Trump Puji Prabowo 'Sosok Luar Biasa' dalam KTT Perdamaian Gaza
Kairo, 15 Maret 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi Pe...
Kairo, 15 Maret 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian Gaza di Kairo, Mesir. Dalam pidatonya di hadapan puluhan kepala negara dan pemerintahan, Trump menyebut Prabowo sebagai "sosok luar biasa" yang membawa visi dan langkah nyata bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada sesi pleno pertama KTT yang digelar di Istana Al-Ittihadiya, kompleks kepresidenan Mesir, pukul 10.45 waktu setempat. Forum ini diinisiasi oleh Mesir dan Arab Saudi untuk mencari solusi politik jangka panjang setelah perang Gaza yang berulang kali meletus sepanjang 2024–2025.
Apresiasi di Depan Para Pemimpin Dunia
Trump menegaskan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo memainkan peran kunci dalam menjaga jalur diplomasi tetap terbuka. Ia merujuk pada lawatan Prabowo ke Ramallah, Yerusalem, dan Kairo pada akhir 2025 yang menghasilkan deklarasi bersama gencatan senjata tahap ketiga.
"Saya telah bertemu banyak pemimpin dunia, tetapi Presiden Prabowo adalah seseorang yang istimewa. Ia tidak hanya berbicara tentang perdamaian, ia mewujudkannya," ujar Trump. Ia kemudian menambahkan, "Indonesia di bawah kepemimpinannya adalah kekuatan moral yang luar biasa."
Diplomat yang hadir mencatat, kalimat itu disambut tepuk tangan dari delegasi negara-negara OKI, Uni Eropa, dan Liga Arab. Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry, menyebut pernyataan Trump tersebut sebagai "pengakuan penting atas peran Indonesia sebagai penyeimbang".
Respons Tegas dari Jakarta
Merespons pujian itu, Presiden Prabowo dalam pidato balasannya menyatakan terima kasih dan menegaskan kembali komitmen Indonesia. Ia menyatakan bahwa Indonesia siap mengirimkan 1.000 personel pasukan perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa, apabila resolusi Dewan Keamanan yang baru disahkan.
"Kami tidak mencari sanjungan. Kami mencari solusi. Gaza membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata, ia membutuhkan tindakan kolektif yang terukur," kata Prabowo. Ia juga mengumumkan Indonesia telah menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga senilai Rp5,2 triliun melalui UNRWA dan Palang Merah Internasional, yang langsung digunakan untuk membangun kembali tiga rumah sakit dan 12 sekolah di Gaza utara.
Delegasi Indonesia juga membawa usulan konkret berupa pembentukan Dana Perwalian Rekonstruksi Gaza yang dikelola bersama oleh Bank Pembangunan Islam, Indonesia Eximbank, dan donor internasional. Proposal ini, menurut Menteri Luar Negeri Sugiono yang mendampingi Presiden, telah mendapatkan dukungan awal dari Uni Emirat Arab, Qatar, dan Norwegia.
Kesepakatan Strategis Indonesia-AS
Di sela-sela KTT, Trump dan Prabowo menggelar pertemuan bilateral tertutup selama 45 menit di ruang VIP Istana Al-Ittihadiya. Dalam keterangan pers bersama usai pertemuan, kedua pemimpin mengumumkan tiga kesepakatan strategis.
Pertama, pembentukan Indonesia-US Task Force on Gaza Reconstruction yang akan bekerja sama memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan transparan. Kedua, perluasan kerja sama di bidang energi bersih untuk mendukung kemandirian listrik Jalur Gaza. Ketiga, peningkatan kuota beasiswa bagi pelajar Gaza untuk belajar di universitas Indonesia dan Amerika Serikat.
"Kemitraan ini bersifat strategis, bukan hanya untuk Gaza, tetapi juga untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Amerika yang telah berusia 75 tahun," ujar Trump. Ia juga mengundang Prabowo untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Washington D.C. pada Juli 2026, yang langsung diterima.
Prabowo menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam rekonstruksi Gaza tidak dapat dipisahkan dari amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Ia merujuk pada Pembukaan UUD 1945 dan mandat Presiden pertama RI, Soekarno, dalam Konferensi Asia-Afrika 1955, yang selalu menempatkan solidaritas dengan perjuangan Palestina sebagai prioritas politik luar negeri.
Implikasi bagi Politik Dalam Negeri
Sikap Indonesia dalam KTT Gaza segera menjadi sorotan di Tanah Air. Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Cecep Hidayat, menilai bahwa keberhasilan diplomasi ini akan memperkuat posisi politik Prabowo di mata publik. "Ini adalah kemenangan diplomasi yang langka, ketika seorang presiden Indonesia mendapat pengakuan langsung dari pemimpin negara adidaya dalam isu global," katanya.
Di sisi lain, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPR menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah. Ketua Fraksi PDI-P, Utut Adianto, menegaskan bahwa semua elemen bangsa harus bersatu di belakang Presiden dalam misi kemanusiaan sebesar ini.
Dengan hasil KTT yang masih akan berlangsung hingga 17 Maret 2026, masyarakat internasional kini menanti bagaimana janji-janji pendanaan dan pengiriman pasukan akan diwujudkan. Yang pasti, nama Indonesia dan Prabowo Subianto telah tercatat dalam sejarah diplomasi Gaza.
Comments (0)