PKB 2026 Resmi Berakhir dengan Rekor 1,8 Juta Pengunjung
DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Sabtu malam (11/7). Penutupan yang berlangsung khidmat itu m...
DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Sabtu malam (11/7). Penutupan yang berlangsung khidmat itu menjadi penanda berakhirnya perhelatan seni tahunan terbesar di Pulau Dewata yang dalam edisi kali ini berhasil mencatatkan rekor kunjungan hingga 1,8 juta orang selama sebulan penuh penyelenggaraan.
Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyatakan bahwa capaian tersebut tidak hanya membuktikan tingginya minat masyarakat terhadap seni dan budaya Bali, tetapi juga menunjukkan bahwa PKB telah menjadi magnet wisata budaya yang kian diperhitungkan secara nasional maupun internasional. “PKB 2026 menjadi bukti nyata bahwa seni dan budaya Bali terus hidup, berkembang, dan memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan daerah, baik dari sisi pelestarian tradisi maupun pertumbuhan ekonomi,” ujarnya di hadapan ribuan undangan yang hadir pada malam penutupan.
Rekor Kunjungan 1,8 Juta Pengunjung
Data yang dihimpun oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menunjukkan bahwa selama 30 hari pelaksanaan, mulai 13 Juni hingga 12 Juli 2026, jumlah total pengunjung yang memasuki kawasan Taman Budaya Art Centre mencapai 1.802.431 orang. Angka ini melampaui target awal yang ditetapkan oleh panitia sebesar 1,5 juta pengunjung, sekaligus memecahkan rekor sebelumnya pada PKB 2024 yang mencatatkan 1,6 juta kunjungan.
Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha, menegaskan bahwa tingginya jumlah pengunjung tahun ini dipicu oleh beragam faktor, mulai dari penyajian program yang lebih variatif, keterlibatan perwakilan seniman dari berbagai daerah di Indonesia, hingga dukungan promosi digital yang masif. “Kami juga melibatkan 14.500 seniman dari seluruh kabupaten/kota di Bali, serta lebih dari 200 sanggar dan komunitas seni. Total ada 278 mata acara yang tersebar selama satu bulan penuh,” jelasnya saat ditemui usai acara penutupan.
Selama penyelenggaraan, PKB 2026 menyuguhkan beragam pertunjukan, seperti tari klasik Bali, gamelan, wayang kulit, parade busana adat, lomba lukis, serta pameran kerajinan tangan. Selain itu, untuk pertama kalinya panitia menghadirkan zona kuliner tradisional dan arena bermain anak yang membuat festival ini semakin ramah keluarga.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Pesta Kesenian Bali bukan sekadar panggung ekspresi budaya, melainkan juga penggerak roda ekonomi kerakyatan. Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari paguyuban pedagang dan pelaku UMKM di area festival, perputaran uang selama PKB 2026 ditaksir mencapai lebih dari Rp200 miliar. Nilai ini mencakup transaksi di stan kuliner, penjualan suvenir, tiket pertunjukan berbayar, hingga akomodasi dan transportasi yang dinikmati oleh wisatawan nusantara dan mancanegara yang khusus datang menyaksikan festival.
“Kami melihat peningkatan omzet hingga 40 persen dibanding hari biasa. Produk seperti kain tenun, ukiran kayu, dan aksesori perak sangat diminati,” kata Ni Ketut Suwerni, perwakilan UMKM Binaan Dekranasda yang turut berpartisipasi. Kondisi ini sejalan dengan harapan Gubernur Koster yang dalam berbagai kesempatan selalu menekankan agar setiap gelaran budaya mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
Komitmen Pelestarian Budaya
Dalam pidato penutupannya, Gubernur Wayan Koster kembali menekankan bahwa PKB adalah bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Bali untuk menjaga agar warisan budaya tak hanya menjadi artefak masa lalu, tetapi tetap relevan dan produktif di tengah modernisasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para seniman yang telah mendedikasikan waktu dan kreativitasnya. “Tanpa para seniman, Bali akan kehilangan jiwanya. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat dukungan, baik melalui anggaran, infrastruktur, maupun kebijakan yang berpihak pada pelestarian seni budaya,” tegasnya.
Penutupan PKB 2026 ditandai dengan pementasan sendratari kolosal “Nila Candra” yang melibatkan 300 penari dan pemusik. Karya tersebut mengisahkan perjalanan spiritual masyarakat Bali yang menyatu dengan alam, sekaligus menjadi simbol penutup festival yang akan kembali digelar tahun depan. Melalui capaian rekor kunjungan dan dampak ekonomi yang terukur, Pesta Kesenian Bali 2026 semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu festival budaya paling bergengsi di Indonesia.
Baca juga:
Comments (0)