Cikarang — Dharma Group Targetkan Penjualan Rp3,08 Triliun di 2021

Pekerja memeriksa produk dan kualitas komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal (Dharma Group), di kawasan Delta Silicon, Cikarang, Jawa Barat. Perus

Jul 09, 2026 - 01:17
0 0
Cikarang — Dharma Group Targetkan Penjualan Rp3,08 Triliun di 2021
Pekerja memeriksa produk dan kualitas komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal (Dharma Group), di kawasan Delta Silicon, Cikarang, Jawa Barat. Perusahaan manufaktur yang berada di bawah naungan Triputra Group ini menetapkan target penjualan sebesar Rp 3,08 triliun untuk tahun 2021, meningkat signifikan 38,81% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan resmi perusahaan yang dirilis melalui Liputan6.com. Kenaikan ambisius ini mencerminkan keyakinan produsen komponen bahwa permintaan dari segmen kendaraan roda empat (4W) akan kembali bergairah. Optimisme industri komponen otomotif tanah air sejalan dengan sinyal pemulihan pasar kendaraan nasional. Setahun sebelumnya, pandemi menekan penjualan mobil ke titik terendah, tetapi pada 2021 berbagai indikator mulai menunjukkan perbaikan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan kendaraan secara wholesale (pabrik ke dealer) mencapai 887.202 unit pada 2021, melonjak jauh dari 532.027 unit di 2020. Kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diberlakukan pemerintah sejak Maret 2021 menjadi katalis utama lonjakan tersebut, sehingga pemasok komponen seperti Dharma Group perlu meningkatkan volume produksi untuk mengimbangi peningkatan permintaan dari pabrikan otomotif.

Analisis: Pendorong Kenaikan Target dan Prospek Penetrasi 4W

Penetapan target penjualan yang nyaris 40 persen bukanlah keputusan tanpa dasar. Dharma Group memiliki portofolio produk yang luas—meliputi komponen bodi, sasis, dan mesin—serta menjadi pemasok utama bagi sejumlah prinsipal Jepang. Dengan penjualan mobil yang diproyeksikan terus tumbuh, skala ekonomi pabrik di Delta Silicon dapat dimaksimalkan. Perusahaan telah melakukan sejumlah penambahan kapasitas lini produksi selama triwulan akhir 2020 sebagai persiapan menghadapi kenaikan pesanan. Selain itu, dorongan untuk meningkatkan penetrasi kendaraan 4W di dalam negeri membuka peluang kolaborasi baru dengan merek yang tengah memperluas varian kendaraan di segmen pasar menengah dan bawah.

“Kenaikan target hingga hampir 40 persen memperlihatkan bahwa pemasok komponen memiliki visibilitas cukup tinggi terhadap order dari prinsipal. Ini wajar terjadi karena insentif PPnBM membuat utilisasi pabrikan meningkat, otomatis pasokan komponen ikut terimbas positif,” ujar Heru Prasetyo, pengamat otomotif dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia. Ia menambahkan, selama kebijakan fiskal tetap kondusif, pabrikan komponen dengan basis manufaktur kuat seperti Dharma Group berpeluang mencatat rekor penjualan baru.

Data Perbandingan Kinerja

Parameter2020 (Realisasi)2021 (Target)
Penjualan Dharma Group≈ Rp2,22 triliunRp3,08 triliun
Kenaikan Target Penjualan-38,81%
Penjualan Mobil Nasional (wholesale)532.027 unit887.202 unit

Berdasarkan tabel di atas, akselerasi penjualan Dharma Group bergerak searah dengan pemulihan pasar kendaraan nasional. Proyeksi revenue Rp3,08 triliun akan ditopang oleh peningkatan volume pengiriman ke pabrikan selama periode permintaan tinggi yang biasanya berlangsung hingga kuartal ketiga.

Dharma Group juga terus memperkuat lini inspeksi mutu seperti yang terlihat di lantai produksi Cikarang. Dengan tambahan target, perseroan berencana merekrut tenaga kerja baru untuk shift produksi malam guna memastikan waktu tunggu pengiriman ke konsumen tetap pendek. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa industri komponen tanah air sedang bergerak dari fase bertahan ke fase ekspansi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User