Proyek Smelter Amman Capai 76,1%, Konstruksi Pemurnian Logam Mulia 72,7%
JAKARTA — PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) melaporkan perkembangan terkini proyek strategis fasilitas pemurnian mineral di Kawasan Ekonomi Khusus
JAKARTA — PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) melaporkan perkembangan terkini proyek strategis fasilitas pemurnian mineral di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, Kalimantan Timur. Berdasarkan data yang dirilis perusahaan, progres konstruksi smelter tembaga telah menembus angka 76,1% per periode pelaporan terbaru. Secara paralel, pembangunan fasilitas pemurnian logam mulia (Precious Metal Refinery/PMR) menunjukkan kemajuan sebesar 72,7%.
Kedua fasilitas ini merupakan bagian integral dari komitmen hilirisasi industri mineral yang diamanatkan oleh Pemerintah Indonesia. Dengan progres konstruksi yang telah melampaui tiga perempat dari total rencana pekerjaan untuk smelter tembaga, perseroan optimistis dapat menyelesaikan pembangunan sesuai dengan tenggat waktu yang telah direvisi. Capaian 76,1% pada smelter utama mengindikasikan bahwa pekerjaan sipil, instalasi struktural baja, serta pengadaan peralatan utama telah memasuki fase final.
Analisis Capaian Progres Konstruksi
Berdasarkan penelusuran data teknikal di lapangan, selisih progres antara smelter tembaga dan unit pemurnian logam mulia yang mencapai 3,4% tergolong wajar dalam manajemen proyek EPC (Engineering, Procurement, Construction) berskala masif. Smelter tembaga biasanya memerlukan skala pekerjaan sipil yang lebih dominan di awal proyek, sehingga secara visual dan kuantitatif progresnya lebih cepat terdongkrak. Sementara itu, fasilitas PMR membutuhkan instalasi peralatan presisi tinggi yang memakan waktu lebih lama pada tahap commissioning awal.
"Progres 76,1% untuk smelter tembaga adalah sinyal positif bahwa proyek ini telah melewati titik kritis dalam kurva-S konstruksi. Biasanya, setelah menembus 70%, risiko keterlambatan menurun drastis," ujar seorang analis industri pertambangan yang enggan disebutkan namanya.
Perbandingan Data Progres Proyek
| Indikator | Smelter Tembaga | Pemurnian Logam Mulia |
|---|---|---|
| Progres Konstruksi | 76,1% | 72,7% |
| Selisih Progres | 3,4% (Smelter Unggul) | |
| Lingkup Pekerjaan Utama | Struktur Baja & Sipil | Instalasi Presisi & Mekanikal |
| Fase Saat Ini | Finalisasi Instalasi Peralatan | Akselerasi Pengadaan Alat Inti |
Manajemen AMMAN sebelumnya menyatakan bahwa penyelesaian fasilitas ini tidak hanya bertujuan memenuhi ketentuan ekspor konsentrat, tetapi juga menangkap nilai tambah dari produk sampingan seperti emas dan perak. Dengan beroperasinya PMR nanti, AMMAN akan menjadi salah satu pemain kunci dalam rantai pasok logam mulia domestik. Data terbaru ini menjadi bukti bahwa aktivitas fisik di lapangan tetap berjalan sesuai arahan peta jalan meskipun terdapat dinamika global pada rantai pasok peralatan impor.
Dengan capaian 76,1%, fokus manajemen proyek kini bergeser pada pengujian sistem kelistrikan dan persiapan pra-komisioning. Progres 72,7% di sisi pemurnian logam mulia juga mendekati tahap penuntasan ruang kendali dan integrasi teknologi proses.
Comments (0)