Jakarta — PT Bach Multi Global Resmi IPO di BEI, Saham Melejit 25%
JAKARTA, 8 Juli 2026 — PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Dalam seremoni pencatatan
JAKARTA, 8 Juli 2026 — PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Dalam seremoni pencatatan yang digelar di Main Hall BEI, jajaran manajemen perusahaan dipimpin oleh Direktur Utama Arif Santoso menyaksikan perdagangan saham BACH yang langsung melonjak 25% pada menit-menit awal sesi. Perseroan melepas 1,5 miliar lembar saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran umum perdana (IPO) Rp200 per saham. Total dana segar yang berhasil dihimpun mencapai Rp300 miliar, menandai salah satu aksi korporasi terbesar di sektor distribusi produk konsumen global sepanjang 2026.
Kronologi Pencatatan Saham Perdana
- Masa Penawaran Awal (11—18 Juni 2026): PT Bach Multi Global dan para penjamin pelaksana emisi, yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Ciptadana Sekuritas Asia, membuka penawaran awal dalam rentang harga Rp180—Rp220. Minat investor institusi domestik maupun asing langsung membludak sejak hari pertama.
- Penetapan Harga Final (25 Juni 2026): Setelah melalui proses bookbuilding, harga final ditetapkan pada batas atas Rp200 per saham. Kelebihan permintaan (oversubscribed) tercatat 3,2 kali dari porsi penjatahan pasti, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan.
- Pencatatan Perdana (8 Juli 2026): Saham dengan kode BACH memulai debut pada pukul 09.00 WIB. Dalam konferensi pers usai pencatatan, Direktur Utama menekankan keterbukaan perusahaan untuk terus memperkuat jaringan distribusi nasional.
Respon Pasar dan Kinerja Saham Hari Pertama
Antusiasme investor terlihat jelas ketika saham BACH dibuka di Rp250, melonjak 25% dari harga IPO. Sentimen positif bertahan sepanjang sesi, meskipun terjadi aksi ambil untung di menit-menit akhir perdagangan. Hingga penutupan pukul 16.00 WIB, saham BACH bertengger di Rp245, mencatatkan kenaikan harian 22,5%. Volume transaksi menyentuh 520 juta lembar dengan nilai total Rp127,4 miliar, menjadikan BACH sebagai saham paling aktif keempat di BEI hari ini. Analis pasar menilai reli awal ini ditopang oleh fundamental perusahaan yang solid, termasuk pangsa pasar yang luas dan diversifikasi produk global.
Profil Bisnis dan Rencana Penggunaan Dana
PT Bach Multi Global Tbk adalah distributor resmi ratusan merek produk konsumen global, mencakup makanan ringan, produk perawatan pribadi, dan peralatan rumah tangga. Perusahaan mengoperasikan 15 cabang dan 28 pusat distribusi yang melayani lebih dari 120.000 titik ritel di 34 provinsi. Pada tahun buku 2025, BACH membukukan pendapatan Rp1,2 triliun dengan laba bersih Rp118 miliar. Adapun dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai berikut: 70% untuk pembangunan gudang pintar di Cikarang dan Sidoarjo, 20% untuk perluasan armada logistik dan digitalisasi sistem rantai pasok, serta 10% untuk penguatan modal kerja dan ekspansi portofolio merek. Direktur Keuangan menargetkan seluruh fasilitas baru tersebut mulai beroperasi pada kuartal III 2027 dan diyakini mampu menaikkan kapasitas distribusi hingga 40%.
Proyeksi dan Tantangan Pasca-IPO
Dengan status perusahaan terbuka, BACH dihadapkan pada ekspektasi pertumbuhan yang berkelanjutan. Manajemen optimistis membidik pertumbuhan pendapatan 18%—20% pada 2026, ditopang oleh pemulihan daya beli masyarakat dan peluncuran 12 varian produk baru yang telah dikontrak dengan prinsipal asal Amerika Serikat dan Korea Selatan. Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar rupiah dan kenaikan biaya logistik menjadi risiko yang akan dimitigasi melalui lindung nilai dan efisiensi operasional. “Kami telah menyiapkan strategi jangka menengah agar IPO ini bukan sekadar momen pencatatan, melainkan batu loncatan menuju pemimpin distribusi terintegrasi di Asia Tenggara,” ujar Arif Santoso menutup konferensi pers. Kepercayaan publik yang tercermin dari lonjakan harga saham di hari pertama menjadi modal psikologis penting bagi perjalanan BACH selanjutnya.
Comments (0)