Kapolri Tekankan Sinergi TNI-Polri Jaga Stabilitas Nasional

Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri pertemuan resmi dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyan...

Jul 13, 2026 - 21:14
0 0

Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri pertemuan resmi dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (15/5/2025). Kunjungan ini menjadi langkah nyata penguatan soliditas antarlembaga negara yang bertanggung jawab langsung terhadap keamanan dan ketertiban dalam negeri.

Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar sembilan puluh menit, kedua pimpinan tertinggi itu membahas peta jalan sinergi kelembagaan untuk memperkokoh stabilitas nasional. Kapolri menyampaikan bahwa kekompakan TNI-Polri tidak hanya menjadi tradisi, melainkan fondasi strategis yang menjamin seluruh program pemerintah dapat dijalankan dengan aman dan terkendali.

“Kami menegaskan kembali komitmen bersama bahwa tidak ada sekat di antara kami. Sinergitas ini adalah modal dasar negara untuk menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks, sekaligus memastikan setiap kebijakan pemerintah berjalan tanpa hambatan berarti,”

ujar Jenderal Polisi Listyo Sigit.

Pilar Kestabilan Nasional

Kapolri memaparkan bahwa tantangan keamanan saat ini telah bergeser dari ancaman konvensional ke multidimensi, mencakup kejahatan siber, penyebaran disinformasi, terorisme lintas batas, serta gangguan terhadap ketahanan pangan dan energi. Dalam konteks ini, TNI dan Polri diwajibkan untuk menyatukan langkah, mulai dari pertukaran data intelijen hingga operasi gabungan di lapangan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Setiap informasi yang kami miliki langsung diintegrasikan dengan sistem TNI, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, risiko dapat dimitigasi lebih dini,” ungkap Kapolri.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menambahkan bahwa pola sinergi yang telah terbangun selama ini, termasuk dalam Operasi Tinombala dan penanganan bencana alam, telah teruji efektif. Ia menilai koordinasi yang semakin erat akan mempercepat pengambilan keputusan di tingkat pusat maupun daerah.

“TNI siap mendukung Polri dalam setiap tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kekompakan ini bukan sekadar slogan, melainkan amanat konstitusi yang harus kami jalankan dengan tanggung jawab penuh,”

katanya.

Mendukung Implementasi Kebijakan Pemerintah

Dalam pertemuan itu, kedua institusi juga menyoroti pentingnya mendukung kebijakan prioritas pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur strategis nasional, pengamanan proyek-proyek vital, dan penegakan hukum di bidang ekonomi. Kapolri menekankan bahwa stabilitas keamanan menjadi prasyarat mutlak bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan pemerintah, baik di sektor maritim, ketahanan pangan, maupun digitalisasi layanan publik, harus dijaga oleh aparat keamanan yang solid. Itu sebabnya kami terus meningkatkan patroli bersama di objek-objek vital serta kawasan perbatasan,” jelas Kapolri.

Sebagai tindak lanjut, Panglima TNI menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat pos pengamanan terpadu di sejumlah titik rawan, terutama di wilayah Papua, perbatasan darat Kalimantan, serta lintas laut Natuna. Dukungan personel dan alat utama sistem pertahanan (alutsista) akan diselaraskan dengan kebutuhan operasional Polri.

Protokol Koordinasi dan Pelatihan Bersama

Pertemuan juga menghasilkan keputusan untuk memperbarui nota kesepahaman (MOU) antar kedua institusi, khususnya mengenai mekanisme bantuan operasional, pertukaran perwira, dan pelatihan bersama. Kapolri dan Panglima sepakat bahwa pelatihan gabungan, seperti latihan anti-teror dan pengendalian massa, akan diintensifkan untuk menyamakan standar prosedur operasi.

“Kami akan segera menyelenggarakan rapat koordinasi teknis di tingkat Mabes hingga kewilayahan. Setiap Kapolda dan Pangdam akan menindaklanjuti arahan ini dengan rencana aksi konkret yang terukur,” ujar Jenderal Polisi Listyo Sigit.

Lebih jauh, kedua institusi berencana membentuk desk bersama untuk memonitor isu-isu aktual yang berpotensi mengganggu stabilitas, termasuk polarisasi sosial dan ancaman radikalisme. Desk ini akan bekerja secara real-time dengan memanfaatkan pusat pemantauan terintegrasi di masing-masing markas.

Harapan ke Depan

Di akhir pertemuan, Kapolri menegaskan bahwa TNI dan Polri tidak hanya dituntut profesional, namun juga harus mampu membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang transparan dan akuntabel. “Kami ingin masyarakat merasakan langsung kehadiran negara melalui sinergi yang kami bangun. Tidak ada ruang bagi pihak yang ingin memecah belah institusi keamanan,” tegasnya.

Panglima TNI menambahkan bahwa koordinasi ke depan akan diperluas hingga ke tingkat desa, melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak deteksi dini. “Kekompakan harus terwujud hingga lapisan terbawah. Ini adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan nasional,” ujar Jenderal Agus Subiyanto.

Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk menggelar rapat pleno bersama setiap triwulan. Kedua pimpinan berpesan agar seluruh prajurit TNI dan anggota Polri menghindari ego sektoral dan terus mengedepankan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam bertugas. Dengan sinergi yang semakin kuat, stabilitas nasional diyakini akan tetap terjaga, memberi landasan kokoh bagi kemajuan bangsa.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User