Oct 15, 2026
Politik

Karhutla Banjar Meluas, Rumah Lansia di Martapura Timur Hangus

BANJARMASIN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dilaporkan meluas hingga merembet ke kawa...

Karhutla Banjar Meluas, Rumah Lansia di Martapura Timur Hangus

BANJARMASIN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dilaporkan meluas hingga merembet ke kawasan permukiman warga pada Selasa (13/10). Insiden tersebut mengakibatkan sebuah rumah milik warga lanjut usia hangus terbakar setelah kobaran api yang bertiup angin kencang tidak mampu dibendung petugas di lokasi kejadian.

Rumah yang menjadi korban amukan api tersebut diketahui dihuni oleh seorang perempuan lanjut usia berinisial Noraini Anang (70) bersama keluarganya. Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun di Banjarmasin, api pada awalnya membakar vegetasi hutan dan lahan di sekitar kawasan permukiman penduduk sebelum akhirnya menjalar dan menyambar bangunan tempat tinggal korban.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, menyatakan bahwa pihaknya menerjunkan personel ke lokasi begitu laporan kebakaran diterima. Meski demikian, upaya pemadaman yang dilakukan petugas tidak berhasil menyelamatkan bangunan tersebut dari amukan si jago merah.

“Jadi rumah ini dihuni oleh satu keluarga dengan empat jiwa. Jadi posisi rumah ini jauh dari rumah warga lainnya, dan rumah ini dikelilingi vegetasi pohon rumbia,” ujar Agus Siswanto, Selasa (13/10).

Agus menegaskan bahwa posisi geografis bangunan yang terisolasi serta kondisi lingkungan sekitar yang didominasi vegetasi pohon rumbia turut mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut membuat petugas menghadapi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman karena kobaran api dengan cepat merembet dari lahan kosong menuju struktur bangunan rumah warga.

Faktor Material Bangunan Percepat Penghangusan

Dalam keterangan resminya, Agus menerangkan bahwa tidak terdapat kendala teknis signifikan di lapangan yang menghambat proses pemadaman. Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa material bangunan rumah yang terbuat dari kayu menjadi faktor utama yang menyebabkan api dengan cepat menghanguskan seluruh struktur bangunan.

“Untuk kendala tidak ada, tapi material rumah yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menghanguskan bangunan rumah tersebut,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kombinasi antara angin kencang, bahan bangunan yang mudah terbakar, serta jarak bangunan yang terpencil dari permukiman lain menjadi penyebab utama sulitnya proses penyelamatan aset warga. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun kerugian material diperkirakan cukup signifikan.

Karhutla Ancam Kawasan Permukiman Warga

Peristiwa di Desa Pematang Baru ini menjadi penanda bahwa karhutla di Kabupaten Banjar tidak lagi hanya mengancam kawasan hutan dan lahan kosong, tetapi telah merambah ke area yang berbatasan langsung dengan tempat tinggal masyarakat. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh pemangku kepentingan, terutama mengingat musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Kalimantan Selatan.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, api yang terus membesar diperparah oleh tiupan angin kencang yang bertiup di sekitar lokasi. Hal ini menyebabkan kobaran api bergerak cepat dan memperluas area terbakar, sehingga petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan yang datang ke lokasi harus bekerja keras untuk mencegah api merembet lebih jauh ke rumah-rumah warga lainnya.

Pemerintah Kabupaten Banjar melalui DPKP mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan yang berdekatan dengan lahan gambut atau area vegetasi kering. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat titik api atau asap yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas.

Penanganan dan Antisipasi ke Depan

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang masih aktif dan berpotensi menyala kembali. Langkah antisipatif tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu perluasan karhutla di wilayah Kabupaten Banjar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat. Edukasi mengenai pencegahan kebakaran lahan dan pengelolaan lahan yang bijak dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kejadian serupa di masa mendatang.

DPKP Kabupaten Banjar menyatakan将继续 meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan guna menghadapi potensi karhutla yang masih mungkin terjadi sepanjang musim kemarau. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja maupun tidak sengaja yang dapat memicu kebakaran besar dan merugikan banyak pihak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User