Prancis ke Semifinal Piala Dunia 2026, Mbappe Tekuk Maroko dan Dekati Sepatu
ARLINGTON — Timnas Prancis memastikan tempat di babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Maroko dengan skor 3–0 dalam laga perempat final yang berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, T...
ARLINGTON — Timnas Prancis memastikan tempat di babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Maroko dengan skor 3–0 dalam laga perempat final yang berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat. Kylian Mbappé menjadi bintang kemenangan Les Bleus berkat satu gol yang membawanya mengoleksi total delapan gol di turnamen ini, sekaligus menebus kegagalannya mengeksekusi penalti pada babak pertama.
Prancis langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Pelatih Didier Deschamps menurunkan formasi 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan Mbappé, Ousmane Dembélé, dan ketajaman Olivier Giroud di lini depan. Hasilnya, Maroko yang bermain disiplin di sepertiga akhir lapangan kesulitan mengembangkan permainan. Namun, kejutan terjadi pada menit ke-12 saat wasit menunjuk titik putih setelah bek Achraf Hakimi dinilai handball di kotak terlarang. Mbappé maju sebagai eksekutor, tetapi tendangan kerasnya ke sisi kiri berhasil ditepis kiper Yassine Bounou.
Dominasi Prancis di Lini Serang
Kegagalan penalti itu sempat membangkitkan moral Maroko. Tim asuhan Walid Regragui mulai berani keluar menekan dan nyaris membuka keunggulan lewat sundulan Romain Saïss yang membentur mistar gawang pada menit ke-21. Namun, Prancis segera merespons. Di menit ke-34, serangan balik cepat yang dibangun dari lini tengah oleh Aurélien Tchouaméni mampu merobek pertahanan Maroko. Dembélé mengirim umpan tarik terukur dari sisi kanan yang langsung disambar Mbappé dengan sepakan kaki kanan tanpa mampu dihalau Bounou. Gol itu membuat skor berubah 1–0 hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Prancis semakin mendominasi penguasaan bola. Maroko yang berusaha menyamakan kedudukan terpaksa membuka ruang di lini belakang. Kelemahan itu dimanfaatkan oleh Giroud yang mencetak gol kedua pada menit ke-57 lewat tandukan memanfaatkan umpan silang Theo Hernández. Keunggulan 2–0 membuat Deschamps menarik Mbappé pada menit ke-72 untuk menjaga kebugaran sang bintang. Meski demikian, Prancis tetap menambah gol lewat aksi individu Kingsley Coman yang masuk sebagai pengganti di menit ke-83, memanfaatkan kelengahan bek tengah Maroko dan menaklukkan Bounou untuk ketiga kalinya. Skor 3–0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Mbappe Tebus Kegagalan Penalti
Mbappé mengaku lega bisa langsung membayar kegagalan penaltinya dengan gol pembuka. “Saya sangat kecewa ketika penalti itu gagal, tetapi saya tahu pertandingan masih panjang. Saya berusaha tetap fokus dan rekan-rekan terus memberi dukungan. Gol itu memulihkan kepercayaan diri saya dan membawa tim selangkah lebih dekat ke target utama,” ujar pemain berusia 27 tahun itu usai pertandingan. Catatan delapan gol Mbappé kini mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 sejauh ini, unggul tiga gol dari pesaing terdekat, Harry Kane dari Inggris yang telah mengoleksi lima gol.
Kegagalan penalti di menit ke-12 sempat mengingatkan publik pada momen serupa di final Piala Dunia 2022 melawan Argentina, ketika Mbappé tetap tampil gemilang meski gagal mengeksekusi penalti di babak pertama. Ketenangan mental pemain Paris Saint-Germain itu kembali teruji dan ia membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Sejak penyelamatan Bounou, Mbappé tercatat melakukan tiga tembakan tepat sasaran dan menciptakan dua peluang matang bagi Giroud dan Dembélé hingga akhirnya mampu menjebol gawang lawan.
Perburuan Sepatu Emas Memanas
Dengan delapan gol, Mbappé kini membuka peluang lebar untuk meraih penghargaan Sepatu Emas (Golden Boot) sebagai top skor Piala Dunia. Meskipun masih ada dua pertandingan lagi yang harus dilalui, torehan itu sudah melampaui catatan terbaiknya sendiri di Piala Dunia 2022 saat ia mencetak delapan gol dan meraih Sepatu Emas kedua bagi Prancis setelah Just Fontaine pada 1958. Ia hanya butuh satu gol lagi untuk menyamai rekor sembilan gol Fontaine dalam satu edisi Piala Dunia yang bertahan sejak 1958.
Namun, persaingan masih terbuka. Inggris masih akan memainkan laga perempat final melawan Portugal, dan Harry Kane berpeluang mendekat jika mampu mencetak beberapa gol. Selain itu, Brasil dan Argentina juga masih memiliki wakil di perempat final dengan kolektivitas gol yang tersebar di beberapa pemain. Meski demikian, kecepatan, ketajaman, dan peran sentral Mbappé dalam skema serangan Prancis membuatnya difavoritkan untuk kembali meraih penghargaan tersebut. “Saya tidak memikirkan Sepatu Emas dulu. Yang paling penting adalah trofi Piala Dunia. Jika gol itu datang untuk membantu tim, saya akan menerimanya dengan senang hati,” tegas Mbappé di hadapan awak media.
Jalan ke Semifinal dan Setelahnya
Prancis kini menunggu pemenang laga antara Inggris dan Portugal yang akan bertanding Minggu (12/7/2026) di Stadion SoFi, Los Angeles. Pertandingan semifinal akan digelar pada Rabu (15/7/2026) di Stadion AT&T yang sama. Pelatih Deschamps menyatakan timnya tidak akan memandang enteng calon lawan. “Inggris dan Portugal sama-sama kuat. Kami akan mempersiapkan taktik yang sesuai. Target kami adalah final dan mempertahankan gelar juara dunia,” kata Deschamps dalam konferensi pers usai pertandingan.
Maroko sendiri harus mengakhiri perjalanan impresif mereka di perempat final setelah sebelumnya menyingkirkan Kroasia dan Belgia di fase grup, serta mengalahkan Meksiko di babak 16 besar. Pelatih Regragui memuji kerja keras anak asuhnya. “Kami kalah dari tim yang luar biasa. Pemain saya sudah memberikan segalanya. Saya bangga dengan perjuangan mereka hingga titik ini,” ujarnya. Meski tersingkir, Maroko tetap mencatatkan prestasi terbaik mereka di Piala Dunia dengan mencapai perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Dengan kemenangan ini, Prancis menjaga asa untuk menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar juara Piala Dunia sejak Brasil pada 1958 dan 1962. Pertahanan solid, kreativitas lini tengah, dan ketajaman Mbappé menjadi kunci utama. Publik sepak bola internasional kini menanti apakah sang bintang akan terus bersinar dan mengantarkan Les Bleus menuju kejayaan berikutnya di Piala Dunia 2026.
Baca juga:
Comments (0)