INACO dan JEC Catatkan Saham Perdana di BEI, Himpun Rp855 Miliar

Dua emiten baru, PT Inaco Jelly Tbk (JELI) dan PT Jakarta Eye Center Tbk (JECX), resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). Penca

Jul 09, 2026 - 00:54
0 0
INACO dan JEC Catatkan Saham Perdana di BEI, Himpun Rp855 Miliar

Dua emiten baru, PT Inaco Jelly Tbk (JELI) dan PT Jakarta Eye Center Tbk (JECX), resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). Pencatatan saham perdana dilakukan di Main Hall BEI, Jakarta, pukul 09.00 WIB, menandai masuknya kedua perusahaan tersebut ke papan pengembangan bursa. Dengan aksi korporasi ini, total dana segar yang berhasil dihimpun dari publik mencapai Rp855 miliar.

Kronologi Proses IPO

  1. 15–20 Juni 2026: Masa penawaran awal (bookbuilding) dengan kisaran harga penawaran.
  2. 25 Juni–1 Juli 2026: Masa penawaran umum (offering period) kepada publik.
  3. 2 Juli 2026: Penetapan harga akhir dan penjatahan saham.
  4. 4 Juli 2026: Distribusi saham secara elektronik ke rekening investor.
  5. 7 Juli 2026: Pencatatan dan perdagangan perdana di BEI.

Rincian Penawaran Umum

PT Inaco Jelly Tbk melepas sebanyak 1,5 miliar saham, setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, pada harga penawaran Rp210 per saham. Dari penawaran ini, emiten berkode JELI itu mengantongi dana sekitar Rp315 miliar. Kapitalisasi pasar saat pencatatan mencapai Rp2,1 triliun.

Sementara itu, PT Jakarta Eye Center Tbk menawarkan 1,2 miliar saham atau 20% kepemilikan publik, dengan harga IPO Rp450 per saham. Jumlah dana yang diraup mencapai Rp540 miliar, menjadikan JECX sebagai emiten dengan kapitalisasi awal Rp2,7 triliun. Kedua saham langsung ditransaksikan pada sesi perdagangan reguler dengan mekanisme penawaran berkelanjutan.

Profil dan Kinerja Keuangan

PT Inaco Jelly Tbk merupakan produsen makanan ringan berbasis nata de coco dan jelly yang berdiri sejak 1995. Hingga akhir 2025, perusahaan membukukan pendapatan Rp1,8 triliun dengan laba bersih Rp210 miliar. Ekspansi pasar ekspor, terutama ke Timur Tengah dan Asia Tenggara, menjadi pendorong utama pertumbuhan.

PT Jakarta Eye Center Tbk dikenal sebagai penyedia layanan oftalmologi terintegrasi dengan jaringan 12 rumah sakit mata di seluruh Indonesia. Kinerja 2025 menunjukkan pendapatan Rp1,4 triliun dan laba bersih Rp320 miliar. Tingginya tingkat kunjungan pasien pasca-pandemi turut mendongkrak kinerja perseroan sebelum IPO.

Rencana Penggunaan Dana

Direktur Utama PT Inaco Jelly Tbk, Hendra Gunawan, menyampaikan bahwa sekitar 60% dana IPO akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru di Pasuruan, Jawa Timur, sisanya untuk modal kerja dan kebutuhan korporasi umum. Sementara itu, PT Jakarta Eye Center Tbk mengalokasikan 70% dana hasil IPO untuk akuisisi jaringan klinik mata di kota Tier-2 serta pengadaan peralatan medis berbasis kecerdasan buatan, dan sisanya untuk modal kerja.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User