kurasi ekosistem startup, promosi produk unggulan, dan kolaborasi event kreatif berskala nasional.
  7. Penguatan konektivitas antardaerah – Pemetaan jalur distribusi logistik dan transportasi publik antarmoda sebagai pengungkit keterhubungan regional.

Visi Wali Kota Agung: Menyulut Lompatan Daya Saing

Dalam keterangan persnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa aliansi dengan Bandung dilandasi rekognisi atas rekam jejak kota kembang sebagai pusat inovasi. “Bandung merupakan salah satu kota yang memiliki banyak inovasi dan keberhasilan dalam tata kelola pemerintahan maupun pembangunan kota. Tentu banyak hal yang bisa kita pelajari dan kolaborasikan agar Pekanbaru terus berkembang dan mampu sejajar dengan kota-kota besar di Indonesia,” ujar Agung. Ia menambahkan, pemilihan tujuh pilar tersebut bukan tanpa alasan. Seluruh bidang dinilai memiliki efek domino langsung terhadap daya saing daerah, sekaligus menjawab kebutuhan mendasar warga Pekanbaru atas layanan yang lebih cepat, transparan, dan berorientasi pada hasil.

  1. Pekanbaru menargetkan peningkatan Indeks Pelayanan Publik sebesar 15 persen dalam dua tahun melalui replikasi sistem pelayanan Bandung.
  2. Kedua kota sepakat membentuk Tim Kerja Bersama yang akan bertemu triwulanan guna mengawal implementasi nota, dengan laporan pertama dipresentasikan pada Oktober 2026.
  3. Pemerintah Kota Pekanbaru mengalokasikan anggaran pendampingan awal sebesar Rp2,4 miliar dalam APBD Perubahan untuk fase studi banding, pelatihan aparatur, dan uji coba aplikasi digital.

Dengan ditekennya nota kesepahaman ini, Pekanbaru resmi memasuki babak baru diplomasi antarkota yang tidak lagi sekadar seremonial melainkan berorientasi pada transfer pengetahuan dan implementasi terukur. Publik berharap langkah ini dapat segera membuahkan wajah Pekanbaru yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi di peta perkotaan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User