Janice Tjen Tembus Babak Kedua Wimbledon, Akhiri Penantian 21 Tahun

LONDON — Panggung Grand Slam Wimbledon 2024 mencatatkan lembaran baru bagi tenis Indonesia. Janice Tjen, petenis berusia 22 tahun yang menapaki karier dari kampus Amerika Serikat, memastikan tempat ...

Jul 12, 2026 - 15:28
0 0
Janice Tjen Tembus Babak Kedua Wimbledon, Akhiri Penantian 21 Tahun

LONDON — Panggung Grand Slam Wimbledon 2024 mencatatkan lembaran baru bagi tenis Indonesia. Janice Tjen, petenis berusia 22 tahun yang menapaki karier dari kampus Amerika Serikat, memastikan tempat di babak kedua tunggal putri, mengakhiri puasa panjang Tanah Air sejak terakhir kali Angelique Widjaja menorehkan pencapaian serupa pada 2003.

Keberhasilan ini menjadi sorotan di All England Club, setelah Tjen yang berperingkat 212 dunia mampu melewati babak pertama dengan kemenangan straight set 7-5, 6-4 atas petenis tuan rumah peraih wildcard, Emily Appleton, dalam laga yang berlangsung di Court 12, Senin (1/7/2024). Kemenangan tersebut sekaligus memastikan petenis asal Jakarta itu menghadapi unggulan ke-18 asal Republik Ceko, Barbora Krejcikova, di babak kedua.

Debut Impresif di SW19

Langkah Tjen di Wimbledon edisi ke-137 ini tidaklah mudah. Ia harus memulai dari babak kualifikasi dan menunjukkan ketangguhan mental dengan menyapu bersih tiga pertandingan tanpa kehilangan satu set pun. Di partai puncak kualifikasi yang berlangsung Kamis (27/6/2024), Tjen menundukkan petenis veteran Ukraina, Daria Snigur, dengan skor 6-3, 6-2. Performa tersebut memberinya tiket ke babak utama Grand Slam lapangan rumput itu untuk pertama kali dalam kariernya.

“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak pernah membayangkan bisa berdiri di sini dan melaju sejauh ini,” ujar Tjen dalam konferensi pers pasca-pertandingan. “Dukungan dari tim dan seluruh masyarakat Indonesia sangat berarti bagi saya.”

Pada babak pertama, Tjen tampil agresif dengan mengandalkan servis keras dan pukulan forehand menyilang yang kerap merepotkan Appleton. Sempat tertinggal 3-5 di set pertama, ia bangkit dengan merebut empat gim berturut-turut dan menutup set dengan kedudukan 7-5. Momentum itu berlanjut di set kedua, di mana ia hanya memberi dua gim bagi lawannya. Statistik mencatat Tjen melepaskan 14 winner dan hanya melakukan tujuh unforced error, sebuah rasio yang mengesankan untuk pemain debutan.

Jejak Panjang dari Tenis Kampus AS

Perjalanan Tjen ke panggung Grand Slam dimulai dari liga tenis perguruan tinggi Amerika Serikat. Selama tiga tahun terakhir, ia membela University of California, Los Angeles (UCLA) di kompetisi National Collegiate Athletic Association (NCAA) Divisi I. Bersama UCLA Bruins, Tjen yang menempati posisi nomor satu tunggal tim itu berhasil membawa universitasnya menjuarai Pac-12 Conference 2023 dan masuk dalam jajaran All-American.

Ketua Umum PP Pelti Luhut Binsar Pandjaitan, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon dari Jakarta, menyampaikan apresiasi tinggi.

“Ini adalah momen bersejarah bagi tenis Indonesia. Sudah 21 tahun kita menunggu petenis tunggal putri bisa melaju sejauh ini di Wimbledon. Janice menunjukkan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di level tertinggi jika diberikan pembinaan dan kompetisi yang tepat. Kami akan memastikan dukungan penuh untuk karier selanjutnya,”
ujar Luhut.

Sejarah mencatat, Angelique Widjaja adalah petenis Indonesia terakhir yang mencapai babak kedua Wimbledon saat ia mengatasi petenis Australia Annabel Ellwood pada 2003 lalu. Widjaja saat itu melaju hingga babak ketiga sebelum dihentikan oleh unggulan Prancis, Amélie Mauresmo. Setelah lebih dari dua dekade, Indonesia kini kembali memiliki wakil di fase 64 besar.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP Pelti, Wyne Rahardjo, menambahkan bahwa keberhasilan Tjen adalah buah dari program beasiswa tenis luar negeri yang digagas organisasi. “Janice adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Pelti, pemerintah, dan mitra swasta bisa menghasilkan atlet kelas dunia. Kami berharap ini menjadi pemicu semangat bagi generasi muda untuk menekuni olahraga ini secara serius,” jelasnya.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Laga babak kedua melawan Krejcikova, peraih gelar juara Prancis Terbuka 2021, diprediksi menjadi ujian berat bagi Tjen. Namun, pencapaiannya saat ini sudah cukup untuk menaikkan peringkat WTA-nya secara signifikan dan menarik perhatian sponsor. Pengamat tenis nasional, Dr. Surya Dharma, menilai bahwa keberhasilan Tjen harus dijadikan momentum untuk mereformasi sistem pembinaan di dalam negeri.

“Kita tidak bisa lagi hanya bergantung pada satu atau dua atlet. Infrastruktur, kompetisi domestik yang berjenjang, dan peningkatan kapasitas pelatih harus segera dibenahi. Prestasi Janice adalah kado indah bagi HUT ke-79 RI, tetapi menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah,” tutur Surya.

Di sisi lain, Tjen menyatakan siap menghadapi tantangan berikutnya. “Saya akan menikmati setiap momen di lapangan dan berusaha memberikan yang terbaik. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berani bermimpi besar,” pungkasnya. Dengan semangat dan determinasi yang ia tunjukkan, publik Tanah Air menanti kejutan selanjutnya dari putri kebanggaan baru Indonesia di Wimbledon.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User