KH Zulfa Mustofa Umumkan Pencalonan Ketua Umum PBNU di Muktamar
JAKARTA, Apaberita – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, secara resmi mengumumkan pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum PBNU periode 2025–2030 dalam Muktamar ...
JAKARTA, Apaberita – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, secara resmi mengumumkan pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum PBNU periode 2025–2030 dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Deklarasi tersebut disampaikan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2025), di hadapan sejumlah pengurus harian dan tamu undangan.
Dalam pernyataannya, Kiai Zulfa menegaskan bahwa keputusan maju diambil setelah melalui doa dan pertimbangan mendalam bersama keluarga serta para kiai sepuh.
“Saya menyatakan kesiapan penuh untuk memikul amanah sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 yang akan digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 23–27 Desember nanti. Ini bukan soal jabatan, melainkan panggilan untuk melayani jam’iyah yang kita cintai,”
tegas Zulfa Mustofa.
Motivasi dan Visi Perjuangan
KH Zulfa Mustofa, yang lahir di Garut pada 1963, dikenal sebagai ulama produktif dan pernah menjabat sebagai Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat sebelum menjadi Wakil Ketua Umum PBNU tahun 2021. Ia menilai Muktamar ke-35 merupakan momentum strategis memperkuat kembali khittah nahdliyah di tengah dinamika sosial politik nasional.
“NU harus tetap menjadi penjaga akhlak bangsa dan perekat kerukunan. Saya akan meneruskan tradisi keilmuan Aswaja, memperkuat kemandirian ekonomi umat, dan mengonsolidasikan jaringan pesantren yang menjadi benteng moral masyarakat,”
ucapnya saat memaparkan visi singkatnya.
Dukungan dari Pengurus Wilayah
Sejumlah pengurus wilayah telah menyatakan dukungan terhadap pencalonan Zulfa Mustofa. Ketua PWNU Jawa Timur, Kiai Haji Sholehul Huda, menyampaikan bahwa Zulfa adalah figur yang lengkap—memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, dan jaringan luas di kalangan pesantren.
“Kami dari Jawa Timur mencatat peran aktif Kiai Zulfa dalam merawat hubungan antara PBNU dan cabang-cabang di daerah. Beliau juga dikenal rendah hati dan mampu mendengar aspirasi semua pihak. Kami siap mendukung beliau di Muktamar nanti,”
kata Sholehul Huda dalam kesempatan terpisah.
Senada dengan itu, Ketua PWNU DKI Jakarta, Kiai Haji Abdul Aziz Tamam, menambahkan bahwa pencalonan Zulfa akan membawa semangat baru bagi kader muda NU di perkotaan.
“Kiai Zulfa memahami problematika warga nahdliyin di perkotaan, sekaligus tetap kokoh memegangi tradisi ulama salaf. Ini kombinasi yang langka,”ujarnya.
Kontestasi dan Nama Calon Lain
Selain Zulfa Mustofa, bursa calon ketua umum PBNU diprediksi akan diikuti beberapa nama lain. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rais Syuriyah PBNU KH Asep Saifuddin Chalim telah menyatakan minat untuk maju. Demikian pula mantan Menteri Agama yang juga pernah menjabat Ketua PBNU, Lukman Hakim Saifuddin, disebut-sebut mendapat dorongan dari sejumlah cabang di Jawa Tengah.
Pengamat politik Islam dari Universitas Indonesia, Dr. Ahmad Nurul Huda, menilai bahwa Muktamar kali ini akan berlangsung ketat. “Kiai Zulfa mewakili arus tradisionalis yang menghargai prosedur organisasi. Sementara itu, nama-nama lain menawarkan pendekatan lebih terbuka terhadap modernisasi,” ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (2/10/2025).
Panitia Muktamar ke-35 sendiri telah menetapkan tata cara pemilihan Ketua Umum melalui sistem satu pengurus cabang satu suara, yang melibatkan lebih dari 600 cabang di seluruh Indonesia dan luar negeri. Proses penjaringan calon dimulai pada 1 November 2025, sehingga pencalonan dini oleh Zulfa Mustofa dianggap sebagai langkah strategis untuk menggalang dukungan.
Agenda dan Harapan untuk Muktamar
Muktamar ke-35 akan mengusung tema “Merawat Jagat Membangun Peradaban untuk Kemandirian dan Martabat Bangsa.” Dalam rapat koordinasi sebelumnya, PBNU mengamanatkan agar muktamar berjalan lancar tanpa politik uang dan tekanan dari pihak eksternal. Ketua Steering Committee, KH Miftachul Akhyar, menegaskan bahwa seluruh proses akan diawasi oleh dewan etik independen.
Zulfa Mustofa sendiri menyatakan komitmennya untuk menjaga kemuliaan muktamar.
“Saya akan mengikuti aturan main dengan jujur dan bersaing secara sehat. Apapun hasilnya, saya tetap mengabdi untuk NU,”katanya.
Sejumlah agenda penting akan dibahas dalam muktamar, termasuk evaluasi program kerja lima tahun, pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta pemilihan Rais Aam dan Dewan Syuriah. Sidang-sidang komisi juga akan menggodok rekomendasi strategis di bidang pendidikan, ekonomi, dan hubungan internasional.
Profil Singkat
KH Zulfa Mustofa menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam Garut, kemudian melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada jurusan Ushuluddin. Ia aktif mengajar di berbagai pesantren di Jawa Barat dan menjadi salah satu pendiri Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pesantren Indonesia). Rekam jejaknya di PBNU mencakup kepemimpinan di Lembaga Dakwah dan komisi hubungan antar-agama.
Dengan pengalaman tersebut, sejumlah pengamat meyakini bahwa Zulfa Mustofa adalah kandidat yang layak diperhitungkan. Meski demikian, ia harus mampu menghimpun mayoritas suara dari cabang-cabang yang seringkali memiliki preferensi berbeda.
Kontestasi di Muktamar ke-35 ini dipastikan akan menjadi salah satu perhelatan politik umat Islam paling dinamis di penghujung 2025. PBNU sebagai organisasi massa Islam terbesar dengan sekitar 80 juta anggota tidak pernah lepas dari sorotan publik, terutama menjelang tahun politik 2029.
Apaberita akan terus memantau perkembangan pencalonan dan proses Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Baca juga:
Comments (0)