Istri Bupati Purwakarta Meninggal Dunia, Dini Yuliani Sosok Teladan Ketua PKK
PURWAKARTA – Kabar duka menyelimuti lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dini Yuliani, istri Bupati Purwakarta Saepul Bahri bin Abdullah, tutup usia pada Selasa (28/10). Kepergian perempuan y...
PURWAKARTA – Kabar duka menyelimuti lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dini Yuliani, istri Bupati Purwakarta Saepul Bahri bin Abdullah, tutup usia pada Selasa (28/10). Kepergian perempuan yang selama ini menjadi mitra strategis kepala daerah tersebut meninggalkan kenangan mendalam atas kiprahnya dalam memajukan kesejahteraan keluarga di wilayah Purwakarta.
Dini Yuliani mengembuskan napas terakhir setelah menjalani masa perawatan intensif. Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun, Saepul Bahri yang akrab disapa Om Zein itu telah mengonfirmasi kebenaran informasi duka tersebut. Almarhumah dikenal sebagai figur yang tidak hanya setia mendampingi sang bupati dalam menjalankan roda pemerintahan, melainkan juga sebagai motor penggerak utama berbagai program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Purwakarta.
Perjalanan Hidup dan Pengabdian Organisasi
Dini Yuliani lahir di Purwakarta dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya. Ia dikenal sebagai pribadi yang aktif dalam kegiatan sosial keagamaan sejak usia muda. Sebelum suaminya menjabat sebagai Bupati Purwakarta periode 2024–2029, Dini Yuliani telah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di tingkat kecamatan dan kabupaten.
Saat Saepul Bahri terpilih dan dilantik sebagai kepala daerah, Dini Yuliani secara otomatis ditetapkan sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Purwakarta. Dalam kapasitas tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti 10 Program Pokok PKK yang meliputi penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat.
“Kita harus memastikan bahwa program PKK tidak hanya berjalan di atas kertas. Ibu-ibu di tingkat dasawisma harus merasakan langsung manfaatnya,” demikian pernyataan Dini Yuliani dalam Rapat Koordinasi TP PKK Purwakarta beberapa waktu lalu.
Keteladanan dalam Mendampingi Kepala Daerah
Sebagai pendamping Bupati Purwakarta, Dini Yuliani konsisten menjaga etika dan tata krama kenegaraan dalam setiap agenda resmi. Ia kerap hadir mendampingi Om Zein pada penyambutan tamu-tamu penting di Pendopo Kabupaten, termasuk kunjungan kerja gubernur dan menteri. Kehadirannya selalu memberikan kesan hangat dan bersahaja, sebagaimana diakui oleh sejumlah pejabat yang pernah bertandang ke Purwakarta.
Di luar agenda protokoler, Dini Yuliani juga dikenal aktif melakukan kunjungan langsung ke posyandu-posyandu di pelosok desa. Ia tidak segan turun tangan memantau langsung kondisi balita dan ibu hamil, sekaligus memberikan arahan kepada kader kesehatan setempat. Langkah ini, menurut penuturan para kader PKK, menjadi bukti nyata bahwa Dini Yuliani adalah pemimpin organisasi yang tidak hanya duduk di belakang meja, melainkan terjun langsung ke lapangan.
Dalam kapasitas sebagai Ketua TP PKK, ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan merupakan kunci keberhasilan pembangunan kesejahteraan keluarga. Berdasarkan data yang dimilikinya, sejumlah desa di Purwakarta berhasil menurunkan angka stunting berkat intervensi terpadu yang digerakkannya bersama dinas kesehatan dan puskesmas setempat.
Warisan Program dan Kesan Mendalam
Selama masa pengabdiannya yang relatif singkat, Dini Yuliani mencatatkan sejumlah capaian penting. Ia berhasil menginisiasi program unggulan bertajuk “PKK Berdaya, Purwakarta Sejahtera” yang fokus pada peningkatan kapasitas usaha mikro kecil menengah (UMKM) bagi perempuan di wilayah perdesaan. Program ini disahkan melalui Surat Keputusan Bupati dan mendapatkan alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Purwakarta.
Tak hanya itu, Dini Yuliani juga aktif menggerakkan program ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Di bawah koordinasinya, hampir setiap dasawisma di Purwakarta kini memiliki kebun mini yang ditanami sayuran dan tanaman obat keluarga. Program ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu model percontohan ketahanan pangan di tingkat kabupaten.
Kepergian Dini Yuliani meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar Pemerintah Kabupaten Purwakarta, jajaran TP PKK, serta masyarakat yang pernah merasakan sentuhan ketulusannya. Rencana prosesi pemakaman akan dilaksanakan secara kenegaraan, mengingat status almarhumah sebagai istri kepala daerah aktif.
Sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat telah menyampaikan ucapan belasungkawa. Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta juga dijadwalkan akan menyampaikan pernyataan resmi atas wafatnya sosok yang dianggap sebagai teladan dalam menjalankan peran sebagai pendamping kepala daerah sekaligus pemimpin organisasi kemasyarakatan tersebut.
Comments (0)