[JAKARTA] — Jakarta Eye Center Hadirkan Teknologi LASIK Generasi Terbaru

Udara pagi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, masih terasa sejuk ketika Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JEC) mulai dipadati pasien pada Selasa (11/4). Di

Jul 09, 2026 - 00:55
0 0
[JAKARTA] — Jakarta Eye Center Hadirkan Teknologi LASIK Generasi Terbaru

Udara pagi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, masih terasa sejuk ketika Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JEC) mulai dipadati pasien pada Selasa (11/4). Di lobi utama, deretan kursi tunggu terisi oleh pasien dari berbagai usia. Sebagian tampak cemas, sebagian lainnya antusias—terutama mereka yang telah lama menanti kesempatan untuk terbebas dari ketergantungan pada kacamata. Hari itu, manajemen JEC resmi mengumumkan kehadiran teknologi LASIK generasi kelima Contoura Vision, yang diklaim mampu memberikan hasil personalisasi berdasarkan topografi kornea masing-masing pasien.

Sekitar pukul 09.30 WIB, Direktur Utama JEC, Dr. Devy Sari, M.Kes, memasuki ruang konferensi lantai dua. Di hadapan puluhan wartawan dan mitra industri, ia memaparkan data bahwa lebih dari 60% penduduk Indonesia berusia di atas 40 tahun mengalami gangguan refraksi, namun tingkat adopsi LASIK masih rendah. “Banyak yang takut, padahal teknologi sekarang sudah sangat aman,” ujarnya, memulai presentasi.

Teknologi Pemetaan Topografi untuk Akurasi Maksimal

Dr. Devy menjelaskan, perangkat baru ini menggunakan prinsip topography-guided treatment, yang memetakan lebih dari 22.000 titik elevasi di permukaan kornea. Data tersebut kemudian diintegrasikan dengan sistem eksimer laser berfrekuensi 500 Hz, sehingga setiap denyut laser mengikis jaringan kornea hanya sebesar 0,25 mikron. “Ini ibarat memotong rambut satu helai dibelah seribu,” katanya. Prosedur konvensional umumnya hanya mengandalkan kacamata trial atau pengukuran autorefraktometer standar, sehingga irregularitas mikro sering lolos. Contoura Vision dirancang untuk mengoreksi irregularitas tersebut, menghasilkan kualitas penglihatan yang lebih tajam, bahkan dibandingkan dengan LASIK standar.

Dokter spesialis mata JEC, dr. Andi Prasetyo, Sp.M(K), yang telah menjalani pelatihan intensif di Singapura selama tiga pekan, mengungkapkan bahwa alat ini juga dilengkapi dynamic cyclotorsion control, yang melacak gerakan rotasi bola mata secara otomatis. “Mata manusia bergerak tanpa sadar, terutama saat berbaring. Sistem ini mengompensasi setiap gerakan hingga sudut 2 derajat,” terangnya. Ia menegaskan, fitur itu membuat tingkat presisi mencapai 99,7%, berdasarkan data pascamarket di Amerika Serikat selama dua tahun terakhir.

Prosedur dan Keamanan: Apa yang Berubah?

Bagi calon pasien, perubahan paling nyata terletak pada durasi tindakan. Jika LASIK biasa memerlukan waktu sekitar 20 menit per mata, maka dengan Contoura Vision, proses laser hanya berlangsung 8—10 detik setelah flap kornea dibuka. “Sisanya adalah waktu persiapan dan verifikasi data,” jelas dr. Andi. Teknologi ini tetap mempertahankan penggunaan femtosecond laser untuk membuat flap kornea setebal 100—110 mikron, yang menurutnya memberikan kestabilan biomekanik lebih baik dibandingkan metode pisau mikrokeratom lama.

Pihak rumah sakit juga memperkenalkan alur pemeriksaan “One-Day LASIK Assessment”, yang memampatkan seluruh proses—dari topografi, pachymetry, hingga konseling—dalam waktu kurang lebih tiga jam. “Pasien datang pagi, siang sudah tahu apakah memenuhi syarat,” tutur dr. Devy. Syarat utama tetap sama: kornea cukup tebal, minus stabil minimal satu tahun, dan tidak ada penyakit autoimun aktif. JEC menetapkan batas usia minimal 18 tahun dan maksimal 55 tahun untuk kategori refraktif ringan hingga sedang.

Salah satu pasien yang hadir hari itu, Ratih, 29 tahun, mengaku telah menunggu kesempatan ini sejak 2022.

“Saya minus 5,75 dan silinder 1,5. Sudah bosan pakai lensa kontak tiap hari, apalagi kalau travelling. Begitu tahu ada teknologi ini, langsung daftar konsultasi,”
ucapnya dengan nada penuh harap. Ratih menambahkan, biaya yang ditawarkan—berkisar antara Rp18 juta hingga Rp25 juta per mata—masih tergolong kompetitif untuk kelas layanan yang sama di Asia Tenggara.

Tekanan Industri dan Ekspektasi Pasien

JEC tidak sendirian dalam persaingan layanan LASIK premium. Sejumlah rumah sakit swasta di Jakarta telah mengadopsi teknologi serupa, namun menurut Dr. Devy, pembeda utama JEC terletak pada sertifikasi internasional dan pengalaman klinis lebih dari 10.000 tindakan LASIK sejak 2007. “Kami adalah pusat rujukan pelatihan dokter mata se-Asia Pasifik untuk prosedur refraktif,” tegasnya. Pada 2025 lalu, JEC Menteng mencatat volume tindakan refraktif sebanyak 1.873 kasus, naik 28% dibanding tahun sebelumnya.

Dokter residen yang tengah menjalani rotasi di JEC, dr. Hana, mengamati bahwa peningkatan volume tersebut didorong oleh kesadaran masyarakat terhadap koreksi permanen.

“Banyak pasien usia produktif—pekerja startup, freelancer, bahkan ibu rumah tangga—yang ingin efisiensi. Mereka merasa kacamata menghambat aktivitas harian,”
katanya. Di sudut ruang tunggu, tampak pula sejumlah pasien dari luar Jakarta, termasuk dari Medan dan Makassar, yang sengaja datang karena terpikat reputasi institusi ini.

Namun, tantangan terbesar tetap pada aspek edukasi. Banyak masyarakat mengira LASIK dapat menyembuhkan kebutaan atau katarak, padahal prosedur ini hanya mengoreksi kelainan refraksi seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisma. Oleh karena itu, JEC meluncurkan program “Edukasi Refraksi Digital” melalui platform telekonsultasi dan webinar bulanan, yang pada triwulan pertama 2026 telah diikuti lebih dari 2.100 peserta.

Menjelang tengah hari, suasana di lobi JEC Menteng tidak lagi sesepi pagi. Beberapa pasien keluar dari ruang konsultasi dengan senyum lebar, membawa map berisi rencana tindakan dan brosur informasi. Bagi Ratih, keputusan untuk menjalani LASIK bukan semata soal angka dioptri atau biaya. Ini tentang kualitas hidup yang lebih bebas, tanpa bingkai kaca yang membatasi geraknya. Dan dengan teknologi terbaru di tangan tim dokter berpengalaman, harapan itu terasa semakin dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User