MTQ Jadi Tameng Generasi Muda dari Narkoba dan Tawuran

Jayapura – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) memiliki posisi strategis sebagai instrumen pembinaan karakter yang mampu membentengi generasi muda dari...

Jul 12, 2026 - 15:33
0 0
MTQ Jadi Tameng Generasi Muda dari Narkoba dan Tawuran

Jayapura – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) memiliki posisi strategis sebagai instrumen pembinaan karakter yang mampu membentengi generasi muda dari ancaman narkoba dan tawuran. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang digelar di Balai Kota Jayapura, Senin (12/5/2025), sebagai respons atas meningkatnya kerawanan sosial di kalangan remaja.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura, Andi Mappanyukki, saat membuka rapat tersebut menyatakan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi seni baca Al-Quran melainkan sebuah gerakan moral. "Musabaqah Tilawatil Quran kita desain sebagai wahana penguatan spiritual dan mental generasi muda. Dengan memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran, mereka akan memiliki imunitas moral yang kuat sehingga tidak mudah tergoda oleh narkoba maupun terlibat dalam aksi tawuran," ujarnya.

MTQ sebagai Sarana Pembinaan Karakter

Lebih lanjut, Andi Mappanyukki menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ yang akan digelar pada Juli 2025 mendatang tidak hanya fokus pada aspek perlombaan. Pemkot Jayapura telah menyusun kurikulum pendampingan yang terintegrasi dengan program pembinaan remaja masjid dan karang taruna di setiap distrik. Kegiatan ini mencakup pelatihan tilawah, hifzil Quran, syarhil Quran, hingga diskusi tematik yang mengangkat isu-isu aktual seperti bahaya penyalahgunaan narkotika dan dampak negatif tawuran antarpelajar.

"Kami ingin agar MTQ menjadi titik awal lahirnya duta-duta anti-narkoba dan agen perdamaian di lingkungan mereka masing-masing. Setiap peserta akan mendapatkan pembekalan tidak hanya teknik tilawah tetapi juga pendidikan karakter berbasis Al-Quran," tegasnya. Dengan pendekatan tersebut, Pemkot Jayapura menargetkan terbentuknya kader-kader muda yang tidak hanya mahir dalam seni baca kitab suci tetapi juga memiliki komitmen tinggi untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Ancaman Narkoba dan Tawuran di Kalangan Remaja

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi, Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua mencatat adanya peningkatan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Kota Jayapura sepanjang tahun 2024. Meski angka spesifik tidak diungkap ke publik, kecenderungan tersebut dinilai sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan karena menyasar kelompok usia produktif. Sementara itu, tawuran antarkelompok pemuda dan antarpelajar juga masih kerap terjadi, dipicu oleh masalah-masalah sepele yang kemudian berkembang menjadi konflik komunal.

"Fenomena ini tidak bisa dihadapi hanya dengan pendekatan represif. Harus ada upaya preventif yang menyentuh akar masalah, yaitu krisis identitas dan lemahnya benteng spiritual," ujar Andi Mappanyukki. Ia menambahkan bahwa MTQ menjadi salah satu jawaban tepat karena kegiatan ini mengakar pada nilai-nilai universal yang menekankan kedisiplinan, penghormatan terhadap sesama, dan pengendalian diri.

Komitmen Pemkot Jayapura dalam Pembinaan Generasi Muda

Untuk memastikan optimalisasi peran MTQ, Pemkot Jayapura telah mengalokasikan anggaran khusus yang tertuang dalam APBD Perubahan 2025. Dana tersebut akan digunakan untuk menyelenggarakan pelatihan intensif bagi calon peserta, honorarium pelatih bersertifikasi, serta pengadaan sarana pendukung di setiap titik pembinaan. Tidak hanya itu, Pemkot juga menggandeng Kementerian Agama Kota Jayapura, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan organisasi kepemudaan Islam untuk membentuk sinergi pembinaan berkelanjutan pasca-MTQ.

"MTQ bukan sekadar event seremonial tahunan. Setelah ajang ini selesai, para peserta akan tetap dibina melalui forum komunikasi yang sudah disiapkan. Mereka akan dilibatkan dalam kampanye anti-narkoba di sekolah-sekolah dan menjadi mediator jika muncul benih-benih konflik di antara pelajar," jelasnya. Dengan demikian, dampak MTQ diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek melainkan menciptakan perubahan perilaku yang permanen.

Rapat koordinasi tersebut juga menyepakati agar seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait turut aktif mendorong partisipasi remaja. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memfasilitasi sosialisasi ke sekolah-sekolah, sementara Dinas Pemuda dan Olahraga akan mengintegrasikan MTQ dengan program pengembangan bakat dan minat kepemudaan. Adapun Kepolisian Resor Kota Jayapura memberikan dukungan penyuluhan bahaya narkoba dan tawuran dari sisi hukum.

"Kita ingin menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya generasi muda yang cinta Al-Quran, cinta perdamaian, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kenakalan yang merusak masa depan," tutup Andi Mappanyukki. Dengan kolaborasi multisektor, Pemkot Jayapura optimistis MTQ akan menjadi simbol perlawanan terhadap narkoba dan tawuran, sekaligus menumbuhkan generasi emas yang berakhlak mulia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User